Beranda » Agama Islam » Bolehkah Seorang Istri Berqurban Sendiri?

Bolehkah Seorang Istri Berqurban Sendiri?

T Diposting oleh pada 12 July 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 589 kali

Ber- Qurban hukumnya ialah Sunnah muakkadah (ditekankan) bagi setiap muslim yang mampu baik laki-laki maupun perempuan. Bila seorang muslim telah mampu dalam melaksanakan perintah ini, maka laksanakan. Dari Syaikh Shalih Al-Munajjid, beliau mengatakan, yang artinya :

“الأضحية مشروعة للرجل والمرأة ، فمن كانت لديها القدرة على الأضحية استحب لها ذلك . وإذا ضحت المرأة فلتجعل أضحيتها عن نفسها وعن أهل بيتها ، فيدخل في ذلك زوجها”

Artinya: “ Qurban itu di syariatkan untuk laki-laki dan perempuan. Jika seorang wanita mampu untuk berqurban, maka disunnahkan baginya  berqurban. Jika ia berqurban, maka boleh baginya berniat untuk satu keluarga dan nantu suaminya masuk dalam pahala qurban.”
(Fatwa Al-Islam Sual Wa Jawab : 112264)

Lalu dari Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya, “Apakah qurban itu unutk satu keluarga atau ditujukan perintahnya untuk setiap individu dalam rumah yang telah baligh? Kapan qurban itu disembelih? Apakah disyariatkan bagi shahibul qurban untuk tidak memotong kuku dan rambut sebelum qurbannya disembelih? Apa yang harus dilakukan oleh wanita kalua dalam keadaan haid? Apa perbedaan anatar qurban dan sedekah dalam hal ini?

Berikut jawaban dari Syaikh Ibnu Baz, “Hukum qurban adalah Sunnah muakkad. Qurban disyariatkan pada laki-laki dan perempuan. Boleh seorang pria meniatkan qurban untuk keluarganya. Boleh juga wanita meniatkan untuk keluarganya. Karena setiap tahunnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk dirinya dan anggota keluarganya. Sedangkan qurban yang 1 nya lagi beliau niatkan untuk umatnya.

baca artikel lainnya: Apa Hukumnya Patungan Qurban?

Apa Hukumnya Wanita Lajang Yang Mau Berqurban?

Seperti yang telah di sampaikan diatas bahwa berqurban dilakukan oleh setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan yang sudah mampu. Sama halnya juga untuk seorang wanita yang telah menikah ataupun belum menikah.  Dari Ibnu Hazm, beliau mengatakan:

“والأضحية للمسافر كما هي للمقيم ولا فرق , وكذلك المرأة ، لقول الله تعالى : (وَافْعَلُوا الْخَيْرَ) والأضحية فعل خير . وكل من ذكرنا محتاج إلى فعل الخير مندوب إليه , ولما ذكرنا من قول رسول الله صلى الله عليه وسلم في التضحية ولم يخص عليه السلام باديا من حاضر , ولا مسافرا من مقيم , ولا ذكرا من أنثى , فتخصيص شيء من ذلك باطل لا يجوز.”

Artinya: “ Berqurban boleh dilakukan bagi musafir, sebagaimana boleh dilakukan bagi mukim dan tidak ada bedanya. Demikian juga wanita. Sebagaimana yang telah Allah tegaskan: ‘Lakukanlah yang baik’. (QS. Al-hajj : 77). Dan berqurban termasuk amal baik. Semua jenis manusia yang kami sebutkan, yang butuh amal baik, dianjurkan untuk berqurban. Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berqurban dan beliau tidak membedakan antara orang pelosok dengan orang kota, musafir dengan mukim, lelaki dengan wanita. Karena itu membeda-bedakan mereka adalah salah dan tidak diperbolehkan.”
(al-Muhalla 6:37)

Hukum Potong Rambut Dan Kuku Bagi Yang Berqurban

Aturan yang berlaku untuk perempuan yang hendak berqurban, sama halnya dengan yang lain. Larangan potong kuku, potong rambut, atau yang lain sebagainya. Berdasarkan hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ”

Artinya: “Jika kalian telah menyaksiakn hila Dzulhijjah dan kalian ingin berqurban, maka hednaklah shohibul qurban membiarkan rabut dan kukunya.”
(HR. Muslim : 1977)

baca artikel lainnya : Bolehkah Qurban satu kambing untuk satu keluarga?

Dan dalam hadits lainnya diterangkan pula,

“مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ”

Artinya: “Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berqurban maka janganlah dia menyentuh sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.”
(HR. Muslim : 1977)

Belum ada Komentar untuk Bolehkah Seorang Istri Berqurban Sendiri?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bolehkah Seorang Istri Berqurban Sendiri?

keistimewaan amalan-amalan dibulan syawal

Keistimewaan Amalan – Amalan Pada Bulan Syawal

T 28 June 2018 F A Admin Web YNI-1

Bulan Syawal adalah bulan untuk meningkatkan amal, iman dan kebaikan seorang muslim yang mana di bulan ramadhan telah digembleng untuk melakukan banyak hal-hal baik. Khususnya karena dibulan Ramadhan kebaikan kita akan berlipat ganda. Maka sangat dianjurkan untuk terus melakukan kebaikan... Selengkapnya

ramadhan di rusia

Melihat Kemeriahan Ramadhan Di Berbagai Negara (bag.1)

T 12 June 2017 F , A Yayasan Nurul Ihsan

Shoum atau Puasa adalah salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan kaum muslimin di seluruh dunia  ketika datang bulan Ramadan. Ibadah ini tidak cuma menahan lapar dan haus  saja, tetapi juga upaya menahan hawa nafsu. Kewajiban ini adalah salah satu bentuk... Selengkapnya

SYARAT-SYARAT SAH DAN RUKUN WUDHU

Syarat-Syarat Sah Dan Rukun Berwudhu

T 13 February 2019 F , , A Admin Web YNI-1

Syarat-Syarat Sah Dan Rukun Berwudhu Wudhu merupakan perihal yang wajib dilakukan sebelum shalat. Wudhu sama dengan bersuci atau membersihkan diri dari kotoran atau najis-najis kecil yang menempel dikulit. Yang mana apabila bagus dan tertib wudhu kita insyaAllah shalat kita akan... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00