Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Agama Islam » 7 Cara Menghormati Orang Tua Dalam Islam

7 Cara Menghormati Orang Tua Dalam Islam

T Diposting oleh pada 6 December 2018
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 95 kali

Orang tua merupakan manusia yang mengandung kita, melahirkan kita kedunia, membesarkan kita dengan sekuat tenaga dan diisi dengan iman. Yang membesarkan kita tanpa kenal lelah dan selalu menyiakan segala kebutuhan anaknya. Tanpa meminta imbalan ataupun penghargaan. Memberikan pendidikan baik agama maupun umum untuk memenuhi kebutuhannya dimasa depan kelak.

Tapi, masih ada anak yang tidak menghormati orang tuanya. Membentak, meminta sesuatu yang berlebihan, memerintah orang tua sendiri semaunya dan lain sebagainya. Tidakkah kalian tahu? Bahwa ‘Ridho Allah didalam Ridhonya Orang tua’ dan begitu pun sebaliknya ‘murka Allah didalam murkanya orang tua’ seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits shahih dibawah ini.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam bersabda:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
artinya:  “Keridhoan Allah itu didalam keridhoan orang tua dan kemarahan Allah itu di dalam kemarahan kedua orang tua.” (HR. At-Tirmidzi)

ADAB TERHADAP ORANG TUA

Adab-Adab Terhadap Orang Tua Dalam Islam

Didalam agama islam, orang tua merupakan orang yang memiliki kedudukan penting. Bahkan, Rasulullah pun menyebut nama Ibu sebanyak tiga kali lalu diikuti dengan ayah sebagai orang-orang pertama yang harus dihormati.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

artinya: Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa salam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi Shallallahu’alaihi wa salam menjawab, ‘Ibumu!’ dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu’alaihi wa sala menjawab. ‘Ibumu!’ orang tersebut kemudian bertanya kembali. ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab ‘Ibumu!’ orang tersebut bertanya kembali. ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu’alaihi wa salam menjawab, ‘kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari : 5971 dan Muslim : 2548)

tidak hanya hadits shahih diatas namun banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman dan bertaqwa harus menghormati orang tua selain memerintahkan umat islam untuk beribadah kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Lalu bagaimana cara kita seorang anak memperlakukan orang tua? Dan berikut adab-adab terhadap orang tua dalam islam:

  1. Selalu Meminta Ridho Kepada Orang Tua

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash radhiyallahu’anhu dia berkata, Nabi shallallahu’alaihi wa salam bersabda: “Keridhoan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua.” (HR. At-Tirmidzi)

  1. Tidak Memandang Orang Tua Dengan Pandangan Yang Kasar

Seperti yang telah dijelaskan dalam hadits Al-Musawwir bin Makhramah ra, “Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandangkan tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah.” (HR. Bukhari : 2731) dari dalil tersebut bisa kita ketahui bahwa tidak memandang tajam merupakan suatu bentuk pengagungan atau penghormatan, yang juga sangat layak kita berikan juga kepada orang tua kita.

  1. Tidak Mendahului Ketika Orang Tua Tengah Berbicara

Diantara adab mulia yang lainnya yang diterapkan ketika berbicara dengan orang tua ialah tidak mendahului mereka ketika mereka tengah berbicara hingga mereka selesai. Bagaimana yang telah diterapkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu. Beliau berkata:

كنَّا عندَ النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ فأتيَ بِجُمَّارٍ، فقالَ: إنَّ منَ الشَّجرةِ شجَرةً، مثلُها كمَثلِ المسلِمِ ، فأردتُ أن أقولَ: هيَ النَّخلةُ، فإذا أنا أصغرُ القومِ، فسَكتُّ، فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ: هيَ النَّخلةُ

Artinya: “kami pernah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim’. Ibnu Umar berkata: ‘sebetulnya aku ingin menjawab: pohon kurma. Namun karena ia yang paling muda di sini maka aku diam’. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma’” (HR. Al Bukhari: 82 & Muslim : 2811).

Ibnu Umar radhiyallahu’anhu melakukan hal sedemikian karena adanya para sahabat yang lebih tua usianya walaupun bukan orang tuanya. Maka hal demikian sangat layak kita terapkan kepada orang tua kita.

  1. Lebih Mengutamakan Orang Tua Daripada Diri Sendiri Atau Iitsar Dalam Perkara Duniawi

Hendaknya kita tidak mengutamakan diri sendiri dari orang tua kita dalam perkara duniawi seperti makan, minum dan perkara lainnya. Sebagaimana hadits dalam shahihain mengenai kisah yang diceritakan oleh baginda Rasulullah shallallahu’alahi wa salam yakni tenntang tida orang yang terjebak dalam gua oleh batu yang besar. Kemudian mereka bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan mereka, dan salah satu diantaranya :

Ya Allah, sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah sangat renta dan saya pula memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajah-Mu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membuka kan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya“.

