Tag: ramadhan

Sunah puasa dalam Ramadhan

6 Macam Sunah Dalam Menjalankan Ibadah Puasa

Sunah-sunah puasa dalam ramadhan sangat dianjurkan untuk kita lakukan, karena dibulan ramadhan ini segala pahala baik kita akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Maka hendaklah kita menghidupkan sunah-sunah dalam berpuasa agar tercapainya puasa yang sempurna dengan pahala yang luar biasa.

Nabi muhammad SAW selalu mengerjakan sunah-sunah tersebut. Salah satunya ialah makan ketika sahur, sesungguhnya makan ketika sahur ialah sebagai pembeda puasanya orang muslim dengan puasanya orang yahudi-nasrani, dari Amr bin Ash ra, Rasulullah SAW bersabda :

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Perbedaan antara puasa umat muslim dan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur” (HR. Muslim : 1096)Sunah puasa dalam Ramadhan

Menghidupkan Ramadhan Dengan Sunah-Sunah Puasa

Menghidupkan http://yayasannurulihsan.org/marilah-kita-menyambut-ramadhan-dengan-suka-cita/Ramadhan dengan sunah-sunah dalam berpuasa ialah menjadi keharusan, bagaimana tidak? Karena semua memiliki hikmah dan keberkahan pahala yang terkandung didalamnya. Lalu apa sajakah sunah-sunah dalam menjalankan ibadah puasa tersebut? Berikut sajiannya :

  1. Mengakhiri Sahur

Makan sahur merupakan tanda bahwa agama islam selalu mendatangkan kemudahan bukan kesulitan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Barang siapa ingin berpuasa, maka hendaklah ia bersahur.” (HR. Ahmad)

Dan dalam sahur, disunahkan untuk mengakhirinya hingga menjelang fajar. Hal ini dapat dilihat dari hadis berikut. Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: “Kami pernah makan sahur bersama Nabi. Kemudian kami pun berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas bertanya pada Zaid, “Berapa lam jarak antara adzan Shubuh dan Sahur kalian?” Zaid menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari : 575 dan Muslim : 1097).

Dalam riwayat Bukhari dikatakan, “Sekitar membaca 50 atau 60 ayat.”

Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan, “Maksud sekitar membaca 50 ayat artinya waktu makan sahur tersebut tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat.” Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Hadits ini adalah dalil bahawa batas makan sahur adalah sebelum terbit fajar.”

Lalu bolehkah makan sahur setelah waktu imsak? (sepuluh menit sebelum subuh)

Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz pernah ditanya, “Beberapa organisasi dan yayasan membagi-bagikan Jadwal Imsakiyah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Jadwal ini khusus berisi waktu-waktu shalat. Namun dalam jadwal tersebut ditetapkan bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah 15 menit sebelum adzan shubuh. Apakah seperti ini memiliki dasar dalam ajaran Islam?”

Syaikh rahimahullah menjawab:

“Saya tidak mengetahui adanya dalil tentang penetapan waktu imsak 15 menit sebelum adzan subuh. Bahkan yang sesuai dengan dalil Al-Qur’an dan As Sunah, imsak(yaitu menahan diri dari makan dan minum) adalah mulai terbitnya fajar(msuk waktu subuh). Dasar firman Allah Ta’ala, yang artinya, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah : 187)

Dan dasarnya adalah sabda Nabi, yang artinya:

“Fajar ada 2 macam: pertama fajar diharamkan untuk makan dan dihallkan untuk shalat(yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu subuh) dan kedua fajar yang diharamkan untuk shalat subuh dan dihalalkan untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq).”

Dasarnya lagi, sabda Nabi:

“Bilal biasa mengumandangkan adzan dimalam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Buhkari : 623). Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta dn beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang memberitahukan padanya “Waktu subuh telah tiba, waktu subuh telah tiba.” (Majmu’ fatawa Ibnu Baz, 15/281-282)

  1. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain juga disebutkan:

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan sesantiasa berada diatas sunahku(ajaranku) selama tidak meunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu hibban dan Ibnu Khuzaimah). Dan inilah yag ditiru oleh Rafidhah(Syi’ah), mereka meniru yahudi dan nasrani dalam berbuka puasa. Merek baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah SWT melindungi kita dari kesesatan mereka.

