Beranda » Kisah Inspiratif » Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

T Diposting oleh pada 20 October 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 405 kali

Kisah ini menceritakan seorang preman yang udah taubat disaat Allah SWT memberikan dia waktu untuk memperbaiki kehidupan dan amal ibadahnya. Bang Yoga namanya, tidak disangka-sangka bang Yoga baru mau belajar shalat, dia diminta isi kultum saat Kuliah Tujuh menit di Shubuhan saat bulan Ramadhan.

Banyak warga yang kaget melihatnya berdiri dimimbar karena akan mengisi kultum, karena pastinya, dia si preman kampung yang suka berulah dan bikin kesel warga sekitar.

Banyak yang menyangka Kultum di bulan Ramadhan  harus diisi oleh para kiyai atau ustadz, namun tidak diMushalla ini, Mushalla yang berada di Ketapang, Tangerang, memberikan kepada siapa saja yang ingin menyampaikan materi ,berbagi aspirasi bersama warga ataupun hanya sekedar belajar memberanikan diri bicara didepan banyak orang.

Bang Yoga mengisi kultum, menggantikan jatah warga yang kebagian ngisi kultum tapi tidak hadir. Dengan potongan rambut baru yang lebih terlihat rapih, yang sebelumnya rambut panjang bang yoga hampir menyentuh pinggang.

Bertaubat NasuhaBang Yoga dengan segenap kepercayaan diri, berdiri di mimbar dan membuka suara,”Saya mau membawakan materi berjudul, Kematian!” katanya saat memulai.

Para jamaah dan warga yang berada diMushalla pun bersorak riuh,bukan karena kalimatnya, tapi karena cara bicaranya. Maka mengundang antusias warga untuk mendengar seorang Yoga berceramah.

Ia melanjutkan, “Bapak-bapak dan Ibu-ibu, pasti kaget melihat saya berdiri disini, didepan Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati. Mungkin yang kenal saya [asti sebel dan benci melihat saya, karena mengingat saya memang pantas disebelin dan dibenciin. Tapi saya ingat, manusia boleh kan juga bertobat. Dan juga saya denger, Allah mah engga pernah bakalan nutu pintu tobat. Enggak pernah kan, bukan begitu, Uztadz?” katanya Yoga sambil melirik Cang Haji Muhidin yang tadi bisik-bisik pas Bang Yoga naik mimbar. Yang dilirik, tersenyum.

“Sudah lumayan lama saya pengen shalat di Mushalla ini. Tapi, kepengen tinggal kepengen doang. Soalnya malu. Dan juga saya menag enggak bisa shalat yang bener, kayak  shalatnya orang-orang. Rapih, cakep, tertib dan enak dipandang.” Lanjut bang Yoga.

“Bapak-bapak lihat,’kan, sebenernya udah dua bulan saya sudah ga main judi lagi, engga main sabung ayam lagi, tidak menyentuh minum-minuman. Paling, maen burung!” Semua jamah tertawa.

“Bapak-bapak, Ibu-ibu, tau tidak kenapa saya udah menjauhi smeua itu? Pasalnya, saya takut mati! Banyak kawan-kawan saya udah pada mati. Dan matinya bikin saya jadi takut. Ada yang lagi maen judi, mati. Ada yang lagi nyolong, mati. Ada yang lagi ribut juga mati. Dan matinya enggak pake bilang-bilang Pak, Bu. Plek, mati gitu aja.”

“Saya engga mau begitu Pak,Bu. Saya enggak mau mati pas belom tobat. Biarin dah, selama dua bulan ini saya belum bisa shalat, belum bisa ngikut ngaji. Yang penting saya udah berusaha menjauhi segala perbuatan yang Allah sangat murkai. Nah, saya baru nongol

“Jadi, begitu, Bapak-bapak, Ibu-ibu, kita enggak pernah tahu kapan saatnya kita mati, kalo saat itu sudah datang, dia enggak bakal milih-milih, kagak bakal bilang-bilang.”

“Udah ah, itu aja. Maafin, saya enggak bisa ceramah kayak Ustadz Surdin, kayak Haji Muhidin. Lagian, saya berdiri disini’kan, enggak direncanain. Kalo direncanain, malah saya kayaknya enggak bakal datang.”

“Saya juga mau banyak-banyak minta maaf, mumpung Bapak-bapak, Ibu-ibu pada hadir semua. Yang enggak hadir juga dengar dispeaker. Saya minta maaf. Selama ini, saya menag dikenal banyak bikin ulah, banyak buat susah. Kalau bukan disini, sya pasti sulit untuk minta maaf, dan kalau bukan disini, Bapak-bapak, Ibu-ibu juga susah buat maafin saya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.”

Sesaat kemudian, terdengar suara Ustadz Surdin menutup ta’lim shubuh, “Demikianlah, sudah kita dengar pesan-pesan yang disampaikan Bang Yoda. Janganlah lihat siapa orangnya, lihat saja kebaikan yang disampaikannya. Singkat, padat, dan berisi. Kita doakan saja suapaya Bang Yoda bisa jadi Ustadz, aamiin. Sebagaimana kematian yang datang tanpa memberi salam dan mengetuk pintu, juga tanpa memilih orangnya, hidayah pun demikian. Ia dapat hadir di hati siapa saja yang Allah memang berkenan kepadanya.

 

Sumber : How to Make a Good Life

Belum ada Komentar untuk Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

T 28 October 2018 F A WP-YNI

“Perumpamaan mereka seperti orang yang memantik api. Ketika menjadi terang keadaan disekeliling mereka, Allah hilangkan cahaya tersebut dan meninggalkan mereka dalam kegelapan yang mereka tidak dapat melihat.” (QS. Al-Baqarah : 17) “Ah, gagal terus” tutur Nanang agak frustasi. “Apa gara-gara... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Kedudukan Dalam Islam Berbakti Kepada kedua Orang Tua

T 26 March 2017 F A Admin Web YNI

Kita pasti sudah tidak asing dengan kata “berbakti kepada kedua orang tua” yang sering kita jumpai di pengajian-pengajian dan buku-buku keislaman. Kali ini, kami ingin mengingatkan kembali tentang tema berbakti kepada kedua orang tua serta kisah para ulama dalam menaati... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Rendah Hati Dan Selalu Bersyukur Dalam Menjalani Kehidupan

T 11 February 2017 F A Admin Web YNI

Ini adalah kisah dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zainal. Ahmad ini pintar, cerdas, tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zainal adalah sahabat yang biasa saja, tapi keadaan orang tuanya mendukung karir masa depan. Keduanya bertemu. Bertemu di... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00