Beranda » Agama Islam » Apa Hukumnya Memakai Masker Ketika Sholat?

Apa Hukumnya Memakai Masker Ketika Sholat?

T Diposting oleh pada 30 March 2020
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 288 kali

Shalat merupakan salah satu kewajiban umat muslim. Yang di mana menjadi perkara pertama yang di ungkap saat bangkit di hari kemudian. Di terima ibadahnya tergantung dengan tata cara sebelum saat dan sesudah shalat. Seperti yang di ketahui bahwa sebelum  melaksanakan shalat, kita di wajibkan untuk bersuci yakni dengan Wudhu. Wudhu merupakan kegiatan bersuci wajib sebelum di lakukannya shalat.

Namun bagaimanakah hukumnya memakai masker agar terhindar dari virus atau bakteri menular?

Iya, sekarang ini kita sedang di hadapkan dengan wabah virus pendemi COVID-19 atau yang di sebut virus corona. Virus corona menyebar melalui udara dengan jarak dekat dengan yang terjangkit virus, melalui droplets ketika bersin atau batuk dan dari benda-benda yang telah terkontaminasi dengan virus tersebut. Maka tidak sedikit orang yang shalat dengan menggunakan masker hidung agar tidak terhirup bakteri corona.

Agama tidak melarang pemakaian atribut ketika shalat, seperti peci, sorban, sajadah dan lain sebagainya, dan sekarang yang ramai di pakai khalayak banyak yakni masker. Tapi, Apa hukumnya memakai masker ketika shalat? Tindakan menutup mulut atau hidung di sebut dengan istilah Talatsum.

Para ulama bersepakat bahwa hukum memakai masker ketika shalat ialah makhruh. semua aturan di peruntukkan untuk laki-laki dan perempuan, tidak ada pengecualian. Kenapa di hukumi makruh? Di jelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ فِي الصَّلَاةِ

Artinya: “ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menutup mulutnya ketika shalat.” (HR. Abu Daud : 643, Ibnu Majah : 966, Ibnu Hibban : 2353 dan di hasankan oleh Syuaib Al – Arnauth)

Dan bila sudah banyak yang melakukan hal tersebut ketika shalat menggunakan masker maka shalatnya sah dan tidak perlu di ulangi meskipun dilakukan dengan sengaja. Dijelaskan di bawah ini:

Dari An-Nawawi mengatakan,

ويكره أن يصلي الرجل متلثما أي مغطيا فاه بيده أو غيرها… وهذه كراهة تنزيه لا تمنع صحة الصلاة

Artinya: “ Makruh seseorang melakukan shalat dengan talatsum, artinya menutupi mulutnya dengan tangannya atau yang lainnya… makruh di sini adalah makruh tanzih (tidak haram), tidak menghalangi keabsahan shalat.” (Al-Majmu’ 3:179)

Namun, ada di antara kaidah yang di tetapkan oleh para ulama dalam Ushul Fiqh, di perbolehkannya memakai makser bila itu adalah kebutuhan. Asalkan bersih dan tidak ada najis maka sholat akan sah dan sebaliknya bila masker yang di gunakan untuk menutupi mulut atau hidung kita kotor maka shalat tidak sah.

Lalu dari Ibnu Abdil Bar mengatakan,

أجمعوا على أن على المرأة أن تكشف وجهها في الصلاة والإحرام، ولأن ستر الوجه يخل بمباشرة المصلي بالجبهة والأنف ويغطي الفم، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل عنه. فإن كان لحاجة كحضور أجانب فلا كراهة، وكذلك الرجل تزول الكراهة في حقه إذا احتاج إلى ذلك

Artinya: “ Para ulama sepakat bahwa wanita harus membuka wajahnya ketika shalat dan ihram, karena menutup wajah akan mengjalangi orang yang shalat untuk menempelkan dahi dan hidungnya, dan menutupi mulut. Padahal Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang lelaki untuk melakukan hal ini. Namun jika ada kenutuhan, misalnya ada banyak lelaki non mahrom, maka hukumnya tidak makruh. Demikian pula lelaki, hukumnya menjadi tidak makruh jika dia butuh untuk menutupi mulutnya.” (Al – Mughni, Ibnu Qudamah 1:432)

Belum ada Komentar untuk Apa Hukumnya Memakai Masker Ketika Sholat?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Apa Hukumnya Memakai Masker Ketika Sholat?

Qurban bersama Yayasan Nurul Ihsan

Apa Hukum Berkurban Bagi Umat Muslim?

T 10 August 2018 F , A Admin Web YNI-1

Qurban merupakan kegiatan atau suatu amal ibadah bertujuan agar lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dengan menyembelih hewan qurban. Qurban sudah ada sejak jaman jahiliyah terdahulu yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, yaitu menyembellih hewan sebagai persembahan berhala-berhala mereka. Maka Allah... Selengkapnya

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban_

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban?

T 5 April 2019 F , A Admin Web YNI-1

Puasa setelah pertengahan bulan sya’ban banyak dianggap sebagai sebuah larangan. Dalam beberapa hadits juga disebutkan bahwa berpuasa setelah pertengahan bulan sya’ban ialah tidak boleh. Maka, banyak yang beranggapan bahwa perintah tersebut benar adanya karena didasari oleh hadits-hadits. Ada beberapa lafazh,... Selengkapnya

3 fase ramadhan

3 Fase Ramadhan Yang Harus Kita Ketahui

T 10 June 2017 F A Yayasan Nurul Ihsan

Pada umumnya umat Islam telah memahami bahwa puasa Ramadhan selama satu bulan penuh terbagi menjadi 3 fase. Fase Pertama, yakni 10 hari pertama adalah Fase RAHMAT, kemudian 10 hari kedua adalah fase AMPUNAN, dan fase 10 hari ketiga adalah fase... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00