Nabi kita Muhammad SAW biasa berbuka sebelum menunaikan shalat maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlak dari suri tauladan Nabi kita Muhammad SAW. Sebagaimana Anas bin Malik ra berkata, yang artinya, “Rasulullah SAW biasanya brebuka dengan ruthab(kuram basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthah, maka beliau berbuka dengan kurama tamr(kurma kering). Dan jika tida ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

  1. Berbuka Dengan Kurma Jika Mudah Diperoleh Atau Dengan Air

Dalilnya adalah hadits yang disebutkan di atas dari Anas. Hadits tersebut menunjukkan bahwa ketika berbuka disunnahkan pula untuk berbuka dengan kurma atau dengan air. Jika tidak mendapati kurma, bisa digantikan dengan makan yang manis-manis. Di antara ulama ada yang menjelaskan bahwa dengan makan yang manis-manis (semacam kurma) ketika berbuka itu akan memulihkan kekuatan, sedangkan meminum air akan menyucikan.

  1. Berdoa Ketika Berbuka

Ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya doa. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya, “Ada tiga orang yang daoanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzalimi.” (HR. Tirmidzi : 2526 dan Ibnu Hibban 16/396)

  1. Memberi Makan Pada Orang Yang Berbuka

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurani pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun juga.”  (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

  1. Lebih Banyak Berderma Dan Beribadah Kepada Allah SWT

Dari Ibny Abbas ra, ia berkata, “nabi adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi dibulan Ramadhan yaitu ketika Jibril’alaihissalam menemui beliau. Jibril’alaihissalam datang menemui beliau pada setiap malam dibulan Ramadhan(untuk membaca Al-Qur’an) hingga Al-Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi. Apabila Jibril’alaihissalam datang menemuinya, beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” (HR. Bukhari : 1902 dan Muslim : 2308)

Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan, “Nabi lebih banyak lagi melakukan kebaikan dibulan Ramadhan. Beliau mempebanyak sedekah, berbuat baik, memebaca Al-Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.” (Zaadul Maad 2:25)

Dengan banyak berderma melalui memebri makan berbuka dan sedekah sunnah dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. Dari Ali, ia berkata, Rasulullah bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya disurga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab badui berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi : 1984)

Amalan dibulan puasa

8 Macam Amalan Dibulan Suci Ramadhan

Bulan suci Ramadhan merupakan bulannya kaum muslimin berlomba-lomba untuk mengais banyak pahala. Mereka umat muslim bergembira dengan datangnya bulan suci ini karena mereka dapat bertemu lagi dengan bulan nan mulia tersebut. Bahkan para sahabat nabi terdahulu diberi kabar oleh Rasulullah SAW atas kedatangan bulan suci Ramadhan.

Dari Abu Huraira ra, ia berkata, yang artinya “Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

“Telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa didalamnya, pada bulan ini pintu-pintu surge dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu, juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu blan, barang siapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan Nasai)

Maka hendaklah kita jangan menyia-nyiakan bulan ini, bulan yang dimana keberkahan melimpah keseluruh alam semesta. Yang dimana apabila kita melakukan amal baik maka pahala baginya dilipat gandakan. Lalu apa saja amalan-amalan yang dapat kita kerjakan dibulan ramadhan ini? Berikut beberapa ulasannya.

Amalan dibulan puasa

Macam-Macam Amalan Dibulan Ramadhan

Berikut beberapa amalan-amalan yang dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadhan:

  1. Menghatamkan Al-Qur’an

Bulan ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an, maka sangat dianjurkan bagi kita umat muslimin untuk banyak membaca Al-Qur’an hingga menghatamkannya. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi, yang artinya, “Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembela (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al-Baqarah : 185)

Bahkan Rasulullah SAW memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, seperti yang diceritakan oleh Aisyah ra, berkata, yang artinya, “Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca Al-Qir’an semuanya, shalat sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh, selain dibulan Ramadhan.” (HR. Ahmad). Karena membaca satu huruf pada Al-Qur’an bernilai satu kebaikan.

