Tag: bersuci

SYARAT-SYARAT SAH DAN RUKUN WUDHU

Syarat-Syarat Sah Dan Rukun Berwudhu

Syarat-Syarat Sah Dan Rukun Berwudhu

Wudhu merupakan perihal yang wajib dilakukan sebelum shalat. Wudhu sama dengan bersuci atau membersihkan diri dari kotoran atau najis-najis kecil yang menempel dikulit. Yang mana apabila bagus dan tertib wudhu kita insyaAllah shalat kita akan lebih berpahala. Maka dalam perlaksanannya, berwudhu memiliki syarat-syarat sah dan  rukun-rukun yang harus dilakukan dengan baik. Dan berikut merupakan syarat-syarat wudhu:

  1. Menggunakan air yang suci ketika berwudhu.

Air suci dan mensucikan merupakan air yang digunakan ketika berwudhu. Yakni air langsung dari aliran atau pancuran air. Air tersebut bukan bekas air cucian, air yang terkena sinar matahari dan air keruh yang menggenang. Dan air suci dan mensucikan yaitu:

  1. Air hujan;
  2. Air sumur;
  3. Air laut;
  4. Air sungai;
  5. Air telaga;
  6. Air salju; dan
  7. Air embun.

 

  1. Air yang digunakan bukanlah air dari hasil mencuri yakni harus halal

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil. (QS. An- Nisa : 29)

  1. Membersihkan benda-benda yang menempel pada kuku dan kulit yang dapat menghambat jalannya air dalam membasuh. Yakni, cat kuku atau tato. Seperti pada penjelasan dalam hadits berikut ini,

 

أَنَّ رَجُلًا تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ، فَرَجَعَ ثُمَّ صَلَّى

Artinya: “Ada seseorang yang berwudhu dan meninggalkan satu tempat dikakinya (tidak dibasuh), kemudian Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda melihatnya, dan beliau bersabda: “Kembali dan perbaiki wudhu kamu, maka dia kembali kemudian dia shalat.” (HR. Muslim)

SYARAT-SYARAT SAH DAN RUKUN WUDHU

 

Rukun-Rukun Dalam Berwudhu

Selain syarat-syarat sah dalam berwudhu, rukun-rukun wudhu juga harus dilakukan dengan tertib, yakni

  1. Niat

Dalam melakukan segala hal haruslah dilakukan dengan niat. Seperti dalam hadits riwayat berikut,

الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Semua perbuatan tergantung dengan niatnya dan balasan bagi tiap-tiap orang apa yang diniatkan.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

  1. Membasuh wajah (termasuk dengan berkumur-kumur dan istinsyaq)

 

كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ أَخَذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَأَدْخَلَهُ تَحْتَ حَنَكِهِ فَخَلَّلَ بِهِ لِحْيَتَهُ وَقَالَ « هَكَذَا أَمَرَنِى رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: “Merupakan kebiasaan (Nabi Muhammad SAW) jika beliau akan berwudhu, beliau mengambil segenggam air kemudian air kemudian beliau basuhkan ke wajahnya sampai ke tenggorokannya, kemudian beliau menyela-nyela jenggotnya.” Kemudian beliau mengatakan, “Demikianlah cara berwudhu yang diperintahkan Robbkukepadaku.” (HR. Abu Dawud)

  1. Membasuh kedua tangan hingga kesiku

Membasuh kedua tangan dimulai dari tangan kanan lalu berlanjut kekiri. Mengalirkan air dari telapak tangan hingga ke siku. Dari hadits hasan, diriwayatkan oleh Muttafaqun ‘alaih,

 

ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمَرْفِقِ ثَلاَثًا ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى إِلَى الْمَرْفِقِ ثَلاَثًا

Artinya: “… kemudian beliau membasuh tangannya yang kanan dampai siku sebanyak tiga kali kemudian membasuh tangannya yang kiri sampai siku sebanyak tiga kali..”

  1. Mengusap kepala

 

ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ ، حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ

Artinya: “Kemudian beliau membasuh mengusap kepala dengan tangannya, menyapunya kedepan dan kebelakang. Beliau memulainya dari bagian depan kepalanya ditarik kebelakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya lagi kebagian depan kepalanya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

  1. Membasuh kedua kaki

Membasuh kedua kaki dimulai dengan kaki kanan lalu dilanjutkan kekaki kiri, dibasuh hingga ke mata kaki. Dari hadits hasan, diriwayatkan oleh muttafaun ‘alaih yang artinya, “Kemudian beliau membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki…(HR. Muttafaqun Alaihi).

