Category: Agama Islam

KAPAN WANITA BOLEH MULAI MELAKUKAN SHALAT FARDHU DIRUMAH_

Kapan Wanita Boleh Mulai Melakukan Shalat Fardhu Dirumah?

Kapan wanita boleh mulai melakukan shalat fardhu dirumah? Termasuk pula saat shalat zuhur dihari jum’at.  Setelah adzan berkumandang? Setelah iqamah? atau kah setelah para jamaah laki-laki menyelesaikan shalat jum’at mereka di masjid?

Syaikh sholeh Al Fauzan hafizhohullah pernah ditanya hal demikian, “kapan seorang wanita boleh mulai shalat dirumahnya, apakah ketika setelah adzan ataukah setelah iqamah?”

Maka beliau menjawab,

“ Pokoknya ketika sudah masuk waktu shalat, ia boleh melaksanakan shalat. Untuk wanita yang dirumah, ia boleh shalat ketika sudah masuk waktu shalat dan tidak perlu menunggu iqamah. Dan ia boleh shalat setelah mendengar adzan jika memang muadzin mengumandangkan  adzan tepat pada waktunya. Namun wantita tersebur boleh juga menunda shalat dari awal waktu. Wallallahu a’alam.”

Keutamaan Wanita Yang Shalat Dirumah

Keutamaan wanita yang shalat dirumah bukan hanya karena sebuah perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, tapi ada hal lainnya yang menjadikan wanita lebih afdhol keberadaannya untuk menetap dirumah dan dibolehkannya keluar rumah bila hanya ada keperluan mendesak saja.

Seperti yang telah diketahui wanita sangat lekat dengan fitnah, karena wanita merupakan perhiasan dunia yang perlu dijaga kehormatannya. Maka dari itu fitrahnya perempuan yakni dirumah dan menjaga anak dan saudara perempuan lainnya dirumah, ini merupakan bentuk penjagaan wanita dari banyaknya kejahatan diluar rumah. Ada beberapah hal lainnya mengenai fitrahnya perempuan untuk menetap didalam rumah.

Berikut keutamaan-keutamaan wanita yang berada didalam rumah:

  • Menjaga kehormatan wanita

Ketika wanita keluar rumah, dan tidak berpakaian selayaknya wanita muslimah pastinya mendatangkan syahwat bagi para laki-laki yang melihatnya. Maka, sebaik-baik wanita ialah yang menjaga kehormatannya.

“ Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melawati sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’I, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam shohiul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

  • Shalat dirumah untuk menutup auratnya

Ketika wanita lebih memilih untuk shalat dirumah berarti ia telah menjauhkan dari kemungkinan terlihatnya aurat dan lebih menjaga dirinya.

Dari Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Shalat jama’ah bagi wanita itu lebih baik dirumahnya dari pada mendatangi masjid.. dan shalat wanita dirumahnya itu lebih menutupi dirinya dan lebih afdhol.” (Al Majmu’ , 4 : 198)

  • Meraih pahala yang sederajat

Shalat dirumah bagi wanita yang belum menikah, ia memiliki pahala yang sama dengan shalat jamaah dimasjid. Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatnya seorang wanita sendirian menyamai shalatnya dalam berjamaah dengan dua puluh lima derajat.” (HR. Ad Dailami)

  • Patuh pada perintah suami
  • Terhindar dari fitnah yang tertuju pada perempuan

Bolehkah Wanita Shalat Berjama’ah Dimasjid?

Kenapa wanita harus shalat fardhu dirumah? Apakah dimasjid tidak diperbolehkan? Sesungguhnya shalat terbaik wanita ialah dirumah. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk tidak melarang para istri yang mau shalat ke masjid. Jadi, sekarang kita tahu bahwa shalatnya wanita yang lebih baik ialah di rumahnya.

Berdasarkan hadits dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

Artinya: “ Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat dirumah mereka (bagi para wanita) tentu lebih baik.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al – Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dan kesimpulan yang dapat ditarik ialah, wanita diperbolehkan shalat ketika dikira sudah masuk shalat dan tidak perlu menunggu setelah iqamah. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk para perempuan baik isteri-isteri dan anak perempuan mereka untuk melakukan shalat dirumah baik sendiri maupun berjamaah.

Sah Kah Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Sah Kah Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat?

Tidak bisa di pungkiri, tidak sedikit orang – orang muslim yang melaksanakan kewajiban berpuasa namun tidak melaksanakan shalat, bahkan sengaja melalaikan sholat tersebut. Mereka beranggapan bahwa shalat dan puasa merupakan urusan yang berbeda-beda. Jika salah satu tersebut ditinggalkan maka tidak apa-apa dan tidak berpengaruh terhadap yang lainnya.

Bahkan ada juga yang melaksanakan shalat tapi hanya di bulan Ramadhan saja. Apakah ada yang seperti ini? Hanya melaksanakan shalat di bulan Ramadhan karena tahu keutamaan dan pahala yang Allah berikan sangat banyak dan luas namun tidak dilakukan di waktu lain. Alias hanya berhenti di bulan Ramadhan saja.

