Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Hukum Islam » Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

T Diposting oleh pada 5 April 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 325 kali

Puasa setelah pertengahan bulan sya’ban banyak dianggap sebagai sebuah larangan. Dalam beberapa hadits juga disebutkan bahwa berpuasa setelah pertengahan bulan sya’ban ialah tidak boleh. Maka, banyak yang beranggapan bahwa perintah tersebut benar adanya karena didasari oleh hadits-hadits.

Ada beberapa lafazh, yang membicarakan tentang larangan puasa setelah pertengahan sya’ban.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا

Artinya: “Jika tersisa separuh bulan sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337)

Dihadits lain mengatakan,

إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَلاَ صَوْمَ حَتَّى يَجِىءَ رَمَضَانُ

Artinya: “ Jika tersisa bulan Sya’an, maka tidak ada puasa sampai dating Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1651)

Dan lafazh yang lainnya lagi,

إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّوْمِ حَتَّى يَكُونَ رَمَضَانُ

Artinya: “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tahanlah diri dari berpuasa hingga datang bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban_

Pendapat Ulama Tentang Larangan Puasa Dipertengahan Sya’ban

Ada beberapa ulama yang berselisih pendapat mengenai penilaian hadits-hadits yang disebutkan diatas dan hukum mengamalkannya. Diantara para ulama yang menshahihkan hadits diatas ialah, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ath-Thahawiy dan ‘Abdil Barr. Dan diantara ulama yang belakangan menshahihkannya adalah syaikh Al-Albani ra.

Sedangkan ulama-ulama lainnya mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut adalah hadits yang munkar diantara hadits yang lemah. Dan para ulama yang berpendapat demikian yakni, Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar-Rozi dan Al-Atsrom. Alasan mereka ialah karena hadist tersebut bertentangan dengan hadits,

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ

Artinya: “ Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082).

Bila kita memahami hadits ini, berarti boleh mendahulukan sebelum ramdhan dnegan berpuasa dua hari ataupun lebih.

Dari Al-Atsrom mengatakan, “Hadiuts larangan berpuasa setelah separuh bulan sya’ban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sendiri melakukan puasa dibulan sya’ban seluruhnya (mayoritas) dan beliau melanjutkan dengan berpuasa dibulan Ramadhan. Dan hadits ini juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sbelum Ramadhan. Dan kesimpulannya, hadits tersebut adlah hadits tanga syadz, bertentangan denga hadits yang lebih kuat.”

Kemudian dari Ath-Thahawiy mengatakan bahwa hadits larangan berpuasa setelah setengah dari bulan sya’ban adalah hadits yang Mansukh (telah dihapus). Bahkan Ath-Thahawiy menceritakan bahwa telah ada ijma’ atau kesepakatan ulama untuk tidak beramal dengan hadits tersebut, dan kebanyakan ulama memang tidak mengamalkannya.

Dan ada pendapat dari Imam Asy-Syafi’I dan ulama Syafi’iyah yang juga mencocokan pendapat sebagian ulama yang belakanga dari Hambali. Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah setengah bulan sya’ban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan puasa ketika itu. Maka, bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa sunnah senin kamis) boleh melaksanakan puasa ketika itu, menurut pendapat ini. (Lathoif Al Ma’arif, 244-245)

Lanjut ke Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban? (BAG. 2)

Belum ada Komentar untuk Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

keutamaan bulan sya'ban

Keutamaan Melakukan Amalan Baik Dibulan Sya’ban

T 23 April 2018 F , A WP-YNI

Bulan Sya’ban merupakan bulan hijryah diantara bulan Rajab dan Ramadhan.  Rasulullah SAW bersabda , “Sya’ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini amal-amal hamba itu diangkat (diterima oleh Allah). Aku... Selengkapnya

sudahkah kita memantaskan diri jadi bagian penghuni surga

Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

T 14 April 2019 F , A WP-YNI

Harapan paling besar seorang muslim ketika beramal ialah diterima segala amal yang telah dilakukannya. Sebagai amal kebaikan ( Ahsanul Amal) menjadi sebaik-baik amal yang akan membawa kita kepada Allah subhahuwata’ala dan surganya Allah tentunya. Janji-janji Allah tentang surga serta mereka... Selengkapnya

Amalan-Amalan Yang Dapat Menyia-nyiakan Puasa Ramadhan

Amalan-Amalan Yang Dapat Menyia-nyiakan Puasa

T 25 April 2019 F , A WP-YNI

Dibulan Ramadhan setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakan puasa. Menahan haus dan lapar dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun tidak hanya untuk menahan haus dan lapar tapi juga menahan dalam melakukan segala maksiat atau perbuatan yang menjurus ke sia-siaan. Karena,... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00