Tag: ramadhan

pengertian haji syarat haji dan rukun haji

Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

pengertian haji syarat haji dan rukun haji

Haji merupakan ibadah kepada Allah SWT dalam rukun islam yang terakhir. Yang dimana diwajibkan bagi seluruh muslim untuk mengunjungi Baitullah di Mekkah ketika telah mampu. Dengan melakukan hal tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu pula.  Menunaikan ibadah haji diwajibkan atas setiap muslim yang mampu mengerjakannya dan seumur hidup sekali. Dan bagi yang mengerjakan haji lebih dari satu, hukumnya sunah.

dijelaskan dalam firman Allah, yang artinya “…Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji maka ketauhilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh Alam” (QS. Ali Imran : 97)

Dalam hadits Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh Bukhari, yang Artinya “ Islam didirikan atas lima sendi, yakni bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, menunaikan Shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan puasa pada bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim)

Syarat-Syarat Bagi Muslim Yang Menunaikan Haji

Syarat-syarat dalam melaksanakan haji diberlakukan agar para calon jama’ah tidak mendapatkan kesulitan saat berhaji,. Dan syarat-syaratnya ialah:

  1. Islam, bagi yang beragama selain islam tidak dapat melaksanakan ibadah haji.
  2. Baligh, umat muslimin yang sudah dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk.
  3. Berakah sehat, seorang muslim yang hendak berhaji ialah harus berakal sehat agar mereka mengerti dan memahami setiap langkah-langkah dan merupakan akal yang sehat yang dapat berfikir dengan baik bahwa haji merupakan kewajiban. Maka tidak diwajibkan bagi orang yang sudah tidak waras atau disebut gila untuk melakukan ibadah haji.
  4. Orang merdeka, bukan budak.
  5. Mampu secara fisik dan materil, selama melaksanakan ibadah haji dan memiliki nafkah yang tersedia untuk keluarga yang ditinggalkan selama berhaji.

                                                      Rukun-Rukun Haji yang wajib dikerjakan

Rukun haji merupakan perbuatan yang wajib dikerjakan dan tidak dapat diganti dengan membayar denda atau hal lain. Meninggalkan salah satu dari rukun haji maka akan gugur atau tidak sah ibadah haji tersebut.

  1. Ihram
    Ihram adalah niat mengerjakan ibadah haji atau umrah dengan memakai pakaian ihram, pakaian yang berwarna putih bersih dan tidak berjahit. Pakaian tidak berjahit hanya berlaku bagi haji laki-laki.
  2. Wukuf Dipadang Arafah
    Wukuf adalah hadir di Padang Arafah pada waktu dzuhur, yang dimulai sejak tergelincirnya matahari tanggal 9 Zulhijjah sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  3. Tawaf
    Tawaf adalah mengelilingi Baitullah sebanyak tujuh kali putaran yang dimulai dari hajar aswad dengan posisi Ka’bah disebelah kiri orang yang bertawaf (berputar berlawanan arah jarum jam). Dan harus bersih dari hadas dan najis yang mungkin menempel di tubuh.
  • Tawaf Qudum, dilakukan ketika baru sampai diMekkah.
  • Tawaf Ifadah, dilakukan karena melaksanakan rukun haji.
  • Tawaf Nazar, dilakukan karena nazar.
  • Tawaf Sunah, dilakukan tidak karena sebab-sebab tertentu (mencari keutamaan dalam ibadah).
  • Tawaf Wada’, dilakukan karena hendak meninggalakan Mekkah.
  • Sai
    Sai adalah berlari-lari kecil antara Bukit safa dan Marwah. Ketentuan sai haru dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Sai dilakukan sebanyak tujuh kali dan dikerjakan setelah tawaf.
  1. Menggunting/ Mencukur Rambut
    Waktu mencukur rambut ialah setelah melempar Jumrah Aqobah pada hari Nahar. Apabila mempunyai Qurban, maka mencukur dapat dilaksanakan setelah menyembelih hewan Qurban. Mencukur rambut sekurang-kurangnya tiga helaian rambut.
  2. Tertib
    Tertib berarti melakukan rukun-rukun haji tersebut harus berurut yang dimulai dari niat (ihram), wukuf, tawaf, sai, dan menggunting rambut.

Wajib Haji

Merupakan perbuatan yang wajib dilaksanakan pada saat ibadah haji dilaksanakan.

  1. Memulai ihram dari miqat yang telah ditentukan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
  2. Melempar jumrah.
  3. Mabit (menginap) di Muzdalifah (tempat: Mekkah).
  4. Mabit (menginap di madinah).
  5. Tawaf Wada’ (perpisahan).

Demikianlah sedikit penjelasan dari haji itu sendiri. semoga bermanfaat dan yang belum berhaji, Allah kirim kita kesana. Aamiin

 

amalan di 10 hari terakhir ramadhan

Amalan Pada 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Sudah memasuki waktu 10 hari terakhir ramadhan, hendaklah kita lebih berkutat diri dengan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Karena pada 10 malam terakhir dibulan ramadhan Allah menurunkan begitu banyak keutamaan. Maka sangat disayangkan bila kita melewati 10 malam terakhir dibulan ramadhan ini dengan sia-sia.

