Beranda » Agama Islam » Pengertian Bulan Muharram Dan Macam Keutamaannya

Pengertian Bulan Muharram Dan Macam Keutamaannya

T Diposting oleh pada 30 July 2018
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1531 kali

keutamaan puasa bulan muharram

Muharram secara bahasa artinya ‘diharamkan’. Allah SWT melarang hamba-hambanya agar tidak melakukan perbuatan yang telah dilarang oleh-Nya. Seperti yang dilakukan oleh para kafir Quraisy yang mana sebelum mereka islam mereka melakukan perbuatan yang mendzolimi diri sendiri dan orang lain.

Dari Amr ibn Alaa berkata, yang artinya, “Dinamakan bulan Muharram karena  peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut”. Disamping dari hadits yang telah dijelaskan diharamkannya beperang ataupun mendzolimi diri sendiri ataupun orang lain karena dibulan ini Allah tekankan yang haram menjadi lebih dibanding bulan-bulan lain.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma berkata

فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ…

Artinya: “…Kemudian Allah menjadikan bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan didalamnya dan menjadikan dosa didalamnya lebih besar dan menjadikan amalan-amalan sholeh dan pahala juga lebih besar. Selain itu, bulan ini disebut oleh Rasulullah SAW sebagai Syahrullah (bulan Allah) dan tentunya bulan ini memiliki keutaman yang sangat besar. Dan berikut, dibawah ini keutamaan-keutamaan besar yang dimiliki bulan Muharram.

Keutamaan Yang Terkandung Dalam Bulan Muharram

Berpuasa dibulan Muharram atau yang disebut puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram sangat ditekankan, karena melaksanakan puasa Asyura dapat menghapuskan dpsa setahun yang lalu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam bersabda:

…وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “…Dan puasa dihari ‘Asyura’ saya berharap kepada Allah agar dapat menghapus (dosa) setahun yang lalu.”(HR. Muslim No. 1162/2746)

Dan ternyata puasa Asyura sudah dikenal oleh orang-orang Quraisy sebelum datangnya Rasulullah SAW. Dan mereka juga berpuasa pada hari tersebut. Dari Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ، وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَه.

Artinya: “ Dulu dari ‘Asyura, orang-orang Quraisy menpuasainya dimasa Jahiliyah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam juga mempuasainya. Ketika beliau pindah ke Madinah, beliau mempuasainya dan menyuruh orang-orang untuk berpuasa. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, beliau meninggalkan puasa ‘Asyura’. Barang siapa yang ingin, maka silahkan berpuasa. Barangn siapa yang tidak ingin, maka silahkan meninggalkannya.”

Adapun keutamaan lainnya, yakni berpuasa sehari sebelum puasa ‘Asyura pada tanggal 9 Muharram, karena dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam pernah berkeinginan, jika seandainya tahun depan beliau hidup, Rasulullah akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram.namu ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam wafat pada tahun tersebut.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu’anhuma bahwasanya dai berkata, “Ketika rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam ketika berpuasa, para sahabat pun berkata, Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam pun bersabda, ‘Apabila tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa dengan tanggal 9 Muharram.’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam meninggal.”

Dan berpuasa sehari sesudah ‘Asyura pada tanggal 11 Muharram juga dianjurkan, adapun hukumnya dari Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad setelah merinci dan menjelaskan riwayat-riwayat seputar puasa ‘Asyura, beliau menyimpulkan: Ada tiga tingkatan berpuasa ‘Asyura : Urutan pertama; dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal 10 ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11). Urutan kedua; puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits. Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Kesimpulan yang darik dari Ibnu Qayyim diatas didasari dengan sebuah hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:

صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

Artinya: “Puasalah pada hari ‘Asyura, dan berbedalah dengan yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (HR. Ahmad)

Puasa sebanyak tiga hari (9,10,11 Muharram) dikuatkan oleh para ulama denganadanya dua alasan yang mencangkup:

  1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidaklah tepat, maka puasa tanggal sebelas akan dapat dipastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan ‘Asyura (10 Muharram)
  2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan ayyamul bidh

Sedangkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram, berdasarkan hadits shahih , yang dimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam merencanakan untuk berpuasa pada tanggal tersebut hanya saja beliau wafat sebelum melaksanakannya. Bahkan, Rasulullah juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar menjadi pembeda dengan ibadahnya orang-orang Yahudi.

Lalu, hadits-hadits yang berkaitan dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Nabi SAW untuk melaksanakan puasa. Walaupun hukumnya mengerjakan puasa Muharram tidak diwajibkan tapi sunnah muakkadah yang berarti sunah yang mendekati wajib. Dan tentunya kita sebagai umat muslim harus berusaha menghidupkan sunnah yang telah Rasulullah SAW perintahkan.

Belum ada Komentar untuk Pengertian Bulan Muharram Dan Macam Keutamaannya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Pengertian Bulan Muharram Dan Macam Keutamaannya

Anjuran Dan Keutamaan-Keutamaan Shalat Witir

Anjuran Dan Keutamaan-Keutamaan Shalat Witir

T 19 March 2019 F A Admin Web YNI-1

Shalat sunah witir adalah shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil yakni 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Shalat witir ialah shalat ganjil, menjurus pada Allah subhanahuwata’ala yang menyukainya karena merujuk pada ke-esa-annya. Dia... Selengkapnya

Ciri-Ciri Rumah Yang Seperti Kuburan

Ciri-Ciri Rumah Yang Seperti Kuburan

T 28 June 2019 F A Admin Web YNI-1

Rumah yang sangat diidamkan oleh semua orang ialah rumah yang bila kita tempati dengan nyaman dan aman, hawa rumah yang sejuk serta membawa ketentraman penghuninya. Ada kalanya rumah yang kita huni menjadi tidak nyaman untuk kita tinggali ialah tidak jauh... Selengkapnya

sudahkah kita memantaskan diri jadi bagian penghuni surga

Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

T 14 April 2019 F , A Admin Web YNI-1

Harapan paling besar seorang muslim ketika beramal ialah diterima segala amal yang telah dilakukannya. Sebagai amal kebaikan ( Ahsanul Amal) menjadi sebaik-baik amal yang akan membawa kita kepada Allah subhahuwata’ala dan surganya Allah tentunya. Janji-janji Allah tentang surga serta mereka... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00