Sesungguhnya Allah subhanahuwata ‘ala tidak menyukai orang-orang yang melakukan hal sedemikian. Yang hanya mengenal Allah di saat Ramadhan saja, dan mereka ialah termasuk kedalam sejelek-jeleknya suatu kaum yang hanya mengenal Allah ( rajin ibadah, pen) hanya di bulan Ramadhan saja.

Hukumnya Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Lalu apa hukum nya bagi orang yang berpuasa namun tidak melaksanakan shalat 5 waktu?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah, pernah ditanya : “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?”

Syaikh Muhammad bin Sholh Al ‘Utsaimin rahimahullah pun menjawab :

“Puasa yang di lakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafor dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran,  Allah subhanahuwata ‘ala berfirman :

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

 Artinya: “ Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At – Taubah : 11)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

Artinya: “Pembatas antara seorang muslim dengan lesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)

Dan yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Artinya : “Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An nasa’I, Ibnu Majah. Dikatakan shahuh oleh Syaikh Al-Albani)

Dikatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat disebut dengan kafir ini merupakan dari pendapat mayoritas sahabat Nabi dan dapat dikatakan sebagai ‘ijma atau kesepakatan para sahabat. Dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy rahimahullah (merupakan seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan,

“Para Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” (HR. At-Tirmidzi. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad nya ialah shohih. Lihat Ats – Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal 52, -pen)

Tidak Meninggalkan Shalat Maupun Puasa Wajib

Dari Imam Ahmad rahimahullah, mengatakan, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam islam adlah orang yang betuk-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam islam. Kadar islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.” (Lihat Ash Sholah, hal 12)

Dari yang telah dijelaskan diatas, apabila seorang muslim berpuasa tapi ia tidak melaksanakan shalat, maka puasanya dikatakan tidaklah sah atau tidak diterima. Amalan puasa yang dilakukannya tidak bermanfaat dikemudian hari. Laksanakanlah shalat, sholat merupakan pondasi atau tiangnya agama. Bila tidak dikerjakan sama halnya membangun hal yang sia-sia.

Mari kita perbaiki shalat kita, memohon ampun atas segala dosa (taubat nasuha) dan tidak lagi meninggalkan shalat. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita dalam melaksanakan ketaatan-Nya.

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

Al-Qur’an merupakan kitab pedoman dan petunjuk yang Allah subhanahuwata ‘ala turunkan kebumi untuk orang-orang yang berfikir. Al-Qur’an hendaklah dibaca, dihafal dan diamalkan agar tidak menjadi sia-sia. Allah subhanahuwata ‘ala berfirman :

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya: “ Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi meeka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra : 9)

Mereka yang menghafal serta mengamalkan Al-Qur’an merupakan golongan orang-orang yang terpilih menempatkan posisi istimewa di sisi-Nya. Maka, Allah menjadikan mereka sebagai manusia-manusia terbaik. Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “ Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari : 5027)

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

Al-Qur’an Sebagai Pemberi Syafaat Di Akhirat

Al-Qur’an dikemudian hari akan menjadi syafa’at bagi siapa saja yang menghafal serta mengamalkannya. Di khususkan dibulan Ramadhan, satu ayat kita membaca Al-Qur’an akan dibalas dengan seupuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Bagaimana bila membaca hingga satu juz atau hingga khatam? Lebih afhdol apabila kita menghafal dan diamalkan agar lebih berkah.

Lalu apa arti dari syafa’at?

Menurut para ulama mengartikan syafa’at ialah:

“Syafa’at adalah sebagai penengah atau wasilah bagi yang lain untuk mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya/mudharat.”

Syafa’at sendiri dapat berupa syafa’at didunia dan syafa’at diakhirat. Allah subhanahuwata’ala berfirman:

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

Artinya: “Barang siapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barang siapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nisa : 85).

Bahkan puasa pun juga menjadi syafa’at sama halnya dengan Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,

“Amalan puasa dan membca Al-Qur’an akan memberikan syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat disiang hari, maka izinkanlah aku memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al Qur’an berkata: ‘Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberikan syafa’at padanya’, maka keduanya pun di izinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad shahih At-Targhib : 1429).

baca juga artikel selengkapnya , Keutamaan Orang Tua mengajarkan Al-Qur’an Kepada Anaknya

Hikmah Dari Puasa Dan Membaca Al-Qur’an

Berdasarkan dari penjelasan hadits sebelumnya, berkaitan syafa’at oleh puasa dan Al – Qur’an adalah syafa’at di akhirat. Karena, manusia sangat membutuhkan syafa’at pada saat itu. Kesusahan yang dialami pada hari kiamat ialah:

  1. Matahari didekatkan manusia dengan jarak satu mil.
  2. Manusia ada yang tenggelam dengan keringatnya sendiri.
  3. Manusia ada yang diseret dan berjalan dengan wajahnya sendiri.
  4. Peristiwa di padang mahsyar akan sangat lama, yang dimana satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di bumi.

Semoga kita semua mendapatkan syafa’at dari puasa dan Al Qur’an kelak. Bagaimana kita membayangkan bila kita didekatkan dengan matahari sedekat itu? Tenggelam dalam keringat, serta diseretnya wajah dan merasakan lamanya waktu dipadang mahsyar tanpa pertolongan apapun?

Ya Allah, semoga seluruh umat muslim mendapatkan syafa’at-Mu. Izinkanlah kami mendapatkan syafa’at-Mu.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00