Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Hukum Islam » Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

T Diposting oleh pada 5 April 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 468 kali

Puasa setelah pertengahan bulan sya’ban banyak dianggap sebagai sebuah larangan. Dalam beberapa hadits juga disebutkan bahwa berpuasa setelah pertengahan bulan sya’ban ialah tidak boleh. Maka, banyak yang beranggapan bahwa perintah tersebut benar adanya karena didasari oleh hadits-hadits.

Ada beberapa lafazh, yang membicarakan tentang larangan puasa setelah pertengahan sya’ban.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا

Artinya: “Jika tersisa separuh bulan sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337)

Dihadits lain mengatakan,

إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَلاَ صَوْمَ حَتَّى يَجِىءَ رَمَضَانُ

Artinya: “ Jika tersisa bulan Sya’an, maka tidak ada puasa sampai dating Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1651)

Dan lafazh yang lainnya lagi,

إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّوْمِ حَتَّى يَكُونَ رَمَضَانُ

Artinya: “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tahanlah diri dari berpuasa hingga datang bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban_

Pendapat Ulama Tentang Larangan Puasa Dipertengahan Sya’ban

Ada beberapa ulama yang berselisih pendapat mengenai penilaian hadits-hadits yang disebutkan diatas dan hukum mengamalkannya. Diantara para ulama yang menshahihkan hadits diatas ialah, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ath-Thahawiy dan ‘Abdil Barr. Dan diantara ulama yang belakangan menshahihkannya adalah syaikh Al-Albani ra.

Sedangkan ulama-ulama lainnya mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut adalah hadits yang munkar diantara hadits yang lemah. Dan para ulama yang berpendapat demikian yakni, Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar-Rozi dan Al-Atsrom. Alasan mereka ialah karena hadist tersebut bertentangan dengan hadits,

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ

Artinya: “ Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082).

Bila kita memahami hadits ini, berarti boleh mendahulukan sebelum ramdhan dnegan berpuasa dua hari ataupun lebih.

Dari Al-Atsrom mengatakan, “Hadiuts larangan berpuasa setelah separuh bulan sya’ban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sendiri melakukan puasa dibulan sya’ban seluruhnya (mayoritas) dan beliau melanjutkan dengan berpuasa dibulan Ramadhan. Dan hadits ini juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sbelum Ramadhan. Dan kesimpulannya, hadits tersebut adlah hadits tanga syadz, bertentangan denga hadits yang lebih kuat.”

Kemudian dari Ath-Thahawiy mengatakan bahwa hadits larangan berpuasa setelah setengah dari bulan sya’ban adalah hadits yang Mansukh (telah dihapus). Bahkan Ath-Thahawiy menceritakan bahwa telah ada ijma’ atau kesepakatan ulama untuk tidak beramal dengan hadits tersebut, dan kebanyakan ulama memang tidak mengamalkannya.

Dan ada pendapat dari Imam Asy-Syafi’I dan ulama Syafi’iyah yang juga mencocokan pendapat sebagian ulama yang belakanga dari Hambali. Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah setengah bulan sya’ban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan puasa ketika itu. Maka, bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa sunnah senin kamis) boleh melaksanakan puasa ketika itu, menurut pendapat ini. (Lathoif Al Ma’arif, 244-245)

Lanjut ke Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban? (BAG. 2)

Belum ada Komentar untuk Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

keutamaan ziarah kubur

Keutamaan Ziarah Kubur

T 4 March 2019 F , A WP-YNI

Semua makhluk hidup pasti akan merasakan yang namanya ‘kematian’, manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia diberi akal sehat agar dapat membedakan mana yang baik dan buruk, maka itulah fungsinya agar kita selalu berbuat baik dan mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Kematian... Selengkapnya

menyambung tali silaturahim di bulan Ramadhan

Ramadhan Indah, Mengikat Ukhuwah Kepada Sesama Umat

T 18 May 2018 F , A WP-YNI

Ramadhan ialah bulan suci nan mulia, menjadi tamu agung untuk mereka yang mengharapkan ampunan Allah SWT dan merindukannya jannahNya. Bulan Ramadhan pula menjadi bulan pengikat ukhuwah kepada sesama umat. Mengikat tali silaturahim yang mana akan memperpanjang umur dan memperlancar rezeki... Selengkapnya

Keutamaan-keutamaan Dibulan Rajab

Keutamaaan-Keutamaan Di Bulan Rajab

T 11 March 2019 F A WP-YNI

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia didalam calendar hijriyah, yang dimana didalamnya terdapat keutamaan-keutamaan. Bulan Rajab masuk kedalam salah satu Bulan Haram (suci), bulan Haram ialah bulan yang didalamnya dilarang keras untuk berbuat maksiat. إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00