Tag: bersedekah

shalat yang tidak diterima oleh Allah SWT

Apa Saja Macam Shalat Yang Tidak Diterima Allah ?

Shalat merupakan tiang agama. shalat terdiri dari lima waktu, kedudukan shalat lima waktu ini adalah ibarat tiang utama atau tiang penopang sebuah masjid atau bangunan. Bila tiang ini hancur atau roboh maka robohlah bangunan tersebut. Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu’alaihi wa salam bersabda,

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

Artinya: “Inti pokok segala perkara adalah islam dan tiangnya (penopang) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3979. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dalam hadits tersebut bahwa shalat didalam agama islam merupakan tiang penopangnya sebuah bangunan. Bangunan tersebut bisa roboh  apabila tiang penopang itu patah atau hancur. Begitu juga dengan islam , dapat ambruk dengan hilangnya shalat.  Maka, bersungguh-sungguhlah dalam shalat dengan kesungguhan dan khusu’ nya dalam shalat insyaAllah shalat kita diterima dan tiang agama tidak akan jatuh.

Diwajibkannya kita shalat dalam keadaan yang baik, khusu’ dan ikhlas. Namun masih banyak shalatnya orang muslim yang tidak diterima Allah subhanahuwata’ala karena beberapa factor. Dari Imam Hasan Al-Basri rahimahullah mengatakan, “Wahai anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dalam kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.

shalat yang tidak diterima oleh Allah SWT

Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam bersabda bahwa: “10 orang shalatnya tidak diterima oleh Allah subhanahuwata’ala, diantaranya:

  1. Lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.
  2. Lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
  3. Lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Lelaki yang melarikan diri.
  5. Lelaki yang meminum arak tanpa mau meninggalkannya (taubat)
  6. Perempuan yang suaminya marah padanya.
  7. Perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.
  8. Imam atau pemimpin yang zalim, sombong dan menganiaya.
  9. Orang-orang yang suka makan riba’
  10. Orang yang shalatnya tidak dapat menahan diri dari melakukan perbuatan keji dan munkar. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallhu’alaihi wa salam bersabda, “Barang siapa yang shalatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambah kemurkaan Allah dan juh dari Allah.”

Lalu dari Hassan radhiyallahuanhu berkata, “Kalau shalat kamu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan shalat. Dan pada hari kiamat nanti shalatmu itu akan dilemparkan kearah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal nan buruk.”

 

Bagaimana Agar Shalat Kita Diterima Oleh Allah SWT

Orang-orang yang mengerjakan shalat saja masih bisa celaka, apalagi orang yang tidak shalat? Lalu apa saja tanda-tanda shalat yang diterima oleh Allah subhanahuwata’ala?

Allah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat orang-orang yang merendahkankan dirinya karena kebesaranKu, menahan dirinya dari hawa nafsu karena  Aku, yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berzikir kepadaKu, yang melazimkan hatinya untuk takut kepadaKu, yang tidak sombong terhadap makhlukKu, yang memberi makan pada orang yang lapar, yang memberi pakaian pada orang yang telanjang, yang menyayangi orang yang terkena musibah, yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari. Aku akan berikan cahaya ketika dia kegelapan. Aku akan berikan ilmu ketika dia tidak tahu. Aku akan lindungi dia dengan kebesaranKu. Aku akan suruh malaikat menjaganya. Kalau dia berdoa kepadaKu,  Aku akan segera menjawabnya. Kalau dia meminta kepadaKu, Aku akan segera menenuhi permintaannya. Perumpamaannya dihadapanKu seperti perumpamaan Surga Firdaus.

Pembangunan kamar mandi lantai 2

Berkenalan Dengan Panti Yatim Yayasan Nurul Ihsan

Yayasan Nurul Ihsan didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat di sekitar dengan memberikan bantuan sosial dalam bentuk program pendidikan baik formal maupun non formal dengan memberikan pelatihan untuk  penguasaan ketrampilan yang bisa menghasilkan lapangan kerja. Maka untuk mewujudkan misi sosial pendidikan ini mutlak memerlukan sarana dan prasarana  yang hari ini sedang kami wujudkan.

Alhamdulillah pembangunan gedung untuk sarana pembelajaran telah kami rampungkan untuk lantai dasar, sehingga bisa digunakan untuk fasilitas pembelajaran. Selanjutnya untuk pembangunan lantai dua masih berjalan, meskipun belum rampung tapi sudah bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan umum. Seluruh kegiatan pendidikan ini dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu namun mau belajar, yang putus sekolah, dan yang sekolah tidak tamat.

Program pendidikan ini dimulai dari tingkat dasar yaitu anak usia dini dalam bentuk  penyelenggaraan program Taman Kanak-Kanak (TK) Terpadu dan program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Untuk tahapan selanjutnya diselenggarakan Kursus Bahasa Arab, Kursus Bahasa Inggris, dan Bimbingan Belajar. Dan tahapan-tahapan selanjutnya yang Insya Allah berjalan.

