Tag: shalat

Tanda-Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadr

Tanda-Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadr

Tanda-Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadr

Malam lailatul qadr ialah malam yang istimewa bagi umat muslim seluruh dunia. Malam lailatul qadr hanya turun di bulan Ramadhan sekaligus sebagai tanda di turunkan pertama kalinya Al-Qur’an. Al-Qur’an yang kini menjadi kitab suci terakhir umat islam, sebagai pentunjuk jalan hidup manusia. Makna hidup, tujuan hidup, hukum islam, Syariat dan lain sebagainya telah di ukir di dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

lalu bagaimana caranya agar kita mendapatkan lailatul qadr? yakni dengan I’tikaf di masjid, ini merupakan yang Rasulullah lakukan saat 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. lalu, apakah tanda-tanda lailatul qadr tersebut?

Para kaum muslimin meyakini adanya malam lailatul qadr dengan tanda-tanda yang di telah di jelaskan dalam hadits yakni:

  1. Pada malam harinya berbeda dengan malam lainnya.

Dari hadits Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu berkata:

“Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan di lemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadr adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama dan tidak pula di halalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad)

Lalu ada hadits lain yang sama, dari hadits Watsilah bin al-Asqa’ dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Lailatul Qadr adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang di lempar pad amalam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. At-Thabrani. Imam Ath-Thabrani, Al-Mu’jam Al-kabir jilid 22 halaman 59 dengan sabad hasan).

  • Bulan yang separuh

Dalam hadist di sebutkan bahwa dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Kami pernah berdiskusi tentang malam lailatul Qadr di sisi Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

  • Suasana pagi hari yang tenang

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Lailatul Qadr adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

  • Cahaya matahari yang tidak panas

Dari hadits Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keesokan hari malam Qadr matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (HR. Muslim)

  • Terbawa oleh mimpi

Malam tersebut terbawa dalam mimpi, seperti yang kadang-kadang di alami oleh sebagian sahabat Nabi radhiyallahu’anhum.

“Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa salla, di perlilhatkan malam qadr dalam mimpi oleh Allah subhanahu wa ta’ala  pada 7 malam terakhir Ramadhan kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku melihat bahwa mimpi kalian tentang lailatul Qadr terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir.” (HR. Muslim)

  • Kenikmatan dalam beribadah

Apabila seorang muslim yang selalu menghidupkan malam-malam Ramadhan, kemungkinan baginya mendapatkan malam qadr tanpa sepengetahuannya. Jadi, mengetahui tanda lailatul qadr itu merupakan bukan suatu yang pasti dan dapat di rasakan oleh semua orang yang menhidupkan malam tersebut. Namun dia yang bersungguh-sungguh dan menikmati ibadahnya, shalatnya, dzikirnya dan doanya kepada Allah, Insya Allah ia akan mendapatkannya.

Dari Imam Thabrani mengatakan, “Itu tanda-tanda lailatul qadr tidak mesti, seorang musllim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan dia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu.”

Wallahu ‘alam bishshowab.

Tanda-tanda kematian menurut qur'an dan hadits

Tanda-Tanda Kematian Menurut Qur’an Dan Hadits

Tanda-tanda kematian menurut qur'an dan hadits

Kematian datang tidak tau kapan waktu dan tempatnya. Apakah di saat kita sedang berbuat kebaikan atau kebathilan? bahkan ada perihal mengatakan bahwa tanda-tanda orang yang akan mati bisa terlihat setelah 100 hari, 40 hari, 7 hari dan 3 hari. Apakah benar demikian?

Berikut kita nilai perihal tersebut, Allah Subhanahu wa ta’ala bersabda:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “ Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan di usahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman : 34)

Apapun rencana yang akan kita lakukan besok jangan lupa bahwa kita adalah seorang hamba, rencana kita buat dengan sebaik dan seyakin mungkin namun Allah berkehendak lain. Ada si Z berencana akan meninggal di usia sekian dan meninggal di kampung halaman. Seperti yang kita ketahui bahwa umur manusia tidak ada yang tahu serta mati di mana pun juga tidak tahu.

Seperti yang di sebutkan oleh Allah Subhanahuwa ta’ala, bahwa “ Tiada seorang-pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.”.

Benarkah Malaikat Maut Datang 70 Kali Sehari?

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bahwa malaikat maut memperlihatkan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang menatap wajah seseorang, di dapati orang itu ada yang gelak tawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku di utus oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak tawa.

Benarkah hadits sedemikian di atas? Bahwa Malaikat Maut datang kepada kita setiap 70 kali sehari? Bila di hitung 1 hari ada 24 jam berjumlah 1440 menit lalu di bagikan 70 kali maka hasilnya ialah setiap hari Malaikat Maut datang setiap 21 menit sekali. Lalu benarkah demikian. Bukannya kita malah berfikir di setiap 21 menit kita mencoba melakukan kebaikan tapi setelah 21 menit dan sebelum datang 21 menit dapat berbuat sesuka hati? Naudzubillah.

Hadits di atas serupa dengan hadits di bawah ini namun di ketahui ini salah satu hadits palsu.