Lalu, apa yang Allah siapkan di 10 malama terakhir dibulan Ramadhan? Allah SWT menyiapkan satu malam yang sangat diistimewakan. Dimana malam tersebut lebih baik dari seribu bulan  yang dimana Allah SWT turun dengan membawa Rahmat-Nya ialah malam lailatul qadar. Rahmat bagi mereka yang mengingat dan menyebut dan bangun malam untuk beribadah kepadanya.

Malam lailatul qadar itu sendiri memiliki tanda-tanda tersendiri. Maka akan sangat terasa bagi mereka yang telah melewati malam lailatul qadar tersebut. Isilah malam-malam ramadhan dengan banyak membaca Al-Qur’an, Sholat malam, berzikir kepada Allah, berdoa memohon ampunan kepada-Nya atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat dan meminta keberkahan ramadhan turun kepada dirinya dan keluarganya.

amalan di 10 hari terakhir ramadhan

Amalam-Amalan Pada 10 Malam Terakhir Dibulan Ramadhan

Dalam hadist-hadist banyak disebutkan kondisi Nabi SAW di 10 hari terakhir ramadhan.  “Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Rasulullah SAW lebih giat beribadah melebihi hari-hari sebelumnya.” (HR. Muslim no. 2009). Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan kita umatnya bagaimana menghadapi malam-malam terakhir dibulan ramadhan, ialah dengan beribadah kepada dengan bersungguh-sungguh. Maka ikutilah apa yang telah diajarkan oleh Nabi SAW.

Berikut amalan-amalan pada 10  hari terakhir Ramadhan

  1. Lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah

Pada 10 hari terakhir ramadhan dianjurkan bagi seluruh umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Karena dimalam-malam terakhir ramadhan Allh turunkan rahmatNya lewat malam lailatul qadar. Ajaklah seluruh keluarga untuk lebih giat lagi beribadah kepada Allah SWT.

  1. I’tikaf dimasjid

I’tikaf sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan untuk lebih ditekankan pada bulan Ramadhan ini apalagi menjelang malam-malam terakhrir dibukan Ramadhan. Seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dari Aisyah radhiyallahu’Anha, ia berkata: “Nabi Shallallahu’alaihi wassalam  selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terkakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Memperbanyak sholat malam

Menghidupi malam-malam di hari terakhir bulan ramadhan sangat dianjurkan, selain melakukan shalat lima waktu dan shalat sunah terawih kita juga dapat melakukan shalat malam pada malam harinya. Dari sebuah hadits dijelaskan yang artinya, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

  1. Memperbanyak berdoa

Disunahkan untuk memperbanyak doa dibulan ramadhan, terutama dihari-hari terakhir bulan ramadhan. Suatu ketika Nabi SAW ditanya oleh istri beliau, Aisyah ra, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang mesti aku ucapkan saat itu?” maka Beliau menjawab, “Katakanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi, shahih)

  1. Bersungguh-sungguh dalam meraih malam lailatul qadar

Pada penghujung bukan Ramadhan, tepatnnya di 10 hari terakhir dibulan Ramadhan terdapat lailatul qadar. Merupakan malam yang sangat mulia, malam dengan penuh keberkahan yang mana pahala ibadah seorang hamba akan dilipatgandakan. Bahkan Allah SWT menjelaskan bahwa lailatul qadar itu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman yang artinya, “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliann itu lebih baik dari serubu bulan.” (QS. Al-Qadr : 1-3)

  1. Banyak membaca Al-Quran

Karena malam lailatul qadar sangat erat kaitannya dengan malam turunnya Al-Quran (Nuzulul Qur’an) maka sangat dianjurkan bagi kita umat muslim untuk banyak membaca Al-Qur’an yang mana akan menjadi syafaat bagi kita diakhirat kelak.

 

Berlomba-lomba Meraih Keutamaan Di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dalam musnad Imam Ahmad bin Hanbal, disebutkan bahwa pada dua puluh hari pertama )dari bulan ramadhan) Nabi SAW menyatukan antara tidur dan shalat. Dan apabila telah memasuki sepuluh (terakhir) beliau bersungguh-sungguh, dan mengencangkan sarungnya.” (HR. Ahmad no: 23254)

Kseungguhna dan perhatian besar untuk ibadah disepuluh terakhir ramadhan juga dalam rangka meraih  keutamaan malam lailatul qadar yang merupakan malam istimewa, malam yang diagungkan karena malam itu lebih baik dari seribu bulan. Dan Nabi berwasiat mengenai hal ini, “Carilah lailatul al-qadri disepuluh terakhir ramadhan. (HR. Bukhari no. 1880).