 

  1. Tertib

Berurutan dalam berwudhu sangat diwajibkan, dimulai dari membasuh wajah hingga kaki. tanpa ada yang terlewat baik disela-sela kulit maupun dikuku. Maka hendaknya orang yang shalat membersihkan diri dari tato yang menempel dikulitnya dan menghilangkan cat kuku yang masih menempel dikukunya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang yang berwudhu lantas bagian kuku kakinya tidak terbasuh, kemudian Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Ulangilah, perbaguslah wudhunya.” Lantas dia pun mengulangi dan kembali untuk shalat.” (HR. Muslim : 243)

 

Hikmah Berwudhu Untuk Kesehatan Jasmani Dan Rohani

Berwudhu memiliki manfaat yang sangat luar biasa, berdasarkan penelitian dari Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog yang berkebangsaan Austria. Menemukan sesuatu yang mengejutkan dari berwudhu yang dimana keselarasan air dengan wudhu di titik-titik syaraf membuat kondisi tubuh selalu sehat. Hingga beliau memustuskan untuk masuk islam dan berganti nama menjadi baron Omar Rolf Ehrenfels.

Hikmah wudhu yang lainnya juga dikatan oleh ulama fikih yang mengatakn bahwa berwudhu ialah upaya dari memelihara kebersihan jasmani dan rohani. Begitupun dari penyakit kulit yang dimana diserang ke kulit yang lebih banyak terbuka karena kurang dijaga kebersihannya. Maka tak ayal, daerah-daerah tempat wudhu ialah daerah yang rentan terkena kotoran atau debu-debu.

Hikmah kerohanian dari berwudhu seperti yang telah dijelaskan oleh Rasulullah, yang artinya, “Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”.

Lalu dari Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. “Sekurang-kurangnya 5x  dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya pernah berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.

tata cara shalat dan bersuci

Shalat Ialah Wajib Hukumnya Bagi Setiap Muslim

Shalat merupakan perkara utama yang akan dihisab disaat kita menghadap ilahi. Apakah shalat tersebut kita jalankan? Apakah kita tinggalkan? Karena shalat merupakan tiang agama, barang siapa yang shalat maka ia mendirikan agama dan begitupun sebaliknya barang siapa yang tidak melaksanakan shalat maka ia merobohkan agamanya.

اَلصَّلاَةُ عِمَادُ الدّيْنِ فَمَنْ اَقَامَهَا فَقَدْ اَقَامَ الدّيْنِ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدّيْنِ

Artinya : “Shalat adalah tiang Agama, barang siapa yang menegakkannya, berarti menegakkan Agama, dan barang siapa yang meninggalkannya berarti merobohkan Agama”. (HR. Bukhari Muslim). Orang yang sedang sakit pun tetap Allah beri kewajiban kepadanya  shalat 5 waktu apalagi dengan orang yang sehat dan mampu untuk melaksanakan kewajiban

Sangat besar dosanya  bagi manusia yang sengaja meninggalkan shalat. Padahal sudah mengetahui bahwa shalat wajib hukumnya berbeda dengan shalat sunah. Bila dikerjakan mendapat pahala bila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Namun, sebagai hamba Allah yang beriman dan bertaqwa kepadaNya pula sebagai umat Nabi Muhammad hendaklah kita jalankan juga sunah-sunahnya untuk melengkapi shalat wajib kita.

Tata Cara Bersuci Dan Sholat Bagi Orang Yang Sakit

Shalat merupakan perantara kita kepada Allah, untuk meminta sesuatu kepadaNya. Dan sebagai bentuk kita mengingatNya. Maka, Allah SWT memberikan kemudahan untuk hambanya yang sedang sakit agar tetap menjalankan kewajibannya tanpa terhalang apapun.  Dijelaskan dalam Al-Quran yang berarti : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan(yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan Dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa : 14).