“Sesungguhnya Malaikat Maut benar-benar melihat kepada wajah-wajah para hamba setiap hari 70 kali. Apabila seorang hamba tertawa, maka ia akan mengutus dan berkata, ‘Betapa mengherankannya, aku di utus kepadanya untuk mencabut nyawanya, sedangkan ia malah tertawa’.” (Riwayat di dalam kumpulan hadits-hadits palsu di kitab Tanzih asy-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akbar asy-Syani’ah al-maudhu’ah (2:375) yang di susun oleh Ali bin Muhammad al-Kinani)

Menyebarkan hadist yang lemah ialah tidak di benarkan, namun menyebarkan bahwa ketidak jelasan hadits tersebut tidak apa-apa. Dan tidak mengapa mengingat kematian, karena itu merupakan tindakan tepuji dan Allah sukai. Agar kita dapat memotovasi diri kita sendiri untuk terus berbuat baik kepada semua manusia, memperbaiki akhlak, menyempurnakan shalat dan menyebar kebaikan sebagai manusia yang bermanfaat semasa hidup.

Mengingat kematian juga termasuk kedalam keutamaan dari hadits yang mneyebutkan bahwa orang yang paling cerdas ialah orang yang selalu mengingat kematian. Sebagaimana di nukil dalam hadist di bawah ini, yang artinya:

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, berkata: “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian dia mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya, ‘ Wahai Rasululah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab. ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang peling cerdas’.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al –Albani dalam shahih Ibnu Majah 2/419 berkata ini adalah hadits hasan)

Empat Nasihat Rasulullah Agar Selamat Di Dunia Dan Akhirat

Empat Nasihat Rasulullah Agar Selamat Di Dunia Dan Akhirat

Empat Nasihat Rasulullah Agar Selamat Di Dunia Dan Akhirat

Setiap umat Muslim pasti menginginkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Mereka berlomba-lomba dalam melakukan hal kebaikan sebagai bekal di akhirat. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat kiasan yang sarat akan makna.

Di kisahkan ketika Nabi Muhammad menasihati Abu Dzar Al-Ghifari. Beliau adalah sahabat Nabi Muhammad yang paling setia ketika Rasulullah menyebarkan agama Islam.

Nasihat tersebut memiliki 4 perihal yang harus di perhatikan ketika hidup di dunia yang menjadikan bekal di akhirat nanti. Dan berikut ini 4 nasihat Rasulullah bukan hanya untuk Abu Dzar tapi juga untuk umat Muslim lainnya.

4 Nasihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

  • Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena sesungguhnya lautan itu dalam.

Nasihat pertama tersebut menunjukkan bahwa dalam hidup di dunia, amal ibadah yang telah kita lakukan harus di perbaiki. Karena, pasti ada saja hal-hal yang dapat merusak atau menghilangkan amal ibadah yang telah kita lakukan.

Amal ibadah ialah kapal, apabila amal kita tidak di perbaiki pasti akan rusak dan tenggelam ke lautan ibarat kapal tersebut. Yang malah membuat kita tidak sampai pada tujuan akhir yang benar.

  • Wahai Abu Dzar, perbanyaklah bekalmu, karena sesungguhnya perjalananmu sangatlah jauh.

Nasihat ke dua ini ialah mengingatkan kita untuk terus melakukan kebaikan sebagai bekal nanti. Yang di katakana sangatlah jauh iala karena manusia hidup di dunia tapi nanti akan bertemu lagi kehidupan baru yakni alam akhirat.

Menurut perhitungan, 1 hari hidup di dunia bagaikan hidup 1000 tahun di akhirat.

  • Wahai Abu Dzar, ringankanlah barang bawaanmu karena sesungguhnya rintangan dan cobaan yang akan engkau hadapi sangatlah berat.

Nasihat ketiga ini menunjukkan bahwa betapa berat dan banyak ujian yang akan kita terima oleh manusia. Maka dari itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kepada umatnya agar meringankan bawang bawaan, barang bawaan yang di maksud ialah harta dan tahta.

Karena semua itu hanya titipan dari Allah, semakin banyak kau menerima harta dan tahta maka semakin berat cobaan nya.

  • Wahai Abu dzar, bekerjalah dengan ikhlas karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang terbesit dalam pikiran dan hatimu.

Nasihat terakhir ini tersirat makna bahwa keikhalsan adalah modal utama dalam bekerja. Karena apabila bekerja atau melakukan semua pekerjaan tanpa keikhlasan, sia-sialah yang hanya dia dapatkan.

Dan Allah Maha Mengetahui atas hamba-hambanya yang ikhlas dalam beribadah.

Perbaikilah Shalat, amalan kebaikan, hubungan dengan keluarga, rezeki yang kita peroleh dan lain sebagainya.

Apabila nasihat-nasihat di atas kita kerjakan dengan niat yang ikhlas serta dalam beribadah bersungguh-sungguh insya Allah, Allah akan menuntun kita ke jalan yang benar menuju surga-Nya. Aamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00