Tag: shalat sunnah

Anjuran Dan Keutamaan-Keutamaan Shalat Witir

Anjuran Dan Keutamaan-Keutamaan Shalat Witir

Anjuran Dan Keutamaan-Keutamaan Shalat Witir

Shalat sunah witir adalah shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil yakni 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Shalat witir ialah shalat ganjil, menjurus pada Allah subhanahuwata’ala yang menyukainya karena merujuk pada ke-esa-annya.

Dia menjadikannya untuk kalian antara shalat Isya sampai terbit fajar. Dari Sayyidina Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata,bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berwitirlah hai ahli baca Al-Qur’an, karena Allah itu witir (ganjil) dan menyukai yang ganjil.” (HR. Lima ahli hadits dan dishahihkan oleh Ibnu Huzaimah).

Dan kebanyakan kaum Muslimin hanya melakukan shalat sunah witir dimalam-malam Ramadhan saja. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Sungguh Allah subhanahuwata’ala telah memberikan tambahan banyak karunia dengan shalat witir yang lebih baik bagimu dari pada unta gemuk yang bagus.” (HR. Tirmidzi)

Hukum shalat witir ialah sunah muakkad dan sebagian ulama mengatakan bahwa hukumnya wajib. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Barang siapa yang tidak mengerjakan shalat  witir, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Ahmad)

Lalu dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya shalat witir tidak harus dikerjakan dan tidak seperti shalat kamu yang wajib, namun Rasulullah shallallahu’alaihi melakukan shalat witir, lalu bersabda, “Wahai orang-orang yang cinta kepada Al-Qur’an, shalat witirlah, karena sesungguhnya Allah itu ganjil yang menyenangi shalat yang ganjil.” (Shahih HR. Ibnu majah : 959, Ibnu Majah I : 370 no. 1169, Tirmidzi I:282 no. 452, Nasa’I III:228 dan 229 dalam dua hadits dan ‘Aunul Ma’bud IV:291 no. 1403 secara marfu’ saja)

Kemudian dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kekasihku Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat witir.” ( HR. Bukhari dalam kitab at-Tahajjud, bab shalaatudh Dhuha fil Hadhar, no. 1178 dan Muslim dalam kitab Shalaatil Musafiriin bab Istihbabi Shalaatidh Dhuha no. 721)

Dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

اَلْوِتْرُ حَقٌّ، فَمَنْ شَاءَ فَلْيُوْتِرْ بِخَمْسٍ، وَمَنْ شَاءَ فَلْيُوْتِرْ بِثَلاَثٍ، وَمَنْ شَاءَ فَلْيُوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ.

Artinya: “Shalat Witir adalah haq (benar adanya), maka barang siapa  yang mau, maka berwitirlah lima raka’at. Barang siapa yang mau berwitir tiga raka’at dan barang siapa yang mau, berwitirlah satu raka’at.” (HR. Abu Daud dalam kitab ash-Shalaah bab Kamil Witr no. 1421, an-Nasa’I dalam kitab Qiyaamul Lail bab Dzikeil Ikhtilaafi ‘alaz Zuhri fii Haaditsi Abi Ayyub fil Witr no. 1711, Ibnu Majah dalam Iqaamatish Shalaah bab Maa Jaa-a fil Witr bi Tsalaatsin wa Khamsin wa Sab ‘in wa Tis ‘in no 1190, ath-Thahawi dalam Syarhu Ma’aanil Aatsar, I/291. Ibnu Hibban menliai hadits ini shahih no. 2407 sebagaimana pendapat dalam al-Ihsaan dan al-Hakim dalam al-Mustadrak I/444 dengan komentarnya bahwa “Sanad hadits ini shahih” dan disepakati oleh adz-Dzahabi.

