Beranda » Agama Islam » Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

T Diposting oleh pada 2 April 2020
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 431 kali

Fenomena wabah penyakit virus corona atau sebutan lain novel corona virus 2019 (2019-nCOV) yang melanda hampir ke seluruh negeri ini merupakan golongan virus yang sama dengan virus SARS atau MERS. Merupakan virus yang sama-sama menyerang organ pernafasan. Sedangkan virus corona ini muncul di penghujung tahun 2019 dan penyebaran pertama dari kota Wuhan, China.

Virus ini baru di ketahui berasal dari hewan seperti kelelawar dan unta, bisa menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia lain. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan penderita seperti droplet ketika bersin atau batuk. Karena gejala awal yang di tandai ialah dengan batuk, flu, demam tinggi, lalu sesak nafas. Bila tidak di tangani secara serius dalam kurun waktu 14 hari sebagai masa inkubasi, berakibat pada kerusakan organ bahkan menjalar kegagalan organ tubuh lainnya.

Bahkan hingga kini pertanggal 2 April 2020/ 8 Sya’ban 1441 H, korban akibat keganasan virus corona ini mencapai 80.000 lebih dengan korban meninggal kurang lebih 2600 nyawa. Virus ini belum memiliki vaksin atau penangkal hingga dapat di pastikan korban yang terjangkit akan memakan waktu lama untuk proses penyembuhan atau memakan nyawa seseorang.

Pendapat Para Tokoh di Organisai Keagamaan Tentang Virus Corona

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak umat islam untuk patuh dan tida menyepelekan ilmu yang diungkapkan oleh para ilmuwan dan para ahli terkait pandemic virus corona. Perbuatan berdasarkan ilmu adalah mencerminkan keimanan dan kepatuhan kepada Allah SWT.” Kata Abbas dalam keterangan tertulis yang di terima di Jakarta.

Dan dari Ketua Lembaga Bahtsul Matsail PBNU, M Nadjib Hassan mengatakan umat Islam terutama laki-laki wajib melaksanakan shalat Jum’at (hifzh al-din), tapi di sisi lain umat islam pun harus bisa menjaga diri (hifzh al-nafs) dari potensi penularan virus corona. “Misalnya dengan menghindar dari kegiatan yang melibatkan orang banya seperti shalat Jum’at dan shalat jenazah,” kata nadjib dalam keterangan tertulisnya.

Lembaga Bahtsul Matsail PBNU memandang orang yang sudah dinyatakan positif sakit corona, maka ia boleh meninggalkan shalat Jum’at juga pula di larang menghadiri shalat Jum’at. Karena berdasarkan hadits yang terkait dengan ini, yang artinya “Tidak boleh melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.”

Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona

Ketika seseorang terjangkit virus corona, orang tersebut akan mengalami gejala seperti deman, batuk, flu atau pilek. Namun setelah beberapa hari mengalami gejala tersebut pada seseorang yang terjangkit tersebut akan mengalami sesak nafas yang di akibatkan dari pneumonia  atau infeksi paru-paru. Karena hingga saat ini belum di temukan obat atau vaksin untuk menyembuhkan virus corona maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menerapkan social distancing.

Ada beberapa langkah yang bisa di lakukan untuk mencegah infeksi dari virus corona, seperti:

  1. Mencuci tangan dengan sabun

Mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik untuk membunuh kuman secara menyeluruh, dan di bilas di bawah air mengalir. Pastikan kegiatan mencuci tangan di lakukan dengan benar. Lalu keringkan dengan handuk kering.

Atau bisa menggunakan hand sanitizer yang dimana merupakan cairan pengganti sabun cuci tangan yang dapat di gunakan tanpa di bilas. Baik dalam bentuk cairan atau gel.

  • Meningkatkan imunitas tubuh

Cara lain yang dapat di lakukan ialah dengan menjada imunitas tubuh. Virus corona akan terlihat pada orang yang imunnya rendah atau gampang sakit. Cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah dengan rajib berolahraga, makan makanan yang banyak mengandung vitamin dan protein atau meminum suplemen makanan.

Lalu, atur pola tidur yang baik agar tubuh tidak mudah kelelahan atau kelebihan tidur, tidak merokok, dan tidak meminum alcohol.

  • Memakai masker

Penggunaan masker dapat menurunkan resiko penyebaran virus, walaupun tidak efektif. Setidaknya dapat mencegah penularan virus.

Gunakanlah masker bagi yang tengah sakit dengan catatan jangan menyentuh masker bagian depan, karena di bagian depan masker terdapat kuman yang menempel. Atau setelah melepaskan masker usahan untuk mencuci tangan dengan bersih. Dan bagi yang sehat usahakan agar lebih menjaga kebersihan dan kesehatan.

  • Tidak mendatangi tempat terjadi nya penyebaran penyakit.

Agar tidak tertular virus, usahakanlah anda agar tidak melewati atau mendatangi tempat yang sudah ada kasus dari terjangkitnya virus corona. Dan lakukanlah physical distancing atau menajga jarak ketika tengah berinteraksi dengan orang lain.

Dan jangan lupa untuk terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah. Yakin kepada-Nya bahwa ini akan segera berakhir dan terus pancarkan pikiran yang positif. Karena dimana kekuatan hebat dari positif thinking akan menyalurkan ke seluruh badan dan ikukt berdampak baik dan pun sebaliknya bila kita berfikir negatif maka tubuh akan merespon sesuai dengan otak yang salurkan. Jazakallah Khair.

Belum ada Komentar untuk Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

T 9 November 2018 F , A Admin Web YNI-1

Tidur merupakan aktivitas wajib bagi tubuh manusia. Karena kegiatan seharian yang membuat tubuh lelah dan diperlukannya istirahat untuk menjaga kesehatan badan. Tubuh yang kekurangan istirahat akan mengakibatkan kinerja otak menjadi kurang baik, mudah sakit, dan pelabilan pada emosional. Dikarenakan tidur... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Pengertian Akhlak Menurut Bahasa dan Istilah

T 10 March 2017 F A Admin Web YNI

Akhlak adalah kata jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau karakter. Tiga ahli di bidang akhlak, yaitu Ibnu Miskawaih, Al Ghazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa moralitas adalah temperamen yang melekat dari seseorang... Selengkapnya

menyambung tali silaturahim di bulan Ramadhan

Ramadhan Indah, Mengikat Ukhuwah Kepada Sesama Umat

T 18 May 2018 F , A Admin Web YNI-1

Ramadhan ialah bulan suci nan mulia, menjadi tamu agung untuk mereka yang mengharapkan ampunan Allah SWT dan merindukannya jannahNya. Bulan Ramadhan pula menjadi bulan pengikat ukhuwah kepada sesama umat. Mengikat tali silaturahim yang mana akan memperpanjang umur dan memperlancar rezeki... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00