Beranda » Hukum Islam » Bolehkah Makan Daging Kurban Milik Sendiri?

Bolehkah Makan Daging Kurban Milik Sendiri?

T Diposting oleh pada 1 August 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 516 kali
Hukum Makan Daging Kurban Milik Sendiri

Banyak sekali yang bertanya dan memikirkan hal ini. Apakah boleh kita dan keluarga yang berkurban untuk makan daging tersebut? Adapun dalam memakan daging kurban sendiri, dari jumhur ulama mengatakan bahwa itu Sunnah. Ini diperkuat oleh firman Allah subhanahuwata’ala dalam firman-Nya:

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya: “Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”

Dari Al-Qurthubi mengatakan bahwa arti dari ‘makanlah darinya’ ini bermakna perintah yang artinya anjuran menurut mayoritas ulama. Dianjurkannya bagi seseorang untuk makan sebagian dari kurbannya dan sedekahkan sebagian besar daging kurban lainnya. Diperbolehkan juga untuk menyedekahkan semuanya atau memakan seluruhnya. (Al – Jami’ Ii Ahkam Al-Qur’an 12:44).

Dan Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan mengatakan:

“Sebagian ulama berdalil dengan hadits ini untuk menyatakan wajibnya makan daging kurban. Tapi ini adalah pendapat yang aneh. Mayoritas ulama berpendapat bahwa perintah diatas hanyalah keringanan dan sifatnya anjuran. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang shahih dari Jabir bin Abdillah yang artinya:

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah menyembelih hewannya, ia meminta sebagian daging dari untanya dan dimasak. Kemudian memakan dagingnya dan mencicipi kuahnya. (HR. Muslim)

Lalu Abdullah bin Wahab menyataan bahwa Imam Malik pernah berkata kepadanya,

“Saya senang jika shohibul kurban makan daging kurbannya. Karena Allah subhanahuwata’ala berfirman, yang artinya: “Makanlah bagian hewan kurban”. Ibnu Wahab mengatakan, Saya bertanya kepada Al-laits dan ia menjawab dengan jawaban yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5:416)

Hukum Berkurban Bagi Yang Mampu

Hukum berkurban bagi yang mampu ialah wajib. Apabila sudah mampu dalam hal materil tapi tidak melaksanakan ibadah kurban maka dilarang baginya mendekati tempat shalat (masjid). Dijelaskan dalam sebuah hadis shahih dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Dan yang sudah dijelaskan dibab sebelumnya bahwa diperbolehkan makan daging kurban sendiri, lalu bagaimana dengan hukum memakan daging akikah sendiri? Para ulama menjelaskan bahwa cara penanganan akikah sama dengan cara penanganan kurban yang artinya boleh memakan daging yang dikurban atau akikah sendiri dan disedekahkan kepada fakir miskin.

Ibnu Qudamah mengatakan, yang artinya “Cara penanganan hewan akikah dimakan atau dihaiahkan atau disedekahkan sama dengan cara penanganan untuk dikurban.. ini merupakan pendapat Imam Syafi’I. ibnu Sirrin mengatakan, “Silahkan kelola daging akikah sesuai kehendak kalian.” (Al – Mughni 11:120)

Hikmah Dan Manfaat Dari Berqurban

Berqurban mengandung hikmah dan manfaat didalamnya. Dari daging kurban yang kita sedekahkan untuk fakir miskin, yatim piatu dan dhuafa atau orang yang dalam keadaan sulit pasti merasa senang karena bisa makan enak dan bergizi, ini juga sebagai bentuk perbaikan gizi bagi orang-orang yang kurang mampu untuk beli daging. Disisi lain kita dapat melihat sisi kemanusiaan seseorang atas kepedulian dan rasa social yang tinggi terhadap orang lain.

Yang lebih utama merupakan, ini adalah perintah Allah subhanahuwa ta’ala untuk orang yang beriman. Dan diangkat dari kisah zaman terdahulu, Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yang dengan ikhlas menyembelih anaknya sendiri yakni Nabi Ismail ‘alaihi salam. Merupakan sebagai bentuk kecintaan dan patuhnya Nabi pada Allah subhanahuwa ta’ala.

Diantara hikmah lainnya yakni hewan tersebut dapat menjadi saksi kita dikemudian hari, disetiap bulunya memperoleh satu pahala, sebagai tanda keislaman seseorang, menjadi salah satu ibadah yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala serta sebagai syiar agama islam. Semoga kita semua menjadi manusia yang lebih ikhlas dan patuh terhadap perintah-perintah-Nya.

Belum ada Komentar untuk Bolehkah Makan Daging Kurban Milik Sendiri?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bolehkah Makan Daging Kurban Milik Sendiri?

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

Hukumnya Tidur Menjelang Waktu Shalat Tiba

T 9 November 2018 F , A Admin Web YNI-1

Tidur merupakan aktivitas wajib bagi tubuh manusia. Karena kegiatan seharian yang membuat tubuh lelah dan diperlukannya istirahat untuk menjaga kesehatan badan. Tubuh yang kekurangan istirahat akan mengakibatkan kinerja otak menjadi kurang baik, mudah sakit, dan pelabilan pada emosional. Dikarenakan tidur... Selengkapnya

manfaat belajar agama

Pentingkah Mempelajari Agama Islam Di Era Modern Seperti Ini?

T 12 March 2018 F , A Admin Web YNI-1

Islam.. Apa itu islam? Semua orang-orang pasti mengatakan bahwa itu adalah agama. Tapi apakah arti dari islam sendiri? baiklah, dalam konteks yang cukup banyak, islam secara harfiyah berarti damai, berserah diri, selamat, bersih, dan patuh. Yang terbentuk dari huruf sim,... Selengkapnya

zakat fitrah

Kewajiban serta makna Zakat fitrah bagi manusia

T 25 July 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Sebagi umat islam kita tidak pernah luput dari kewajiban Zakat. Apa itu Zakat? Bagaimana hukum Zakat? apa saja macam-macam Zakat? dan Siapa saja yang berhak menerima Zakat?. Pada artikel kali ini saya akan membahasa jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang ada... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00