Dan berikut tata cara bersuci bagi orang sakit

  1. orang sakit wajib bersuci dengan air.
  2. Bila tidak bisa bersuci menggunakan air atau menjadi penyebab memperparahnya sakit atau luka dapat diganti dengan tayamum. Dan ini cara bertayamum yaitu dengan menepuk kedua tangannya ke tanah atau dinding dengan sekali pukul. Lalu diusapkan ke wajah lalu ketelapak tangan.
  3. Bila orang sakit tersebut tidak dapat bersuci sendiri maka dia bisa diwudhukan atau ditayamumkan oleh orang lain.
  4. Bukan hanya untuk orang yang sehat tapi untuk orang sakit pun sama, mereka harus membersihkan diri mereka dari najis yang menempel dibadan yaitu dengan mandi, namun, bila tidak memungkinkan boleh dilap dengan kain basah. Namun, bila tidak memungkinkan kena air boleh dibersihkan dengan apa saja dan shalatlah tanpa takut mengulang lagi.
  5. Orang yang sedang sakit hendaknya memakai pakaian yang bersih. Bila pakaiannya bernajis hendaknya dibersihkan atau diganti terlebih dahulu.
  6. Orang yang sedang sakit hendaknya shalat ditempat yang suci. Bila bernajis hendaknya dibersihkan atau diganti terlebih dahulu.

Tata cara shalat bagi orang yang sakit

  1. Orang yang sakit harus melakukan shalat wajib dengan berdiri meskipun tidak tegak, atau bersandar pada dinding, atau betumpu pada tongkat.
  2. Bila seseorang yang sakit tidak bisa shalat dengan berdiri maka diperbolehkan dengan cara duduk. Dengan posisi kaki menyilang agar memudahkan orang sakit tersebut untuk rukuk dan sujud
  3. Bila tidak mampu berdiri diperbolehkan shalat dengan duduk. Dan hendaklah ia berbaring miring dengan bertumpu pada sisi tubuhnya menghadap kiblat.
  4. Bila tidak mampu shalat dengan posisi duduk, maka diperbolehkan shalat dengan terlentang, yaitu dengan posisi kaki menghadap kiblat dengan kepala agak sedikit ditinggikan menghadap kiblat..
  5. Orang yang sakit wajib untuk melakukan rukuk dan sujud. Bila tak mampu melakukannya maka dapat dilakukan dengan isyarat anggukan kepala.
  6. Bila orang sakit tersebut tidak dapat lagi melakukan dengan anggukan kepala maka dapat dilakukan dengn isyarat mata
  7. Dan apabila tidak dapat melakukan dengan isyarat mata, maka lakukan lah dengan hatinya.

tata cara shalat dan bersuci

Hikmah Dan Manfaat Shalat Bagi Kaum Muslimin.

Shalat merupakan salah satu rukun islam yang kedua, maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk menjalankan shalat, dan sudah bekali-kali diingatkan lewat ayat Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 43 yang berarti : “Dirikanlah Shalat, tunaikan zakat dan rukuklah bersama-sama yang rukuk”. (QS. Al-Baqarah : 43). Maka sangat berdosalah manusia yang sengaja meninggalkan shalatnya dan tidak mampu melawan gangguan untuk meninggal shalat.

Diayat lain dijelaskan juga,

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalatdan  menafkahkan sebahagiaan rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”. (QS. Al-Baqarah : 3). Sangat banya bila dijabarkan yang lainnya. Karena memang perintah shalat sangatlah wajib tidak boleh ditinggalkan bagi laki-laki muslim dan mendapat keringanan bagi perempuan yang sedang haid/nifas.

Shalat semata-mata bukan hanya untuk ibadah kita kepada Allah, ternyata shalat memiliki banyak hikmah yang diantaranya :

  • Shalat dapat meringankan perkara dalam kubur.
  • Shalat dapat menurunkan rahmat.
  • Shalat dapat menjadi obat . Dijelaskan dalam sebuah hadits yang berarti : “Bersirilah dan shlatalah kamu, sesungguhnya didalam shalat itua da obat”. (HR. Imam Ahmad Ibnu Majah).
  • Shalat dapat meperberat timbangan amal.
  • Shalat merupakan harga untuk surga.
  • Shalat menjadi penyebab turunnya Ridha Allah.
  • Shalat menjadi penghalang dari api neraka.
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00