  1. Mengerjakan Shalat Tarawih Secara Berjamaah

Shalat tarawih merupakan shalat sunah yang Rasulullah kerjakan disaat Ramadhan, namun Rasulullah SAW tidak membebani umatnya untuk mengerjakan shalat sunah tersebut. Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah sama bagiku, aku khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Namun, bila kita mengetahui pahala yang kita dapat pada setiap kali kita melaksanakan shalat terawih maka sangat disayangkan bila ditinggalkan.

  1. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar merupakan malam yang dimana diturunkannya Al-Quran. Maka itu, malam lailatul qadar sendiri ialah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Seperti yang telah dikatakan dalam Al-Quran, Allah Berfirman yang artinya, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar :3)

Dn malam lailatul qadar merupakan malamnya pelebur dosa-dosa dimasa lalu, Rasulullah SAW bersabda: “Dan barang siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari )

  1. Memperbanyak sedekah

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dalam semasa hidup beliau, apalagi dibulan Ramadhan , beliau lebih pemurah lagi. Seperti dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi).

  1. Memperbanyak i’tikaf

I’tikaf ialah berdiam diri disuatu tempat untuk beribadah kepada Allah SWT, i’tikaf biasa dilakukan dimasjid. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, Nabi mengajak para istrinya untuk beritikaf dimasjid,diceritakan oleh Aisyah RA, “Sesungguhnya Nabi SAW selalu i’tikaf pada sepuluh hari terkahir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.” (HR. Muttafaqun alaih)

  1. Berpuasa pada bulan Ramadhan

Bila kita sudah mengerjakan hal-hal tersebut diatas, pastikanlah diri kita dalam keadaan  berpuasa, karena berpuasa merupakan salah satu dari rukun islam. Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh puasa karena Allah Ta’ala maka Allah akan menghapus dosa-dosanya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpusa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (HR. Muttafaqun alaih)

  1. Melaksanakan Umrah

Umrah kala di bulan Romadhon ialah seperti pahalanya orang yang berhaji bersama Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Umrah pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.”

  1. Memperbanyak berbuat kebajikan

Berbuat kebaikan dibulan puasa sangat berpahala, karena dibulan ini segala amal perbuatan kita dilipat gandakan oleh Allah SWT. Maka berbuat baiklah dalam segala hal apapun walaupun itu terlihat kecil dan tidak berarti dimata kita, tapi pasti sangat berharga bagi mereka.

 

Keuntungan Dari Pengaplikasian Amalan Baik Dibulan Ramadhan

Jadikanlah bulan ramadhan ini sebagai peningkatan iman, peningkatan taqwa serta peningkatan amal kita kepada Allah SWT. Kita dapat juga memperbaiki hubungan kita kepada saudara kita dengan menyambung tali silaturahim. Karena dengan menyambung tali silaturahim maka Allah panjangkan umur kita dan terlimpahnya rizki kita.

Selain menyambung tali silaturahim, mari perbaiki hubungan kita kepada Allah SWT, dengn berzikir, menyebut asma-Nya, dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah kita lakukan dimasa lalu. Bila kita mengingat Allah maka Allah pasti akan ingat kepada kita, hambanya selalu menyebut NamaNya, yang selalu bedoa dan memohon pertolongan hanya kepadanya.

Marilah petik hikmahnya, kita ajak seluruh saudara kita, agar dapat memanfaatkan momentum bulan puasa dengan sebaik-baiknya. Agar dapat meningkatkan taqwa dan iman kita kepada Allah SWT, sehingga bersama-sama kita masuk kedalam surga dan dibebaskan dari api neraka.  Aamiin Aamin Ya Robbal’aalamiin

menyambung tali silaturahim di bulan Ramadhan

Ramadhan Indah, Mengikat Ukhuwah Kepada Sesama Umat

Ramadhan ialah bulan suci nan mulia, menjadi tamu agung untuk mereka yang mengharapkan ampunan Allah SWT dan merindukannya jannahNya. Bulan Ramadhan pula menjadi bulan pengikat ukhuwah kepada sesama umat. Mengikat tali silaturahim yang mana akan memperpanjang umur dan memperlancar rezeki kita.

