Beranda » Hukum Islam » Benarkah Wanita Haid Tidak Boleh Potong Kuku?

Benarkah Wanita Haid Tidak Boleh Potong Kuku?

T Diposting oleh pada 2 December 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 384 kali

Banyak sekali pertanyaan perihal “Bolehkah wanita yang sedang haid potong kuku dan rambut?” bahkan ada pula yang mengatakan bahwa di larangnya potong kuku dan rambut saat haid karena potongan tersebut akan di pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Analoginya, pada saat hari kebangkitan seluruh seluruh orang akan di kembalikan seperti semula ke tubuhnya secara sempurna. Jika ada anggota badan yang tertinggal sebab  di buang seperti kuku dan rambut yang dalam keadaan tidak suci maka akan di kembalikan dengan tidak suci juga.

Maka ini akan menjadi pertanggung jawaban bagi si fulanah karena tidak mencuci kuku dan rambut yang telah di potong. Maka benarkah demikian? Persoalan wanita yang tengah haid, junub atau nifas tidak di temui satupun pendapat ulama mengenai hal tersebut. Karena memang tidak di temukan dalilnya.

Ibnu Taimimah dalam kitabnya Majmu’ Al-Fatawa, pernah membahas persoalan ini, Ibnu Taimimah membantah jika memotong kuku dan rambut saat haid ada kaitannya dengan hari kebangkitan sebagaimana yang di isukan selama ini. Menurutnya, seorang Mukmin tidak boleh di sebut najis. Terdapat hadis yang menerangkan bahwa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang islam itu tidak najis.” (HR. Bukhari Muslim).

Bahkan jika seorang mukmin yang sudah meninggalpun, jenazahnya tidak bisa di sebut najis (HR. Hakim). Karena, sebutan najis hanya di peruntukkan bagi orang kafir saja, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberi kekayaan padamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At – Taubah : 28)

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memelihara kebersihan bagi wanita yang sedang haid atau nifas. Seperti memerintahkan untuk menyisir rambutnya yang bilamana di lakukan pasti terdapat rambut yang rontoh atau patah. Kejadian bersejarah, yakni ketiak istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah radhiyallahu anha, tengah menunaikan haji Wada bersama Rasulullah, ia mendapati dirinya haid. Lalu Rasulullah memerintahkan kepada Aisyah ra, “Uraikanlah rambutmu dan bersisirlah. Serta berihlal (talbiyah) dengan haji dan tinggalkan umrah.” (HR. Bukhari Muslim)

Syekh Ibnu Utsaimin dalam fatawa Az-Ziinah Wal Mar’ah, menyinggung perihal ini. Beliau membantah jika wanita yang tengah haid, nifas atau junub di larang untuk memotong kuku dan memotong rambut. Malahan orang yang tengah haid dan nifas di anjurkan memelihara kebersihan tubuhnya termasuk memotong kuku dan bercukur.

Beliau, Al-Utsaimin menambahkan pula, bahwa jika wanita yang sedang haid atau nifas tapi mengalami mimpi basah, maka mereka di anjurkan untuk mandi hadas besar atau janabat sebagaimana ia bersuci dari hadas besar. Sama hal nya jika ia bercumbu dengan suaminya tanpa jima’ yang sampai keluar mani, maka wanita tersebut harus tetap melakukan mandi janabat walaupun wanita tersebut dalam keadaan haid dan nifas.

Dari kitab Syarkh An-Nail Wa Syifai Alil karangan Muhammad bin Yusuf Al-Ibadhi menjelaskan pemahaman mengenai larangan wanita haid dan nifas untuk memotong kuku dan rambut tersebut sebagai perkara bid’ah. Yang di yakininya akan berpengaruh pada hari kebangkitan. Umat islam di larang untuk mengharamkan perkara yang di perbolehkan, sebagaimana di larang untuk memperbolehkan perkara yang di halalkan.

Rasulullah menegaskan lewat sebuah hadits shahih, “Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslilmin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak di haramkan, lantas hal tersebut menjadi di haramkan karena pertanyaannya tadi.” (HR. Bukhari). maka hukumnya memotong kuku dan bercukur itu di perbolehkan dan tidak bisa di katakan haram atau makhruh. Wallahu ‘alam.

Belum ada Komentar untuk Benarkah Wanita Haid Tidak Boleh Potong Kuku?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Benarkah Wanita Haid Tidak Boleh Potong Kuku?

hukum merokok dalam pandangan islam

Hukum Merokok Dalam Pandangan Agama Islam

T 5 September 2018 F A Admin Web YNI-1

Merokok merupakan salah satu kebiasaan pria dizaman kini baik yang muslim maupun nonmuslim. Tak dielak kan juga tidak sedikit wanita juga melakukan kegiatan merokok tersebut. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa merokok merupakan salah satu kegiatan yang bisa dikatakan wajib dikalangan... Selengkapnya

keutamaan ziarah kubur

Keutamaan Ziarah Kubur

T 4 March 2019 F , A Admin Web YNI-1

Semua makhluk hidup pasti akan merasakan yang namanya ‘kematian’, manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia diberi akal sehat agar dapat membedakan mana yang baik dan buruk, maka itulah fungsinya agar kita selalu berbuat baik dan mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Kematian... Selengkapnya

HIDUP SEHAT ALA NABI MUHAMMAD SAW

Hidup Sehat Ala Nabi Muhammad SAW

T 31 January 2019 F A Admin Web YNI-1

Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam merupakan panutan yang patut kita teladani. Apa yang beliau lakukan dan setiap perkataannya memiliki ajaran. Begitu juga dengan pola hidup Rasulullah, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sangat menjaga kesehatannya yang membuat beliau jarang sakit semasa hidupnya dikarenakan... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00