 

Pembangunan Kamar Mandi 2 Lantai Di Asrama Yatim

Alhamdulillah, seiring dengan bertambahnya amino masyarakat yang menjadikan kegiatan-kegiatan yang berada di Yayasan Nurul Ihsan semakin meningkat. Maka, peningkatan tersebut dibutuhkan satu tempat kegiatan keagamaan yang memadai . Saat ini Pengurus Yayasan Nurul Ihsan tengah berkeupayaan untuk merenovasi dan membangun asrama yatim menjadi lebih layak, sehingga daya tampung dan kenyamanan untuk anak yatim menjadi lebih besar bersih.

Beberapa perbaikan yang akan dilakukan di antaranya :

  • Membangun kamar mandi (MCK) untuk asrama yatim
  • Memperbaiki sanitasi

 

Dan berikut gambar masih berjalannya pembangunan kamar mandi di asrama yatim :

 

 

 

Pembangunan Kamar Mandi Lantai 2

 

Pembangunan kamar mandi lantai 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi para donatur yang ingin mensedekahkan sebagian rizkinya untuk membantu penyelesaian pembangunan kamar mandi di asrama yatim Yayasan Nurul Ihsan dapat menyalurkan donasi anda melalui via :

Bank Mandiri KCP JKT Buaran                   : 006-00-0609147-8

Bank BRI Unit Malaka                                   : 0997.01.003230.50.0

Bank Syariah Mandiri KCP Utan Kayu       : 7085.2222.22

dan dapat hubungi via WA/Tlp/Sms          : 087872755256 (Apriliani)

 

Wassalamu’alaikum wr.wb

 

bersedekah dibulan ramadhan

Keutamaan Banyak Bersedekah Di Bulan Ramadhan

Sedekah di bulan ramadhan sangatlah dianjurkan. Bagaimana tidak, keutamaan dibulan ramadhan merupakan alasan terbaik orang mukmin untuk memperbanyak sedekah.  Rasulullah SAW merupakan manusia yang sangat bersemangat dalam berbuat kebaikan. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata:

“Nabi SAW adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan. Tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya dibulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul SAW adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari : 3554 dan Muslim : 2307)

Dan ini bukan hanya perintah Nabi Muhammad SAW namun, termasuk perintah Allah SWT. Karena kedermawanan merupakan salah satu dari sifat Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi). Dan diteruskan oleh sabda Nabi Shallallahu’alaihi wassalam yang artinya, “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang dibawah. Tangan diatas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

bersedekah dibulan ramadhan

Alasan Dianjurkannya Banyak Bersedekah Dibulan Ramadhan

Tak dapat dielakkan, bulan Ramadhan merupakan bulan dengan pahala yang Allah siapkan dengan berlipat ganda. Lalu apa sajakah alasan lainnya? Berikut uraiannya.

  1. Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia dan pahal berlipat ganda pada bulan tersebut.
  2. Berderma dibulan ramadhan sama saja dengan membantu orang yang berpuasa. Dan orang yang membantu tersebut mendapat pahala seperti pahala mereka yang beramal.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun juga.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

  1. Digabungkannya puasa dan sedekah merupakan sebab seseorang dimudahkan masuk surga.

Dari Ali, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya disurga ada kamar yangn luasnya bisa dilihat dari  dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan(kepada yang butuh), rajin berpuasa dan melakukan shalat dimalam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidwzi dan Ahmad)

  1. Didalam berpuasa pasti ada kekurangannya, maka sedekah merupakan penutup dari kekurangan tersebut. Oleh karena itu, diakhir ramadhan disyariatkan untuk seluruh kaum muslimin agar menunaikan zakat fitrah. Bertujuan mensucikan orang yang berpuasa. Dari Ibnu Abbas radiyallahuanhuma, ia berkata “Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR. Abu Daud : 1609 dan Ibnu Majah : 1827)
  2. Dibulan Ramadhan, Allah SWT beri kasih sayang dan berderma kepada hamba-hamba –Nya dengan memberikan rahmat, ampunan dan dibebaskan dari api neraka, terlebih lagi pada malam Lailatul Qadar
  3. Disyairatkan banyak berderma ketika puasa seperti memberi makan buka puasa adalah agar orang kaya dapat merasakanorang yang biasa menderita lapar sehingga mereka pun dapat membantu orang yang sedang kelaparan. Oleh karena itu sebagian ulama teladan dimasa silam ditanya, “kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa?” Jawab mereka, “Supaya yang kaya dapat merasakan penderitaan orang yang lapar. Itu supaya ia tidak melupakan deritanya orang lapar.” (Lathaif Al-Ma’arif hal 300)

 

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain dibulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah SAW, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan dimana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dna ulama Hambali lainnya.” (Latahif Al-Ma’arif hal 301)

Semoga tangan dan kaki kita selalu ringan dalam berbuat kebaikan. Dan apapun kebaikan yang kita lakukan semata-mata hanya mengharapkan Allah SWT.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00