Oleh karena itu, ada beberapa amalan-amalan yang dianjurkan untuk kita laksanakan agar tersampainya ukhuwah dan mempererat tali persaudaraan kepada sesama muslim. Yang sebelumnya kita atau orang lain tidak menyukai seseorang karena beberapa alasan, maka bulan Ramadhan adalah alasan terbaik untuk menghilangkan sifat benci dan dengki terhadap saudara kita.

Karena hanya dengan hati ikhlas, berbaikan kepada sesama muslim dan memperbaiki hubungan kita kepada sang maha pencipta. Maka dapat disimpulkan dibulan ini menjadi bulan satu-satunya mensucikan hati dan pikiran kita yang mana dapat memperbaiki ibadah kita kepada Allah SWT dan juga dapat mempererat ukhuwah islamiyah kita kepada umat muslim lainnya.

menyambung tali silaturahim di bulan Ramadhan

Menjaga Tali Silaturahim Kepada Sesama Umat

Dibulan Ramadhan ini kita dapat membangun tali silaturahim kepada umat muslim. Yang dimana akan menciptakan kedamaian. Yang dahulu kita hidup berkotak-kotak dan tidak perduli terhadap sesama dan sekitar, mulailah merubah diri menjadi lebik baik untuk kehidupan yang bahagia. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

Kita dapat melakukan amalan-amalan penyambung tali silaturahim dibulan Ramadhan dengan:

  1. Memperbanyak sedekah

Seorang manusia pasti akan merasa bahagia apabila mendapatkan sedekah dari saudaranya. Yang mana dapat meringankan beban hidup yang mereka alami. Disamping itu bersedekah dapat menumbuhkan rasa cinta kepada sesama umat dan menghilangkan rasa benci, sehingga dapat mempererat ukhuwah islamiyah kepada sesama. Dari Abdullah bin abbas ra, yang artinya:

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan beliau semakin bertambah ketika berada pada bulan Ramadhan”. (HR. Bukhori : 1902)

  1. Dapat menahan amarah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Tujuan dari melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan ialah agar seseorang dapat meraih ketaqwaan. Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas kamu bertaqwa”. ( QS. Al-Baqarah : 183)

Dan salah satu sifat orang yang bertaqwa ialah mampu menahan amarahnya dan mudah memaafkan orang lain. Maka, hendaklah kita melatih diri kita untuk menahan amarah. Apabila seseorang mampu menahan amarahnya dan mudah memaafkan atas segala kesalahan, maka rasa persaudaraan akan semakin erat.

  1. Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa

Dan salah satu amalan lain yang dapat kita lakukan untuk mempererat ukhuwah kita kepada umat muslim ialah dengan menyediakan makanan untuk orang-orang yang berbuka puasa. Dari Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Barang siapa memberi makanan untuk berbuka puasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun”. (HR. Tirmidzi : 807)

 

Macam Kebahagiaan Bagi Orang Yang Berpuasa

Sungguh banyak hikmah dibalik orang yang berpuasa, untuk meningkatkan taqwa kepada Allah dan menyambung tali sialturahim kepada sesama muslim. Ialah dapat mengkokohkan rasa peduli dan ukhuwah kita kepada umat. Janganlah kita menjadi salah satu orang yang masuk kedalam putusnya rahmat Allah SWT.

إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ

“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahim” (HR. Muslim)

Mudah-mudahan dengan keberkahan puasa Ramadhan ini dapat menghantarkan kita kepada kebahagiaan yang akan dengan mudahnya kita raih. Dengan memperbaiki hubungan kita kepada Allah SWT dan mempererat ukhuwah kepada sesama umat muslim, terhantarlah kita kepada keberkahan puasa Ramadhan yang kita idam-idamnkan

Aamiin Aamiin Ya Robbal’aalamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00