Dan dari Aisyah radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, “Bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam shalat dimalam hari (shalat Tahajjud) sedang ia berbaring dihadapannya. Bila tinggal tersisa shalat Witir yang belum dilakukan, beliau pun membangunkanna dan Aisyah pun shalat witir. ( telah ditakhrij sebelumnya)

Membaca Doa Qunut Dalam Shalat Witir

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga membaca doa qunut didalam shalat witirnya. Doa tersebut dibaca sebelum dan sesudah rukuk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mempraktikan keduanya. Namun dari al-Qah thanu menjelaskan bahwa yang afdhal adalah qunut setelah rukuk karena sering disebutkan dalam sebagian hadits.

Dan menurut hadits yang bersumber dari hasan bin Ali bin Abi Thalib, doa qunut itu yang dibaca, artinya, “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan.

Lindungilah aku seperti orang-orang yang telah mendapat perlindungan-Mu, berilah keberkahan pada apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan, karena sesungguhnya Engkau yang dapat menetapkan sesuatu dan tidak ada lagi yang berkuasa diatas-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang mendapat perlindungan-Mu. Maha Suci Allah, wahai Rabbku, lagi Maha Tinggi.” Wallahu a’lam bisshawaab

apakah perbedaan shalat malam dan tahajud

Apakah Perbedaan Antara Shalat Malam Dan Tahajud?

Shalat Malam merupakan shalat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari terhitung setelah shalat isya sampai terbit fajar, baik dilakukan setelah tidur ataupun sebelum tidur. Contoh dari shalat malam ialah shalat witir, shalat tarawih, shalat hajat dan shalat sunnah mutlak (shalat yang dilakukan tanpa sebab dan tidak terikat oleh waktu).

Sedangkan Shalat Tahajud ialah shalat yang dilakukan pada waktu yang sama seperti shalat malam namun dilakukan setelah tidur dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas pula. Dari Al-Hajjaj bin ‘amr AL-Anshari radhiyallahu’anhu menyatakan bahwa slah seorang dari antara kalian jika bangun tidur lalu melaksanakan shalat malam sampai datang subuh, maka ia telah melakukan shalat tahajud.

Ada 2 pendapat mengenai shalat tajahud ini, yang dimana ada ulama yang beranggapan bahwa shalat tahajud adala shalat malam secara mutlak dan sebagian ulama berpendapat shalat tahajud merupakan shalat malam yang dilakukan setelah bangun tidur.

Dari Imam Al-Qurthubi saat menafsirkan firman Allah Ta’ala,

Imam Al-Qurthubi misalnya ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya: “Dan pada sebagahian malam hari bersembahyangan tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudaham Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra : 79). Dan yang dimaksud tahajud disini ada kaitanyya dengan kata hajada yang artinya tidur malam.

apakah perbedaan shalat malam dan tahajud

Keutamaan Melaksanakan Shalat Malam Maupun Tahajud

Dan berikut beberapa manfaat yang kita rasakan maupun tidak kita rasakan bila melaksanakan shalat sunnah malam secara kontinyu,

  1. Tanda Taqwa Seorang Hamba kepada Tuhan.

Diriwayatkan dari Abu Huraira r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan. ‘Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakan shalat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia akan menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim : 1163)

  1. Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa-Doa

Waktu sepertiga malam, merupakan waktu yang sangat afdhol dalam bermunajat kepada Allah SWT. Karena diwaktu ini para malaikat turun untuk  melihat siapa saja yang berdoa kepada Allah yang rela melepas jam tidurnya untuk bangun dimalam hari sedang yang lain pulas dengan tidurnya, maka malaikat yang melihat ini akan menyampaikan doa kita kepada Allah.

Diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya diwaktu malam itu, terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengnan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan denagn urusan dunia dan akhirat,  sudah pasti Allah akan memberikan kepadanya. Waktu itu terdapat pad setiap malam.” (HR. Muslim)

  1. Membuat diri terlihat lebih tampan dan cantik

Nabi Shallallahu’alaihi wassalam menjelaskan dalam sebuah hadits yang artinynya, “Bahwa orang yang melaksanaan shalat tahajud akan wajahnya terllihat tampan atau cantik disiang harinya.” (HR. Ibnu Majah) lalau Syuraik berkata, “Barang siapa yang banyak shalatnya dimalam hari, maka wajahnya akan tampak indah di siang hari.” (Lihat di al-kaamil karya Ibnu ‘Adi II/526)

  1. Jalan memperoleh Rahmat Allah SWT

Dalam Al-Qur’an dijelaskan ,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “ (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesunguhnya orang yang  berkallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Azzumar :9 )

 

Hikmah Melaksanakan Shalat Sunnah Untuk Dunia Dan Akhirat

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata, yang artinya, “ Nabi Shallallahu’alaihi wassalam mengerjakan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau, lalu aku katakana kepada beliau , ‘Mengapa engkau melakukan seperti ini ya Rasululullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah?’ Beliau menjawab, ‘ Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Shallallahu’alaihi wassalam sudah dijanjikan oleh Allah surga baginya, namun beliau tetap beribadah bahkan shalat malam hingga kakinya membengkak, terkadang kita merasa ragu dan malas melaksanakan shalat sunnah ini. Kenapa kita tidak mengikuti segala apa yang Nabi kerjakan? segala apa yang Beliau lakukan merupakan panutan bagi umatnya.

Dan bagi kita, shalat malam ialah shalat yang dilakukan bila kita memiiki hajat atau doa. Namun, bagi Seorang hamba Allah yang terbiasa melakukan shalat sunnah malam karena Allah maupun tahajud dapat mengontrol emosi serta memiliki ketenangan dalam hati dan fikirannya. Ada banyak lagi keutamaan dari shalat malam dan tahajud selain diatas, yakni daimpuni dosanya oleh Allah, mendapat tempat yang tinggi di sisi Allah SWT, mendekatkan diri kita pada Allah SWT, akan dicintai oleh seluruh orang shaleh dan makhluknya.

keutamaan shalat dhuha

Indahnya 2(Dua) Rakaat Kala Pagi Hari

Shalat dhuha.. apa itu shalat dhuha? Shalat dhuha ialah rangkaian shalat sunnah yang amat bermanfaat bila dikerjakan. Shalat yang dikerjakan di waktu pagi ini atau lebih jelasnya shalat yang dikerjakan sekitar matahari terbit dan meninggi kira-kira setinggi tombak atau 18 derajat. Shalat yang dikerjakan pada pukul 7-9 pagi. Dan bahkan ada yang mengatakan boleh dilakukan pukul 6 pagi atau separuh dari 18 derajat seperti yang katakan oleh Imam Ghozali dalam Kitab Ihya Ulumuddin.

Shalat dhuha dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan dilakukan 2 rakaat sekali salam. Shalat dhuha amat besar dirasakan bagi jasmani dan rohani bila kita khusu’ dalam menjalankannya. Shalat dhuha dikenal sebagai shalat untuk memperlancar rezeki, namun lakukanlah shalat sunnah tersebut karena mengharapkan ridha Allah SWT. Pula kita sebagai makhluk yang berakal dan beragama.

Shalat sunnah diisyaratkan oleh Allah sebagai penyempurna shalat wajib kita yang tidak sempurna pahalanya. Dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW, bersabda : “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, “Lihatlah, apakah hambaKu memiliki shalat tathawwu’(shalat sunnah), “Lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalnya diberlakukan demikian.” (HR. At-Tirmidzi)

keutamaan shalat dhuha

6 Manfaat Shalat Dhuha Bagi Rohani Dan Jasmani

Shalat dhuha berkaitan erat dengan rohani dan jasmani kita. kenapa bisa demikian? Ya.. selain  shalat sebagai penghubung kita kepada Allah , untuk bermunajat kepadanya untuk meningkatkan raga rohani kita. Shalat ini juga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan jiwa kita. Berikut manfaatnya shalat dhuha :

  1. Dapat Menghilangkan Stress

Hasil riset dari Dr. Ibrahim kazim menyatakan bahwa secara bersamaan, ketegangan yang ada dipikiran akan berkurang disebabkan komponen spiritual saat shalat, dengan adanya sekresi enkefalin, endorphin, dinorfin dan lain semacamnya. Dapat dilakukan dengan shalat dhuha diwaktu kesibukan atau kegiatan yang dapat membuat stress.

Dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat dhuha itu shalat orang yang kembali keapda Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.”(HR. Muslim)

  1. Shalat Dhuha Seperti Olahraga Pagi Hari

Banyak yang belum kita ketahui bahwa shalat dhuha diwaktu ini sangat bermanfaat untuk tubuh, shalat yang dilakukan pada jam sibuk kerja dan kegiatan lain ini bila kita lakukan dapat merenggangkan otot kita dan dapat merelekskan tubuh kita. Yang dimana sangat bagus untuk menghindari kita dari tegang otot dan lesu dipagi hari.

  1. Dapat Melancarkan Peredaran Darah

Manfaat lain yang kita dapat ialah bisa memperlancar peredaran darah kita. Karena ini sangat erat kaitannya dengan merelekskan tubuh maka aliran darah yang lancar sangat membantu kita dalam merelekskan badan dan menghilangkan stress.

  1. Shalat Dhuha Pengganti Sedekah

Selain manfaat untuk jasmani kita, maka dalam segi rohani pun kita dapat. Dijelaskan dalam sebuah hadits, “Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya. “lalu, para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah SAW, siapa yang snggup melakukannya?” Rasulullah SAW menjelaskan: “Membersihkan kotoran yang ada dimasjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat dhuha dua rakaat, dapat menggantikannya.” (HR. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud)

  1. Dicukupkan Rezeki Dan Kebutuhannya

Shalat dhuha ialah sebagai pembuka pintu rezeki, maka kaum muslim berbondong-bondong melakukannya untuk memperlancar rezeki, namun lakukanlah shalat tersebut karena kita ikhlas. Dijelaskan keterangan tersebut dalam sebuah hadits Qudsi dari Abu Darda’ bahwa Allah SWT berfirman yang artinya : “Wahai anak adam, rukuklah(shalatlah) karena Aku pada awal siang (Shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan) mu sampai sore.” (HR. Tirmidzi )

  1. Bagi Yang Melaksanakan Shalat Dhuha Dapat Diampuni Dosanya

Yang belum kita ketahui, shalat dhuha yang kita lakukan itu akan Allah diampuni dosa-dosanya. Dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Barang siapa yang selalu mengerjakan shalat dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Tutmudzi)

Shalat Yang Sangat Dianjurkan Bagi Setiap Muslim

Rasulullah SAW menyuruh umatnya untuk selalu melaksanakan sunnah-sunnahnya. Termasuk untuk shalat dhuha. Dijelaskan dalam suatu hadits, Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu’Alaihi wa Sallam telah berwasiat kapadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat dhuha dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Buhkari, Muslim, Tirmidzi, Abu daud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami)

Dan keutamaan shalat dhuha lainnya ialah Allah lancarkan rizkinya bagi yang menjalankannya. Dijelaskan dalam suatu hadis hasan, Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda: “ Shalat dhuha itu dapat menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. Turmuzi dan Ibnu Majah)

Namun disisi lain ada yang mengerjakan ada yang tidak mengerjakan karena beranggapan bahwa shalat dhuha ialah hanya sunnah yang apabila dikerjakan mendapat pahala tapi bila tidak dikerjakan tidak apa-apa. Sehingga banyak yang mengerjakannya pula banyak yang tidak mengerjakannya, seperti keharusan atau kewajiban shalat fardhu. Namun, jika itu membawa manfaat bukankah lebih baik bila kita melaksanakannya?

Dijelaskan juga dalam hadits lain, Dari Aisyah, ia berkata: “ Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW menunaikan shalat dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib.” (HR. Buhkari, Muslim, Abu Daud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami)

Semoga dengan kita mengetahui begitu banyak keutamaan dan hikmah dari shalat dhuha tersebut dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, lebih rajin dan ikhlas lagi untuk mengerjakannya. Lakukan semua perbuatan semata-mata karena Allah SWT.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00