Beranda » Kisah Inspiratif » Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

T Diposting oleh pada 11 November 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 447 kali

Ketika itu, Madinah dilanda krisis dan korban sudah banyak yang berjatuham. Ditambah dengan jumlah orang-orang miskin yang meningkat. Khalifah Umar Bin Khatab merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah tersebut, memerintahkan para petugas untuk menyembelih hewan ternak yang akan dibagi-bagikan pada penduduk.

PEMIMPIN YANG PERHATIAN DAN PEDULI TERHADAP RAKYAT

Saat tiba waktu makan, para petugsa memberikan makanan untuk khalifah Umar Bin Khatab yang menjadi kegemarannya yakni punuk dan hati unta. Ini merupakan sudah menjadi kegemaran Khalifah Umar Bin Khatab sebelum masuk islam.

Lalu beliau bertannya, “Dari mana ini?” Tanya Umar.

“Dari hewan yang baru disembelih hari ini.” Jawab mereka.

“Tidak! Tidak!” kata Umar Bin Khatab sambil menjauhkan hidangan lezat itu dapi pandangannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.”

Kemudian Khalifah Umar Bin Khatab memerintah salah seorang sahabat, “Angkatlah makanan ini dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” beberapa saat kemudian datang lah makanan yang telah diminta oleh Khalifah Umar Bin Khatab. Kemudian Umar menyantapnya.

Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Bahkan peristiwa ini bukan hanya terjadi sekali saja. Dilain kisah tentang pertemuan Umar dengan seorang ibu bersama anaknya yang sedang menangis kelaparan. Ditengah lelapnya orang-orang tidur, Ia berkelilingin dan masuk ke sudut-sudut kota diMadinah. Ketika itu Umar bertemu denganseorang ibu dan anaknya yangs edang kelaparan. Lalu, Umar lah yang pergi mengambil makanan, beliau sendiri juga yang memanggulnya, mengaduknya dan memasaknya dan menghidangkannya untuk anak-anak itu.

Ketika kelaparan mencapai puncaknya, Khalifah Umar pernah disuguhi remahan roti yang dicampur dengan samin. Umar memanggil seorang badui dan mengajaknya makan bersamanya. Umar tidak menyuapkan makanan kemulutnya sebelum badui tersebut menyuapkan makanan ke mulutnya dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan yang dimakan bersama Umar, Umar bertanya, “Agaknya Anda tidak pernah merasakan lemak?”

“Benar” jawab badui itu. “Saya tidak pernah makan dengan samin atau dengan minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang.” Tambahnya.

Mendengar kata-kata badui tersebut, Kahlifah Umar bersumpah tidak akan makan lemak smapai semua orang hidup seperti biasa. Ucapan Umar benar-benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saaat itu. “Kalau rakyatku kelapara, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenyangan, aku ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya.”

Padahal pada saat itu Khalifah Umar bisa saja menggunakan fasilitas Negara, kekayaan Irak dan Syam sudah berada ditangan kaum muslimin. Tapi, Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya.

Pada kesempatan lalin pula, Khalifah Umar bin Khatab menerima makan lezat dari seorang Gubernur Azerbeijan, Utbah bin Farqad. Namun begitu mengetahui makanan itu biasa disajikan untuk kalangan elit, Umar segera mengembalikannya kepada utusan yang mengantarkannya. Lalu, Umar berpesan “Kenyangkanlah lebih dulu rakyat dengan makanan yang biasa Anda makan.”

Dan sikap seperti ini tidak hanya dimiliki oleh Umar bin Khatab. Ketika mendengar dari Aisyah bahwa Madinah tengah dilanda kelaparan. Abdurrahman bin Auf yang baru saja pulang dari berniaga segera beliau membagikan hartanya pada masyarakat yang sedang menderita. Semua hartanya dibagikan.

Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Muslim)

Tapi ironis sekali, sikap ini justru tidak tertanam pada para pemerintah masa kini. Penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat dan bangsa ini tidak bergerak cepat layaknya pemimpin terdahulu. Kebutuhan pokok yang sulit didapat karena harga naik dan menjadi pemicu meningkatnya jumlah orang-orang miskin. Bahkan, sedikit yang tergugah dan sebaliknya perilaku boros, suap, korupsi makin menjadi-jadi.

Disinilah peran mukmin sejati menunjukkan kepeduliannya dengan berinfaq, zakat, bersedekah dan membantu ornag-orang yang kelaparan dan kesusahan. Semoga kita menjadi muslim yang sadar akan lingkungan sekitar. Menyadari apa yang terjadi dengan bangsa ini. Mau merubah sikap buruk untuk menjadikan negeri yang makmur dan kaya.

Negara kita sangat kaya, kaya akan mineral dan pangan. Bumi menghasilkan banyak tanaman dan tumbuhan yang dapat kita nikmati. Namun semua kembali lagi kepada siapa kita dipimpin maka disitu menunjukkan keadaan kita sekarang ini.

Belum ada Komentar untuk Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

yayasan anak yatim di jakarta timur

Rendah Hati Dan Selalu Bersyukur Dalam Menjalani Kehidupan

T 11 February 2017 F A Admin Web YNI

Ini adalah kisah dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zainal. Ahmad ini pintar, cerdas, tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zainal adalah sahabat yang biasa saja, tapi keadaan orang tuanya mendukung karir masa depan. Keduanya bertemu. Bertemu di... Selengkapnya

Bertaubat Nasuha

Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

T 20 October 2018 F A WP-YNI

Kisah ini menceritakan seorang preman yang udah taubat disaat Allah SWT memberikan dia waktu untuk memperbaiki kehidupan dan amal ibadahnya. Bang Yoga namanya, tidak disangka-sangka bang Yoga baru mau belajar shalat, dia diminta isi kultum saat Kuliah Tujuh menit di... Selengkapnya

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

T 28 October 2018 F A WP-YNI

“Perumpamaan mereka seperti orang yang memantik api. Ketika menjadi terang keadaan disekeliling mereka, Allah hilangkan cahaya tersebut dan meninggalkan mereka dalam kegelapan yang mereka tidak dapat melihat.” (QS. Al-Baqarah : 17) “Ah, gagal terus” tutur Nanang agak frustasi. “Apa gara-gara... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00