Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Agama Islam » Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

T Diposting oleh pada 9 July 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 661 kali

pengertian haji syarat haji dan rukun haji

Haji merupakan ibadah kepada Allah SWT dalam rukun islam yang terakhir. Yang dimana diwajibkan bagi seluruh muslim untuk mengunjungi Baitullah di Mekkah ketika telah mampu. Dengan melakukan hal tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu pula.  Menunaikan ibadah haji diwajibkan atas setiap muslim yang mampu mengerjakannya dan seumur hidup sekali. Dan bagi yang mengerjakan haji lebih dari satu, hukumnya sunah.

dijelaskan dalam firman Allah, yang artinya “…Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji maka ketauhilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh Alam” (QS. Ali Imran : 97)

Dalam hadits Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh Bukhari, yang Artinya “ Islam didirikan atas lima sendi, yakni bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, menunaikan Shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan puasa pada bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim)

Syarat-Syarat Bagi Muslim Yang Menunaikan Haji

Syarat-syarat dalam melaksanakan haji diberlakukan agar para calon jama’ah tidak mendapatkan kesulitan saat berhaji,. Dan syarat-syaratnya ialah:

  1. Islam, bagi yang beragama selain islam tidak dapat melaksanakan ibadah haji.
  2. Baligh, umat muslimin yang sudah dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk.
  3. Berakah sehat, seorang muslim yang hendak berhaji ialah harus berakal sehat agar mereka mengerti dan memahami setiap langkah-langkah dan merupakan akal yang sehat yang dapat berfikir dengan baik bahwa haji merupakan kewajiban. Maka tidak diwajibkan bagi orang yang sudah tidak waras atau disebut gila untuk melakukan ibadah haji.
  4. Orang merdeka, bukan budak.
  5. Mampu secara fisik dan materil, selama melaksanakan ibadah haji dan memiliki nafkah yang tersedia untuk keluarga yang ditinggalkan selama berhaji.

                                                      Rukun-Rukun Haji yang wajib dikerjakan

Rukun haji merupakan perbuatan yang wajib dikerjakan dan tidak dapat diganti dengan membayar denda atau hal lain. Meninggalkan salah satu dari rukun haji maka akan gugur atau tidak sah ibadah haji tersebut.

  1. Ihram
    Ihram adalah niat mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan memakai pakaian ihram, pakaian yang berwarna putih bersih dan tidak berjahit. Pakaian tidak berjahit hanya berlaku bagi haji laki-laki.
  2. Wukuf Dipadang Arafah
    Wukuf adalah hadir di Padang Arafah pada waktu dzuhur, yang dimulai sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijjah sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  3. Tawaf
    Tawaf adalah mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran yang dimulai dari hajar aswad dengan posisi Ka’bah disebelah kiri orang yang bertawaf (berputar berlawanan arah jarum jam). Dan harus bersih dari hadas dan najis yang mungkin menempel di tubuh.
  • Tawaf Qudum, dilakukan ketika baru sampai diMekkah.
  • Tawaf Ifadah, dilakukan karena melaksanakan rukun haji.
  • Tawaf Nazar, dilakukan karena nazar.
  • Tawaf Sunah, dilakukan tidak karena sebab-sebab tertentu (mencari keutamaan dalam ibadah).
  • Tawaf Wada’, dilakukan karena hendak meninggalakan Mekkah.
  • Sai
    Sai adalah berlari-lari kecil antara Bukit safa dan Marwah. Ketentuan sai haru dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Sai dilakukan sebanyak tujuh kali dan dikerjakan setelah tawaf.
  1. Menggunting/ Mencukur Rambut
    Waktu mencukur rambut ialah setelah melempar Jumrah Aqobah pada hari Nahar. Apabila mempunyai Qurban, maka mencukur dapat dilaksanakan setelah menyembelih hewan Qurban. Mencukur rambut sekurang-kurangnya tiga helaian rambut.
  2. Tertib
    Tertib berarti melakukan rukun-rukun haji tersebut harus berurut yang dimulai dari niat (ihram), wukuf, tawaf, sai, dan menggunting rambut.

Wajib Haji

Merupakan perbuatan yang wajib dilaksanakan pada saat ibadah haji dilaksanakan.

  1. Memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
  2. Melempar jumrah.
  3. Mabit (menginap) di Muzdalifah (tempat: Mekkah).
  4. Mabit (menginap di madinah).
  5. Tawaf Wada’ (perpisahan).

Demikianlah sedikit penjelasan dari haji itu sendiri. semoga bermanfaat dan yang belum berhaji, Allah kirim kita kesana. Aamiin

 

Belum ada Komentar untuk Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

pola hidup sehat, gaya hidup sehat, hidup sehat ala rasulullah, sehat, sakit, mati

Larangan Pengobatan Selain Dengan Syariat Islam

T 27 April 2018 F , A WP-YNI

Menurut ilmu medis, sakit merupakan kondisi dimana tubuh mengalami penurunan daya tahan tubuh atau yang disebut imunitas. Bagi yang sedang sakit disarankan untuk memenuhi makanan yang sehat. Selain itu mereka juga dianjurkan untuk minum obat yang telah diberikan oleh dokter.... Selengkapnya

bersedekah dibulan ramadhan

Keutamaan Banyak Bersedekah Di Bulan Ramadhan

T 30 May 2018 F , A WP-YNI

Sedekah di bulan ramadhan sangatlah dianjurkan. Bagaimana tidak, keutamaan dibulan ramadhan merupakan alasan terbaik orang mukmin untuk memperbanyak sedekah.  Rasulullah SAW merupakan manusia yang sangat bersemangat dalam berbuat kebaikan. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata: “Nabi SAW adalah orang yang... Selengkapnya

maulid nabi

Sejarah, Arti, Makna Dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad

T 6 February 2017 F , A Admin Web YNI

  Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Dia merayakannya... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00