Archive: February 24, 2017

yayasan anak yatim di jakarta timur

Apakah Penyakit Hati Bisa Disembuhkan ?

Hati adalah salah satu organ tubuh manusia, dalam islam sendiri hati adalah penentu sifat seseorang. Baik buruknya seseorang berasal dari dalam hatinya. Dalam bahasa Arab, hati disebut dengan Qalbu. Kita sering mendengar betapa pentingnya organ hati tempat lahirnya perasaan tersebut. Hati juga tempat bersemayamnya syaitan dan keburukan yang disebut juga dengan penyakit hati.

Penyakit Hati adalah adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia. Penyakit hati dalam islam bukanlah penyakit hati yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, chirhosis, dan lain sebagainya. Penyakit yang ada dalam hati setiap orang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya. Perihal mengenai penyakit hati ini disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini :

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)

kunci hati

Dalam firman tersebut disebutkan bahwa penyakit  hati seseorang bisa membwa pada kekafiran dan mati dalam keadaan kafir. Hal ini tentunya tidak diinginkan oleh setiap muslim manapun. Oleh sebab itu selayaknya sebagai muslim kita harus senantiasa menjaga hati dari berbagai kotoran dan penyakit yang bisa merusak keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.

Berikut ini beberapa jenis penyakit hati dalam islam:

  • Takabbur
    • Takabbur artinya sombong.
  • Riya’
    • Orang yang riya ’ itu dia memperlihatkan suatu amal sholeh kepada sesama manusia
  • Ujub
    • Ujub adalah sikap mengagumi diri sendiri, karena merasa lebih dari yang lain atau berbangga diri.
  • Hasad
    • Hasad adalah merasa iri dengki pada kenikmatan dan kelebihan orang lain, disertai harapan agar semua itu hilang dari orang lain itu.
  • Taqtir
    • Taqtir itu artinya terlalu pelit. Tidak mau mengeluarkan harta, padahal wajib.

Beberapa Tips Untuk Penyembuhan Penyakit Hati

Hati berasal dari kata Qalbun yang artinya berbolak balik. Hati merupakan  bagian yang sangat terpenting dari pada manusia. Apabila hati kita baik maka baiklah semua amalan kita. tetapi apabila hati kita buruk maka hancurlah semua amalan kita.

Penyakit hati dapat mengakibatkan kesengsaraan bagi kita, kesengsaraan didunia dan kesengsaraan di akhirat nanti.

Rasulullah SAW Bersabda:

“Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari)

Berikut ini beberapa tips untuk penyembuhan penyakit hati :

  • Membaca Al Qur’an dan merenungkan maknanya
  • Melakukan shalat malam (shalat tahajjud)
  • Berkumpulan atau Bergaul dengan orang-orang sholeh
  • Perbanyakkan berpuasa
  • Berzikir dan berdo’a dengan merendahkan diri dihadapan Allah

Mengetahui Cara Pencegahan Penyakit Hati Dalam Islam

Agar hati kita selalu bersih dan selalu berfikir positif, maka berikut ini cara-cara agar kita terhindar dari penyakit hati yang selalu menghampiri manusia.

  • Belajar dan memahami akidah islam yang benar, baik tentang keimanan ataupun syariat serta mengamalkannya.
  • Membersihkan hati dengan berusaha mengamalkan seluruh syariat islam.
  • Memandang dunia dengan segala perhiasannya sebagai suatu yang akan punah dengan cepat dan sesuatu yang tidak seberapa di banding dengan akhirat.
  • Selalu mengingat bahaya segala macam perilaku tercela kehidupan dunia dan akhiratnya.
  • Bergantung dan berharap kepada Alloh SWT.

Semoga informasi mengenai penyakit hati dalam islam tersebut di atas bisa kita hindari, kita perbanyak dengan bersyukur dan beribadah kepada Alloh SWT.

yayasan anak yatim di jakarta timur

Pentingnya Pendidikan Dalam Keluarga

Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam suatu kelurga yang dilaksanakan  oleh orang tua sebagai tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik anak dan keluarga.

Pendidikan Keluarga adalah usaha sadar yang dilakukan orang tua, karena mereka pada umumnya merasa terpanggil secara naluriah untuk membimbing dan mengarahkan, pengendali dan pembimbing, serta membekali dan mengembangkan pengetahuan nilai dan ketrampilan bagi putra-putri mereka sehingga mampu menghadapi tantangan hidup di masa datang.

Dictionary of Education menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk perilaku lainnya di dalam masyarakat dimana yang bersangkutan hidup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah proses timbal balik dari tiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan lingkungan hidupnya.

Happy family with several members in education process

Sementara itu, keluarga adalah kasatuan unit terkecil di dalam masyarakat. Jadi, pendidikan dalam keluarga adalah proses pembentukan mental dan tingkah laku seorang anak manusia secara berkesinambungan dalam unit terkecil di dalam masyarakat. Sejatinya, pendidikan dimulai dari dalam keluarga karena tidak ada orang yang tidak dilahirkan dalam keluarga.

Mengapa pendidikan dalam keluarga penting?? Faktanya, setiap orang yang bersosialisasi dalam masyarakat berasal dari keluarga. Kemampuan bersosialisasi tidak datang secara tiba-tiba melainkan hasil dari suatu pembelajaran panjang dalam keluarga.

Beberapa Tips Cara Mendidik Anak di Era Modernisasi

Pendidikan keluarga di era saat ini akan sangat berbeda pada saat mendidik pada era 80-an atau 90-an. Karena tentu pada saat ini,  pengaruh tekonologi yang hampir menyentuh semua lini kehidupan manusia dan sangat memudahkan tentunya di bandingkan pada masa-masa sebelumnya.

