Tag: surga

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Musibah ialah cobaan dari Allah. Itu terjadi atas kehendak Allah namun itu merupakan apa yang tidak kita kehendaki. Itulah kekuatan Allah, Dia-lah yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Musibah dapat di turunkan berupa sakit, kehilangan barang, bencana alam, wabah penyakit, meninggal dunia, kerugian dan lain sebagainya. Sedangkan kata Musibah di sebutkan sebanyak 77 kali dalam Al-Qur’an.

Kita umat muslim sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan juga semua manusia yang berada dalam kehidupan dunia ini pasti akan merasakan dari berbagai macam musibah, cobaan serta ujian yang bertubi-tubi. Entah itu berupa kesenangan maupun kesedihan. Hal tersebut merupakan Sunnatullah yang di berlakukan untuk semua manusia, baik yang beriman ataupun tidak.

Dalam surah Al – anbiya’ ayat 35, Allah Ta’ala berfiman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan.” (QS. Al – Anbiya’ : 35)

Makna dari ayat di atas menurut Imam Ibnu Katsir rahimahullah:

“makna ayat ini: Kami menguji kamu wahai manusia, terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.” (5/342- cet Dâru Thayyibah)

Sabar Dalam Menghadapi Musibah Dan Cobaan

Seorang Muslim yang ketaqwaanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terpancar kebahagiaan sesungguhnya dalam hatinya. Sehingga masalah apapun yang menimpanya tidak membuatnya kecewa atau putus asa. Hal tersebut di karenakan keimanannya yang begitu besar kepada Allah, sehingga apapun yang terjadi padanya tidak lain semata-mata hanya untuk kebaikan baginya.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “ Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan  ijin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberikan petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At – Tagabun : 11)

Beginilah seharusnya sikap yang di cerminkan oleh semua kaum Muslimin. Selalu sabar dengan apapun yang terjadi. Tidak mudah berputus asa dengan adanya kehilangan sesuatu apapun kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Seperti di kisahkan dari Ummu Salamah yang kehilangan suaminya Abu Salamah karena luka-luka hebat yang di terima suaminya saat pulang dari perang Uhud bersama Rasulullah. Maka ia harus menjanda dan membesarkan anak-anaknya yang telah yatim. Maka Rasulullah pun datang bertakziah untuk meredakan lara hati dari Ummu Salamah atas kehilangan suaminya.

Rasulullah pun berpesan agar Ummu Salamah tetap tabah dan tegar dalam menghadapi musibah yang datang padanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Siapa yang di timpa suatu musibah, maka ucapkanlah sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan di kembalikan).”

Bahkan Rasulullah sempat mendoakan Ummu Salamah, “Ya Allah berikanlah ketabahan atas kesedihannya , hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berikanlah ia pengganti yang lebih baik untuknya.”

Dan benar adanya, setelah Ummu Salamah melewati masa Idahnya dan menjanda, ia mendapati ganti yang lebih baik atas kepergian suaminya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam datang sendiri kepada Ummu Salamah untuk melamarnya. Hingga akhirnya Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal. Masya Allah. Bukankah Rasulullah seorang figure suami yang terbaik?

Hikmah Di Balik Datangnya Musibah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam sebuah Hadits Qudsi, yang artinya: “ Barang siapa yang Kuambil kedua anggota tubuh kesayangannya (yakni kedua matanya), lalu ia bersabar, niscaya Aku masukkan dia ke dalam surge sebagai ganti keduanya. Barang siapa yang Aku cabut nyawa buah hatinya dari kalangan penduduk dunia, kemudian ia berharap pahala dari-Ku, niscaya Aku berikan surge kepadanya sebagi ganti-Nya.”

Maka dari itu jangan lah berlarut meratapi musibah yang engkau dapatkan. Sesungguhnya Allah tengah mempersiapkan surge bagi orang yang tabah, sabar dan bersyukur atas musibah atau cobaan yang di alaminya. Karena sesungguhnya musibah dan cobaan yang paling banyak di alami iala para Wali Allah. Maka mereka kelak akan menjadi pusat perhatian di surge Firdaus-Nya.

Karena di katakan kepada mereka, “ Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kalian, karena kalian telah bersabar dalam menaati Allah dan menerima cobaan-Nya. Surge adalah sebaik-baik tempat kesudahan.” (QS. Ar – Ra’d : 24).

Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah ialah kekal, lebih baik, lebih mulia dan lebih tinggi kedudukannya.

sudahkah kita memantaskan diri jadi bagian penghuni surga

Sudahkah Kita Memantaskan Diri Jadi Bagian Penghuni Surga?

sudahkah kita memantaskan diri jadi bagian penghuni surga

Harapan paling besar seorang muslim ketika beramal ialah diterima segala amal yang telah dilakukannya. Sebagai amal kebaikan ( Ahsanul Amal) menjadi sebaik-baik amal yang akan membawa kita kepada Allah subhahuwata’ala dan surganya Allah tentunya. Janji-janji Allah tentang surga serta mereka yang menghuni surga menjadikan rindu akan ketetapan surga yang menjanjikan tersebut.

Mempercayai surga dan neraka ialah sebagian dari keimanan seorang muslim terhadap yang ghaib.

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya-seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali-Imran : 133)

Sedemikian Allah subhanahuwata’ala menggambarkan bagaimana isi surga dan siapa penghuni yang pantas mengisi tempat yang diidam-idamkan oleh seluruh umat manusia. Membuat kita berusaha agar dapat menjadi salah satu penghuni surganya Allah subahanahuwata’ala. Dan berfikir Pantaskah kita menjadi ahli surga?

Kunci-Kunci Menuju Surga Allah SWT

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bercerita, yang artinya, “(Suatu saat) Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Bagaimanakah keadaan penghuni surga yang paling rendah derajatnya?”. Allah menjawab, “Seseorang yang datang (ke surge) setelah seluruh penghuni surga dimasukkan ke dalamnya, lantas dikatakan padanya, “Masuklah ke surga!”. “Bagaimana mungkin aku masuk ke dalamnya wahai Rabbi, padahal seluruh penghuni surge telah menempati tempatnya masing-masing dan mendapatkan bagian mereka.” Jawabnya. Allah subhanahuwata’ala berfirman, “Relakah engkau jika diberi kekayaan seperti raja-raja didunia?”. “Saya rela wahai Rabbi” jawabnya. Allah kembali berfirman, “Engkau akan Kukaruniai kekayaan seperti itu, ditambah seperti itu lagi, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu dan ditambah seperti itu lagi.”  Kelima kalinya orang itu menyahut, “Aku rela dengan itu wahai Rabbi”. Allah kembali berfirman, “Itulah bagianmu ditambah sepuluh kali lipat darinya, plus semua yang engkau maui serta apa yang indah dipandangan matamu”. Orang tadi berkata, “AKu rela wahai Rabbi…”. (HR.  Muslim no. 312 dari al – mughirah bin syu’bah radhiyallahu’anhu)

Digambarkan begitu jelas dari hadits diatas, manusia yang derajatnya rendah ketika memasuki surga mendapatan bagian yang banyak. Bukankah ini menjadikan kita agar menjadi seorang muslim agar memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah? Namun hakikatnya bagi siapapun yang mendambakan surganya tidak mudah meraihnya. Karena surga hanya dimasuki oleh orang – orang yang telah memegang kunci untuk memasuki surga-Nya.

Dan berikut kunci-kunci untuk memasuki surga:

  1. Ilmu
  2. Amal
  3. Dakwah
  4. Sabar

Dan 4 kunci tersebut telah Allah isyaratkan dalam Al-Qur’an, yakni:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Melainkan orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling nasihat menasihati dalam kebaikan  dan saling nasihat menasihati dalam kesbaran”. (QS. Al – Ashr :1-3). Karena keagungan surah ini, hingga Imam Syafi’I berkara, “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah ats para hamba-Nya melainkan hanya surat ini, niscaya itu telah cukup”.

Golongan – Golongan Manusia Penghuni Surga

Allah subhanahuwata’ala berfirman yang artinya,

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al- Imran : 133)

Orang-orang yang bertaqwa akan Allah sediakan surga yang telah dijelaskan dari firman Allah diatas, semakin merindu akan surganya Allah subhanahuwata’ala. Serta golongan-golongan yang Allah janjikan untuk menjadi bagian dari penghuni surga yakni para Nabi, orang-orang shaleh, orang-orang yang jujur, orang yang baik, yang terdahulu masuk islam, dan orang-orang yang takut kepada Tuhannya.

Ini hanya beberapa golongan penghuni surga. Apakah kita sudah termasuk ke dalam salah satu golongannya? Sudah saatnya kita memperbaiki diri dan lebih banyak merenung. Apakah kita sudah menjadi mansia yang ikhlas dalam beribadah dan telah ikhlas melakukan amal shaleh? Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagai bekal kita dihari kemudian dan dapat menjadi salah satu golongan-golongan yang Allah janjikan menjadi bagian penghuni surga.

Wallahu ‘alam bis showwab.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00