  1. Tidak Duduk Didepan Orang Tua Sedangkan Mereka Berdiri
    Dijelaskan dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, yang artinya:

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam mengaduh (karena sakit), ketika itu kami shalat bermakmum dibelakang beliau. Sedangkan beliau dalam keadaan duduk dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada orang-orang. Lalu beliau menoleh kepada kami, maka beliau melihat kami shalat dalam keadaan berdiri. Kemudian neliau memberikan isyarat kepada kami untuk duduk, lalu kami shalat dengan mengikuti shalatnya dalam keadaan dudukl. Ketika beliau mengucapkan salam, maka beliau bersabda, “Kalian baru saja hampir melakukan perbuatan kaum Persia dan Romawi, mereka berdiri dihadapan raja mereka, sedangkan mereka dalam keadaan duduk, maka janganlah kalian melakukannya. Berimamlah dengan imam kalian. Jika dia shalat dalam keadaan berdiri maka shalatlah kalian dalam keadaan berdiri dan jika dia shalat dalam keadaan duduk, maka kalian shalatlah dalam keadaan duduk.” (HR. Muslim : 413)

Para ulama mengatakan dilarangnya hal terebut karena itu merupakan kebiasaan orang kafir Persia dan Romawi, maka hendaknya kita menyelisihi mereka.

  1. Mematuhi Segala Perintah Mereka

Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam risalahnya yang berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah hal 44) menyebutkan sekurang-kurangnya ada tujuh adab anak kepada orang tua yakni sebagai berikut, yang artinya,

“Adab anak kepada orang tua, yakni mendengarkan kata-kata orang tua, berdiri ketika mereka berdiri, mematuhi sesuai perintah-perintah mereka, memenuhi panggilan mereka, merendah kepada mereka dengan penuh sayang dan tidak menyusahkan mereka dalam pemaksaan, tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada mereka dan tidak sungkan melaksanakan perintah-perintah mereka, tidak memandang mereka dengan rasa curiga dan tidak membangkan perintah mereka.”

Berdasar kan pernyataan Imam al-Ghazali diatas, mengatakan bahwa kita juga harus mematuhi segala perintah dan seorang anak harus patuh terkecuali perintahnya bertentangan dengan syariat Allah subhanahuwata’ala.

  1. Tidak Mengucapkan Kata “Ah” Dan Kata Mencela Lainnya

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

Artinya: “Maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.” (QS. Al – Isro : 23)

Bahkan Ibnu Katsir mengatakan bahwa, “Janganlah engkau memperdengarkan pada keduanya kata-kata yang buruk. Bahkan jangan pula mendengarkan kepada mereka kata ‘uf’ (menggerutu) padahal kata tersebut adalah sepaling rendah dari kata-kata yang jelek.”

 

Belum ada Komentar untuk 7 Cara Menghormati Orang Tua Dalam Islam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait 7 Cara Menghormati Orang Tua Dalam Islam

Adab Makan dan Minum

Makan Berlebihan Dapat Merusak Tubuh?

T 14 December 2018 F A WP-YNI

Makan merupakan suatu kegiatan rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan. Makan merupakan kebutuhan manusia sebagai pembantu metabolism tubuh. Namun dijaman yang semakin modern dan canggih ini, makanan dan minuman siap saji dapat ditemukan dimana saja dan yang pasti kandungan makanan yang... Selengkapnya

beradab lebih mulia ketimbang berilmu

Rasulullah Mencintai Orang Yang Paling Baik Akhlaknya

T 12 October 2018 F A WP-YNI

Abdurrahman bin Qasim, seorang pelayan dari Imam Malik bin Anas, menuturkan kesaksiannya selama menjadi pelayan Imam malik selama 20 tahuhn. Abdurrahman berkata, “Tidak kurang dua puluh tahun aku menjadi pelayan Imam Malik. Selama dua puluh tahun tersebut aku perhatikan beliau... Selengkapnya

keutamaan shalat dhuha

Indahnya 2(Dua) Rakaat Kala Pagi Hari

T 14 March 2018 F , A WP-YNI

Shalat dhuha.. apa itu shalat dhuha? Shalat dhuha ialah rangkaian shalat sunnah yang amat bermanfaat bila dikerjakan. Shalat yang dikerjakan di waktu pagi ini atau lebih jelasnya shalat yang dikerjakan sekitar matahari terbit dan meninggi kira-kira setinggi tombak atau 18... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00