Berikut ini beberapa tips untuk mendidik anak-anak saat ini dalam menghadapi gempuran era modernisasi :

  1. Menanamkan Nilai-nilai Ketauhidan
  2. Menjadi Sahabat dan Mendidik dengan Keteladanan
  3. Mendidik dengan Kebiasaan
  4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
  5. Memotivasinya Anak Berbuat Baik
  6. Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Anak
  7. Mendidik dengan Reward/Hadiah
  8. Memilih Sekolah yang Islami
  9. Mendidik dengan Hukuman
  10. Memahami Keadaan Anak Secara Baik dan Menggunakan Metode yang Tepat.

Peranan Keluarga Dalam Pendidikan Agama

Pendidikan yang paling utama dalam keluarga ialah yang mencakup pendidikan ruhani anak atau pendidikan agama. Pendidikan agama dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual anak agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

Memasuki era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus disiapkan sedini mungkin dari hal-hal yang dapat merusak mental dan moral anak, yaitu dengan dasar pendidikan agama dalam keluarga. Sehingga anak diharapkan mampu menyaring dan tangguh dalam

Pendidikan agama dalam keluarga telah disyariatkan oleh Alloh dalam Al-qur’an dan diinterpretasikan melalui hadits Nabi Muhammad Saw. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Al-Quran Surat At-Tahrim ayat 6.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “

Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 46

“ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. “

Rasululloh Saw bersabda

“Suruhlah anak-anakmu Shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukulah mereka (jika tidak mau) Shalat ketika sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka (HR. Abu Dawud)

Dari beberapa keterangan diatas, baik Al-qur’an maupun hadits mengisyaratkan bahwa pendidikan dalam keluarga itu sangat penting terutama dalam pendidikan agama. Pendidikan yang ditanamkan orang tua pada anak merupakan landasan dasar berpijak anak dalam berpikir dan berkembang secara jasmani, rohani dan mental anak.

Semoga informasi di atas dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi para sahabat semua.

yayasan anak yatim di jakarta timur

Mau Do’a Kita Maqbul? Perbaiki Cara Berdo’a!

Coba pikirkan seandainya ada orang yang yang dating ketempat kita silaturahmi, kemudian langsung meminta uang dengan cara yang tidak baik dan sopan..dia tidak mengucap salam, tidak memanggil nama kita dengan santun, dan tidak punya tata karama dalam berinteraksi. Apa persaan anda saat itu? Marah, iba atau sebel ?

Apatah lagi kita minta dan berdo’a kepada Allah, tentu itu sangat tidak boleh!

Berlaku sopanlah dalam meminta kepada Allah! Sebutlah nama-Nya dengan santun, gunakan tata krama yang baik.  Jangan langsung to the point meminta. Mengapa do’a kita tumpul? Salah satunya karena tingkah kita sendiri yang tidak beradab dalam meminta.

doa

Bagaimana tata cara berdo’a yang baik berdasarkan Al Quran dan hadits? Inilah jawabannya..

  1. Mulailah dengan basmalah
  2. Memuji Allah

“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya” (An Nashr:3). Dalam ayat ini, Allah memberikan petunjuk agar kita memuji-Nya sebelum menyampaikan maksud doa yang kita panjatkan. Memuji Allah ialah dengan mungucapkan “Alhamdu lillaahi robbil aalamiin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), atau dengan redaksi lainnya.

  1. Bershalawat untuk Nabi

Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.

Jadi, bershalawat kepada Nabi sangat penting untuk membuka hijab (tirai) agar doa kita sampai pada Allah azza wa jalla. Bershalawat atas Nabi misalnya membaca “Allahumma shalli ala (sayyidinaa) Muhammad” atau dengan redaksi lain yang anda sukai.

  1. Sebutlah nama-Nya dengan santun (dengan asmaul husna)

“Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna itu “(QS Al Araf : 180).

Contoh membaca asmaul husna dalam berdoa:

Ya Allah, ya ROZAK berilah kami rizki yang halal

Ya GHOFUR… ampunilah kami

Robbanaa innaka anta SAMIIUL ‘ALIIM watub alaina innaka anta TAWWAABU RAHIIM

  1. Menyebutkan maksud yang diminta

Point ke-5 ini adalah inti dari doa (permintaan) kita

  1. Tutup do’a dengan shalawat Nabi, memuji Allah, dan Amin

Washallallahu ala (sayyidinaa) Muhammadin, walhamdulillaahi rabbil aalamiin. Amin.

Contoh redaksi do’a singkat berdasarkan urutan poin-poin di atas:

(1) Bissmillahirrahmaanirrohiim

(2) Alhamdulillahi robbil aalamiin

(3) Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

(4) Ya Allah ya ROZAK

(5) Hari ini saya mau berdagang, berilah kami rizki yang halal dan melimpah

(6) Washallallahu ala (sayyidina) Muhammad, walhamdulillaahi rabbil aalamiin. Amin.

Poin (5) sebaiknya menggunakan do’a yang ma’tsur, yaitu do’a yang ada dalam Al Quran atau do’a yang di contohkan oleh Rasulullah SAW, misalnya:

Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii (QS Ibrahim). Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat menegakkan shalat.

Allahummakfinii bihalaallika an haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). Ya Allah berilah saya rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau ridhai, bukan yang engkau murkai.

Mari kita meminta kepada Allah SWT apa yang kita hajatkan dan berdo’alah dengan perkataan yang baik-baik niscaya Allah akan senang jika makhluknya meminta.

Seperti firman Alloh di Qs  Al-Mukmin ayat 60

“ ud’uni astajib lakum “

Artinya : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan (permintaan) bagimu.

Demikian informasi mengenai tata cara berdo’a yang baik dan benar terhadap Allah SWT, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00