Beranda » Kisah Inspiratif » Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

T Diposting oleh pada 28 October 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 569 kali

Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

“Perumpamaan mereka seperti orang yang memantik api. Ketika menjadi terang keadaan disekeliling mereka, Allah hilangkan cahaya tersebut dan meninggalkan mereka dalam kegelapan yang mereka tidak dapat melihat.” (QS. Al-Baqarah : 17)

“Ah, gagal terus” tutur Nanang agak frustasi. “Apa gara-gara saya dulu suka nipu, ya?” pikirnya, tapi dai sendiri masih kurang yakin. Nanang akui, dia banyak nyusahin orang, banyak ngebohongin orang, banyak ngerugiin orang. Tapi, apa bener itu yang membuatnya serba mentok?

Nanang merasa frustasi, karena pamannya nanang tidak jadi memberikan modal baginya untuk berdagang. Lantaran pamannya mementingkan anaknya terlebih dahulu yang mendapat pengumuman UMPTN ketimbang Nanang. Alhasil, Nanang tidak jadi berdagang.

Ketika Nanang datang untuk mengadu pada Cang Haji Muhidin apa yang terjadi belakangan ini dan apa yang tengah dia rasakan. Cang Haji membenarkan. “Selama kamu belum tobat, selama itu pula kamu akan kehilangan harapan demi harapan.”

“Kok, bisa?”

“Ya, perbuatan buruk yang dilakukan ditamsilkan Allah sebagai perbuatan yang dapat memadamkan cahaya. Ibarat memantik api, ketika mulai ada apinya, api itu mati. Dan begitulah seterusnya. Perbuatan buruk yang sedikit-sedikit dilakukan dapat menutup keberkahan langit dan mempersempit langkah.”

“Kan itu dulu (maksudnya, nipu) ?”

“Sudah lama enggak nipu, kan, tidak identic dengan sudah tobat. Begini, kalau kamu buang air besar, lantas kamu jalan begitu saja, alias enggak cebok, kira-kira bau enggak?

“Baulah, Cang!”

“Kan, udah enggak buang air lagi:”

“Ohh… gitu maksudnya. Jadi, harus tobat dulu, nih?”

“Cang Haji, sih, berpendapat begitu..”

Cang haji nerangin kalau kebanyakan berbuat dosa, hidup jadi gelap. Jadinya, susah kayak Nanang tadi, mau usaha apapun menjadi mentok. Masalah hadir silih berganti. Masih untung seperti Nanang yang cepat menyadari. Coba kalau enggak sadar? Akan semakin lama bangkitnya.

“Taspi, kamu juga harus berpikir positif. Kalaulah Allah kemudian belum memberikan kamu jalan setelah kamu bertobat, bawa saja ia kepada pemikiran bahwa mungkin itulah yang terbaik bagi kamu. Allah ‘kan, Maha Tahu yang terbaik. Yang tidak boleh putus adalah ikhtiar dan doanya. Cang Haji, sih, ngedoain supaya kamu cepat bangkit lagi. Enggak kayak orang yang mantik rokok pake korek api, yang setiap dpantik, tuh, korek mati lagi, mati lagi,” Cang Haji nambahin.

Nanang dasar, mungkin karena ia banyak nyusahin orang, kini kesusahan tersebut dipergilirkan Tuhan. Nanang juga sadar kalau mau membuka pintu langit harus dengan jalan tobat dulu, kaemudia ikhtiar lagi dan sabar. Bisa jadi, dia enggak ketemu-ketemu jalan sebab Allah Yang Maha Memberi Petunjuk belum berkenan memberikan jalan.

Jalan keluar milik Allah, begitu juga dengan jalan kemudahan, banyak milik Allah.

Pencarian dari Google :

Belum ada Komentar untuk Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Perbuatan Buruk Memadamkan Cahaya Kebaikan

yayasan anak yatim di jakarta timur

Kedudukan Dalam Islam Berbakti Kepada kedua Orang Tua

T 26 March 2017 F A Admin Web YNI

Kita pasti sudah tidak asing dengan kata “berbakti kepada kedua orang tua” yang sering kita jumpai di pengajian-pengajian dan buku-buku keislaman. Kali ini, kami ingin mengingatkan kembali tentang tema berbakti kepada kedua orang tua serta kisah para ulama dalam menaati... Selengkapnya

PEMIMPIN YANG PERHATIAN DAN PEDULI TERHADAP RAKYAT

Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

T 11 November 2018 F A WP-YNI

Ketika itu, Madinah dilanda krisis dan korban sudah banyak yang berjatuham. Ditambah dengan jumlah orang-orang miskin yang meningkat. Khalifah Umar Bin Khatab merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah tersebut, memerintahkan para petugas untuk menyembelih hewan ternak yang akan dibagi-bagikan pada... Selengkapnya

Bertaubat Nasuha

Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

T 20 October 2018 F A WP-YNI

Kisah ini menceritakan seorang preman yang udah taubat disaat Allah SWT memberikan dia waktu untuk memperbaiki kehidupan dan amal ibadahnya. Bang Yoga namanya, tidak disangka-sangka bang Yoga baru mau belajar shalat, dia diminta isi kultum saat Kuliah Tujuh menit di... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00