Hendaklah kita berlomba-lomba dalam meraih keutamaan malam lailatul qadar yang terdapat di 10 hari terakhir dibulan ramadhan. Semoga kita termasuk kedalama orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk meraih kemuliaan lailatul qadar dan ikhlas melakukan karena hanya mengharap ridho dan ampunanNya. Aamiin YRA

Amalan yang dapat dilakukan wanita ketika dalam keadaan haid dibulan ramadhan

Bagaimana Tetap Meraih Pahala Dalam Keadaan Haid Dibulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi seluruh umat muslim untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Bagaimana tidak? Dibulan suci tersebut pahala yang kita dapatkan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Maka tak heran banyak umat muslim yang berlomba-lomba meraih pahala yang besar agar mereka mendapatkan keberkahan ramadhan yang sempurna.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700x lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahg=agiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harim di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. (HR. Bukhari : 1904, 5927 dan Muslim : 1151)

Dari hadits diatas telah dijelaskan bahwa Allah SWT akan melipat gandakan pahalanya orang yang berpuasa dan Allah SWT sendiri yang akan membalasnya. Namun, bagaimanakah merapih pahala dibulan Ramadhan bagi perempuan yang sedang haid? Jangan berputus asa ukhti, berikut sedikit ulasannya.

Amalan yang dapat dilakukan wanita ketika dalam keadaan haid dibulan ramadhan

Macam-Macam Amalan Perempuan Ketika Haid Dibulan Ramadhan

Berikut merupakan amalan bagi perempuan yang sedang haid dibulan Ramadhan:

  1. Memperbanyak bersedekah

Ketika perempuan dalam keadaan berhalangan tentu kita sebagai perempuan tidak dapat menjalankan ibadah puasa, sholat dan membaca Al-Qur’an. Namun masih banyak amalan sunah lainnya yang dapat kita lakukan sebagai pengganyi yang wajib. Ialah dengan bersedekah. Bersedekah dapat meringankan beban orang yang yang sedang ditanggungnya yang berarti kita sama-sama merasakan penderitaan orang tersebut.

“Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)

dapat disimpulkan bahwa dibulan Ramadhan inilah waktu yang tepat untuk beramal.

  1. Memperbanyak Istighfar Dan Memohon Ampun Kepada Allah SWT

Berzikir kepada Allah dan berdoa sebanyak-banyaknya merupakan hal yang tidak dilarang oleh Allah SWT bagi perempuan yang sedang berhadas besar. Maka hendaklah bagi perempuan yang sedang berhadas besar dianjurkan untuk berzikir dan berdoa kepada Allah sebanyak dan semampunya.

  1. Menyiapkan hidangan berbuka puasa

Berikut merupakan hal yang dapat dilakukan oleh wanita yang sedang berhadas ialah dengan memberi makan atau menyiapkan hidangan bagi orang yang berpuasa, selain berpahala amalan ini juga sangat dianjurkan karena memiliki pahala yang sama dengan org yang berpuasa.

Dari Zai bin Khalid Al-Juhani berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” (HR. At-Tirmidzi)

  1. Bersholawat Kepada Baginda Nabi Muhammad SAW

Banyak amalan-amalan sunah yang dapat dilakukan oleh wanita yang tengah berhadas ialah dengan bersholawat kepada Rasulullah SAW.

  1. Menambah Ilmu Pengetahuan

Hal lain yang dapat dilakukan oleh wanita yang tengah berhadas ialah dengan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Seperti menghadiri majlis-majlis, sharing ilmu agama kepada orang-orang yang berilmu juga.

 

Tetap Eksis Meski Dalam Keadaan Haid Dibulan Ramadhan

Allah SWT tidak memberi suatu masalah, musibah, atau kehendak lainnya yang Allah turunkan untuk hambanya semata-mata agar kita menyadari akan Maha Kuasa Allah atas segalanya. Apapun dapat terjadi didunia ini atas kehendak-Nya. Dan pastinya mengandung hikmah didalamnya. Jangan menyesal bila kita berhadas besar ketika berpuasa Ramadhan, karena menstruasi merupakan tanda-tanda Allah SWT ciptakan seorang wanita.

Meskipun dalam keadaan berhadas besar, agar kita tidak merasa jauh dari Allah SWT tidak membiarkan hambanya melamun sendiri atau tidak melakukan apa-apa. Maka banyak sunah-sunah yang Nabi SAW ajarkan. Sunah-sunah dibulan Ramadhan dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Selain yang disebutkan diatas juga dapat kita lakukan dengan berbuat baik kepada sesama makhluk Allah. Menolong orang yang kesusahan, bertemu kucing yang kelaparan dan memberinya makan dan lain sebagainya.

Semoga kita dapat menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, semoga kita dapat meraih kebahagiaan dibulan Ramadhan, mendapat keberkahannya dan pahala yang berlipat ganda. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Salurkan Donasi anda untuk meraih keberkahan dibulan Ramadhan bersama Anak yatim dan Dhuafa di Yayasan Nurul Ihsan.

Rekening a/n Yayasan Nurul Ihsan

Bank BRI unit malaka

0997.01.003230.50.0

Bank mandiri kcp jkt buaran

006-00-0609147-8

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00