Beranda » Hukum Islam » Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

T Diposting oleh pada 27 August 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 722 kali
Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu puasa Sunnah yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kerjakan. Puasa Sunnah ini dilaksanakan pada pertengahan setiap bulan, yani pada tanggal 13, 14 dan 15 pada bulan hijriyah. Selain puasa Sunnah ayyamul bidh, Rasulullah juga mencontohkan puasa Sunnah lainnya yakni puasa senin dan kamis.

Ayyamul bidh terdiri dari dua kata yakni, ayyamul dari jamaknya al yaum yang artinya hari, dan bidh yang artinya putih. Bila digabungkan menjadi hari-hari putih. Maksud putih yakni puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 sedang terjadi bulan purnama penuh yang sinarnya berwarna putih.

Ayyamul bidh memiliki dua pendapat yang berbeda dalam asal usul dari puasa Sunnah ini. Diterangkan dalam kitab Umdatul Qari Syarh Shahihul Bukhari.

Yang pertama, dalam riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menjelaskan bahwa asal mla dinamakaan ayyamul bidh, terkait dengan cerita dari Nabi Adam ‘alaihissalam ketika diturunkan kebumi.

“ Sebab dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam as diturunkan ke muka bumi, matahari membakarnya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Kemudian Allah subhanahuwa ta’ala mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih’. Lantas Nabi Adam as pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melaksanakn puasa pada hari kedua, sepertiga anggota lainnya menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Yang kedua, menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena pada malam-malam tersbut sinar bulan bersinar terang dan selalu terlihat dari semenjak matahari terbenam sampai matahari terbit lagi. Sehingga baik siang maupun malam menjadi putih (terang).

“Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali dibumi. Karena malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang).” (Badruddin Al-Aini Al Hanafi, Umdatul Qari Syahru Shahihul Bukhari, Juz XVII, hal 80).

Niat Dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa melaksanakan puasa ayyamul bidh:

 نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: “ Aku niat puasa pada hari-hari putih, Sunnah karena Allah ta’ala”

Tambahan catatan: Niat puasa tersebut boleh dilakukan setelah terbit fajar selama perut belum keisi makan dan minum, serta orang tersebut belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.boleh juga digabungkan dengan puasa Sunnah lainnya seperi senin kamis, ataupun puasa daud.

Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu anjuran lainnya yang Rasulullah lakukan. Puasa yang dilakukan setidaknya tiga hari disetiap bulannya.

  • Puasa ini dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan hijriyah. Diharamkan melakukan puasa ini di tanggal 13 dzulhijjah, karena termasuk pada hari tasyrik. Seperti yang dijelaskan oleh Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

artinya: “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”

  • Puasa ini boleh dilaksanakan bagi seseorang yang sedang bepergian mauapun tidak. Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun bepergian.”

  • Dan bagi wanita yang telah menikah, bila ingin berpuasa Sunnah hendaknya ia meminta izin kepada suaminya terdahulu.  Dari Abu Hurairoh :

“ Janganlah seorang wanita berpuasa Sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya.”

Keutamaan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Keutamaan menjalankan puasa Sunnah ayyamul bidh juga bisa didapat, tidak hanya keutamaan dari puasa senin kamis yang Rasulullah tidak pernah tinggalkan. Dan berikut keutamaan puasa Sunnah ayyamul bidh:

  • Seperti puasa sepanjang tahun

Salah satu keutamaan yang diapat dari puasa ayyamul bidh yakni seperti puasa sepanjang tahun. Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”

  • Menghidupkan anjuran Nabi

Bagi seroang muslim yang melaksanakan puasa ayyamul bidh, berarti ia telah menghidupkan Sunnah-sunnah yangRasulullah ajarkan.

Belum ada Komentar untuk Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

T 9 November 2018 F , A Admin Web YNI-1

Tidur merupakan aktivitas wajib bagi tubuh manusia. Karena kegiatan seharian yang membuat tubuh lelah dan diperlukannya istirahat untuk menjaga kesehatan badan. Tubuh yang kekurangan istirahat akan mengakibatkan kinerja otak menjadi kurang baik, mudah sakit, dan pelabilan pada emosional. Dikarenakan tidur... Selengkapnya

Marilah Kita Menyambut Ramadhan Dengan Suka Cita

Marilah Kita Menyambut Ramadhan Dengan Suka Cita

T 22 April 2019 F A Admin Web YNI-1

Insya Allah, tinggal menghitung hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh dengan kemuliaan bulannya manusia berbondong-bondong untuk meraup pahala yang melimpah, ialah bulan puasa Ramadhan Dan bagusnya, semua orang sudah tidak sabar menanti datangnya bulan ramadhan. Semua orang bersuka... Selengkapnya

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

T 23 April 2020 F A Admin Web YNI-1

Sidang isbat, menyatakan bahwa puasa Ramadhan jatuh pada hari jum’at, 24 April 2020. Yang berarti kamis malam kita akan melaksanakan sahur pertama pada puasa Ramadhan 1441 H. Persiapan untuk menyambut Ramadhan, ada banyak amalannya. Terutama amalan berdoa saat berbuka puasa.... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00