Beranda » Agama Islam » Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

T Diposting oleh pada 14 April 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1446 kali

sudahkah kita memantaskan diri jadi bagian penghuni surga

Harapan paling besar seorang muslim ketika beramal ialah diterima segala amal yang telah dilakukannya. Sebagai amal kebaikan ( Ahsanul Amal) menjadi sebaik-baik amal yang akan membawa kita kepada Allah subhahuwata’ala dan surganya Allah tentunya. Janji-janji Allah tentang surga serta mereka yang menghuni surga menjadikan rindu akan ketetapan surga yang menjanjikan tersebut.

Mempercayai surga dan neraka ialah sebagian dari keimanan seorang muslim terhadap yang ghaib.

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya-seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali-Imran : 133)

Sedemikian Allah subhanahuwata’ala menggambarkan bagaimana isi surga dan siapa penghuni yang pantas mengisi tempat yang diidam-idamkan oleh seluruh umat manusia. Membuat kita berusaha agar dapat menjadi salah satu penghuni surganya Allah subahanahuwata’ala. Dan berfikir Pantaskah kita menjadi ahli surga?

Kunci-Kunci Menuju Surga Allah SWT

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bercerita, yang artinya, “(Suatu saat) Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Bagaimanakah keadaan penghuni surga yang paling rendah derajatnya?”. Allah menjawab, “Seseorang yang datang (ke surge) setelah seluruh penghuni surga dimasukkan ke dalamnya, lantas dikatakan padanya, “Masuklah ke surga!”. “Bagaimana mungkin aku masuk ke dalamnya wahai Rabbi, padahal seluruh penghuni surge telah menempati tempatnya masing-masing dan mendapatkan bagian mereka.” Jawabnya. Allah subhanahuwata’ala berfirman, “Relakah engkau jika diberi kekayaan seperti raja-raja didunia?”. “Saya rela wahai Rabbi” jawabnya. Allah kembali berfirman, “Engkau akan Kukaruniai kekayaan seperti itu, ditambah seperti itu lagi, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu dan ditambah seperti itu lagi.”  Kelima kalinya orang itu menyahut, “Aku rela dengan itu wahai Rabbi”. Allah kembali berfirman, “Itulah bagianmu ditambah sepuluh kali lipat darinya, plus semua yang engkau maui serta apa yang indah dipandangan matamu”. Orang tadi berkata, “AKu rela wahai Rabbi…”. (HR.  Muslim no. 312 dari al – mughirah bin syu’bah radhiyallahu’anhu)

Digambarkan begitu jelas dari hadits diatas, manusia yang derajatnya rendah ketika memasuki surga mendapatan bagian yang banyak. Bukankah ini menjadikan kita agar menjadi seorang muslim agar memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah? Namun hakikatnya bagi siapapun yang mendambakan surganya tidak mudah meraihnya. Karena surga hanya dimasuki oleh orang – orang yang telah memegang kunci untuk memasuki surga-Nya.

Dan berikut kunci-kunci untuk memasuki surga:

  1. Ilmu
  2. Amal
  3. Dakwah
  4. Sabar

Dan 4 kunci tersebut telah Allah isyaratkan dalam Al-Qur’an, yakni:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Melainkan orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling nasihat menasihati dalam kebaikan  dan saling nasihat menasihati dalam kesbaran”. (QS. Al – Ashr :1-3). Karena keagungan surah ini, hingga Imam Syafi’I berkara, “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah ats para hamba-Nya melainkan hanya surat ini, niscaya itu telah cukup”.

Golongan – Golongan Manusia Penghuni Surga

Allah subhanahuwata’ala berfirman yang artinya,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al- Imran : 133)

Orang-orang yang bertaqwa akan Allah sediakan surga yang telah dijelaskan dari firman Allah diatas, semakin merindu akan surganya Allah subhanahuwata’ala. Serta golongan-golongan yang Allah janjikan untuk menjadi bagian dari penghuni surga yakni para Nabi, orang-orang shaleh, orang-orang yang jujur, orang yang baik, yang terdahulu masuk islam, dan orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

Ini hanya beberapa golongan penghuni surga. Apakah kita sudah termasuk ke dalam salah satu golongannya? Sudah saatnya kita memperbaiki diri dan lebih banyak merenung. Apakah kita sudah menjadi mansia yang ikhlas dalam beribadah dan telah ikhlas melakukan amal shaleh? Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagai bekal kita dihari kemudian dan dapat menjadi salah satu golongan-golongan yang Allah janjikan menjadi bagian penghuni surga.

Wallahu ‘alam bis showwab.

Belum ada Komentar untuk Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

keutamaan bershalawat kepada Nabi

Apa Saja Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi?

T 30 November 2018 F A Admin Web YNI-1

Salah satu refleksi dari kecintaan seseorang terhadap Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa salam ialah dengan banyak  dengan banyak bershalawat kepadanya. Perihal ini diperjelas  dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 56 yang  berbunyi: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ... Selengkapnya

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

T 6 January 2020 F , A Admin Web YNI-1

Musibah ialah cobaan dari Allah. Itu terjadi atas kehendak Allah namun itu merupakan apa yang tidak kita kehendaki. Itulah kekuatan Allah, Dia-lah yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Musibah dapat di turunkan berupa sakit, kehilangan barang, bencana alam, wabah penyakit,... Selengkapnya

Amalan-Amalan Yang Dapat Menyia-nyiakan Puasa Ramadhan

Amalan-Amalan Yang Dapat Menyia-nyiakan Puasa

T 25 April 2019 F , A Admin Web YNI-1

Dibulan Ramadhan setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakan puasa. Menahan haus dan lapar dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun tidak hanya untuk menahan haus dan lapar tapi juga menahan dalam melakukan segala maksiat atau perbuatan yang menjurus ke sia-siaan. Karena,... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00