Beranda » Agama Islam » Hati-Hati Dengan Bahaya Dari Lisan

Hati-Hati Dengan Bahaya Dari Lisan

T Diposting oleh pada 6 March 2020
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 440 kali

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta’ala yang paling sempurna, manusia di berkahi dengan anggota tubuh yang sempurna serta panca indra yang luar biasa yang melekat pada setiap manusia. Salah satu panca indra yang sempurna ialah lisan dan lidah. Mulut memang memiliki ukuran yang lebih kecil di bandingkan dengan  anggota tubuh yang lainnya. Namun, mulut kita dapat menempatkan kita pada kebaikan yang menjurus pada surga serta keburukan lisan yang menjurus ke neraka.

Lisan kita dapat membawa kita pada kefaedahan dan kemalapetakaan. Maka perlulah ucapan yang akan kita keluarga di saring atau di pilih dulu. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ المَشْرِقِ

Artinya: “ Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa di pikirkan terlebih dahulu dan karenanya dia terlempar ke neraka sejauh antara jarak ke timur.” (HR. Bukhari 6477 dan Muslim 2988)

Dari penjelasan hadits di atas, bahwa pada dasarnya sebuah perkataan memiliki dampak yang besar dan bisa mendatangkan murka Allah pabila kita menyepelekan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita.

Perkataan Menjadi Tanda Kepribadian Seseroang

Ada sebuah pepatah Arab mengatakan, “Sesungguhnya lisan ibarat binatang buas. Jika engkau ikat, niscaya ia menjagamu. Jika engkau lepas, niscaya ia menerkammu. Maka hednaklah engkau berkata sekedarnya dan hendaklah engkau berhati-hati dengannya.” Harus kita kunci ke dalam benak kita bahwa apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain bila bermanfaat sampaikanlah bila terasa menganduk kemudhorotan maka tahanlah lisanmu untuk mengatakannya.

Dalam riwayat lain Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya:

“ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang terbaik atau diam.”

Lalu Imam An-Nawawi menjelaskan maksud hadits di atas dalam kitab hadits Arba’in. imam Nawawi berkata, “Imam Syafi’I menjelaskan bahwa maksud hadits ini ialah apabila seseorang hendak berkata, maka hendaklah ia berfikir dahulu. Jika di perkirakan ucapannya tidak akan membawa mudhorot, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi , jika di perkirakan ucapannya itu akan membawa kemudhorotan atau ragu apakah membawa mudhorot atau tidak, maka hendaknya ia tidak usah berbicara.”

Lalu sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam dari pada berbicara.”

Cara Menjaga Lisan Saat Berbicara

  1. Hindari berbicara tanpa berfikir dahulu

Ketika berbicara dengan orang lain baik kepada anak kecil maupun orang dewasa, hendaklah kita milah-milah perkataan yang akan kita ucapkan. Berfikir sebelum bertindak sama di berlakukan dengan berfikir sebelum berbicara.

  • Tidak berlebihan ketika berbicara

Cara menjaga lisan dari perkataan yang berlebihan ialah hanya berbicara yang di kira bermanfaat saja. Apabila berlebihan dalam berbicara tentu itu akan berpengaruh pada citra diri di mata orang lain.

  • Jangan memotong dan membantah pembicaraan

Seperti yang di ketahui bila dalam suatu organisasi atau rapat , tentu kita semua di perbolehkan mengeluarkan ide dan pendapat kita. bukan hal yang baik bila kita memotong pembicaraan  dan membantah apa yang di katakana saat orang lain masih berbicara. Merupakan suatu sikap yang tidak sopan di anggap sebagai seorang yang sombong.

  • Jangan menggunjing, menggibah dan memperolok orang lain

Ini merupakan salah satu masalah yang sering kita hadapi dalam hubungan social manusia. Agar dapat mendekatkan diri atau mengenal seseorang kita tanpa sadar membicarakan keburukan orang lain, mencemooh orang lain lalu memperolok orang lain. Ketika berteman atau dalam tahap menjalin tali silaturahim maka bicaralah hal yang bermanfaat serta jauhi membicarakan orang lain dalam hal keburukan.

  • Biasakan lisan kita membaca Al-Qur’an

Di jelaskan dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Di katakana pada orang yang sedang membaca Al-Qur’an: bcalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pad akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dengan membiasakan lisan kita dalam melantunkan Al-Qur’an maka mampu membentengi diri kita dari perihal keburukan dalam lisan serta mampu membedakan mana dari akhlak yang terpuji dan tercela.

  • Biasakan lisan kita untuk berzikir

mulut atau lisan yang di biasakan untuk berzikir maka tidak ada baginya untuk membicarakan keburukan orang lain. lisannya menjadi penyelamatnya saat ia hanya berzikir menyebut nama Allah serta berat baginya membicarakan hal yang tidak perlu. Maka dari itu, jagalah lisan kita dari akhlak tercela dengan selalu mengucapkan kebaikan dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya.

Belum ada Komentar untuk Hati-Hati Dengan Bahaya Dari Lisan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Hati-Hati Dengan Bahaya Dari Lisan

manfaat puasa bagi kesehatan

Puasa Ramadhan Ditinjau Dari Segi Kesehatan

T 11 June 2017 F , A Yayasan Nurul Ihsan

“Berpuasalah, niscaya kamu sehat” (HR Thabrani). Begitu dikatakan dalam sebuah hadits. Dari hadits tersebut Rosululloh menjelaskan bahwa dibalik puasa ada hikmah bagi manusi yakni kesehatan baik  jasmani maupun rohani. Tubuh manusia mempunyai mekanisme alamiah yang dipergunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang... Selengkapnya

ADAB TERHADAP ORANG TUA

7 Cara Menghormati Orang Tua Dalam Islam

T 6 December 2018 F , A Admin Web YNI-1

Orang tua merupakan manusia yang mengandung kita, melahirkan kita kedunia, membesarkan kita dengan sekuat tenaga dan diisi dengan iman. Yang membesarkan kita tanpa kenal lelah dan selalu menyiakan segala kebutuhan anaknya. Tanpa meminta imbalan ataupun penghargaan. Memberikan pendidikan baik agama... Selengkapnya

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

T 6 January 2020 F , A Admin Web YNI-1

Musibah ialah cobaan dari Allah. Itu terjadi atas kehendak Allah namun itu merupakan apa yang tidak kita kehendaki. Itulah kekuatan Allah, Dia-lah yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Musibah dapat di turunkan berupa sakit, kehilangan barang, bencana alam, wabah penyakit,... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00