Tag: Puasa Sunnah

Bolehkah Merayakan Hari Ulang Tahun_

Bolehkah Merayakan Hari Ulang Tahun?

Bolehkah Merayakan Hari Ulang Tahun_

Perayaan ulang tahun sudah menjadi kebiasaan manusia masa kini. Memeriahkan hari kelahiran dengan merayakan, mengundang teman-teman, sanak saudara dan orang tersayang. Yang perlu kita ketahui, bahwasanya kebiasaan merayakan ulang tahun bukanlah bagian dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak pernah merayakan hari kelahirannya dan demikian di ikuti oleh para sahabatnya. Melakukan kegiatan tersebut termasuk ke dalam tindakan mubazir (menyia-nyiakan), mubazir merupakan kesukaan setan. Serta menyelenggarakan hari ulang tahun juga merupakan tindakan tasyabbuh (menyerupai) dengan budaya barat.

Tasyabbuh ialah menyerupai suatu kaum. Misalnya kebiasaan orang-orang kafir yang di ikuti kaum muslimin atau menyerupai orang lain dalam suatu perkara. Merayakan ulang tahun merupakan salah satu bid’ah sesat yang tidak boleh di lakukan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Artinya: “ Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan berada dalam neraka.”

Penyebab Maraknya Perayaan Ulang Tahun

Penyebab asal muasal maraknya perayaan ulang tahun, hingga kini belum diketahui kapan pasti terjadinya. Yang jelas, kemunculannya di dunia islam sangat menyedot perhatian. Bagi manusia awam dia akan terlihat senang dan biasa-biasanya karena tidak ada yang melarang. Namun, bagi para ulama dan cendikiawan islam sangat khawatir mengenai hal ini dikarena kan ini tidak sesuai dengan syariat islam ataupun ajaran Nabi.

Ini lah kegiatan yang termasuk unsur tasyabbuh, yang mana tindakan yang menyerupai budaya barat dan merupakan warisan dari non-muslim. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “ Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud. Di shahihkan oleh Ibnu Hibban)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa Sunnah saat hari kelahirannya tiba sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Rasa syukur kepada Allah atas panjang umur dalam ketaatan dan ketaqwaan kepada-Nya. Ini lah yang disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bolehkah Hadir Ke Acara Ulang Tahun?

Apabila tetangga atau teman kita mengundang untuk menghadiri acara perayaan ulang tahunnya, bolehkah kita hadir disana?

Pertanyaan ini sering kali terdengar oleh telinga kita. Bahwasanya sebagian orang menyangka bahwa perayaan ulang tahun dapat di laksanakan asal tidak dianggap serius dan ibadah maka tetap di perbolehkan. Maka ini merupakan anggapan yang salah dan keliru. Meskipun perayaan ulang tahun tersebut tidak di anggap sebagai ibadah, namun tetap saja di larang.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata ,

لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya: “ Dahulu orang-orang Jahiliyah memiliki dua hari di setiap tahun, di mana mereka biasa bersenang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  datang ke kota Madinah, beliau bersabda, “Dahulu kalian memiliki dua hari di mana kalian bersenang-senang ketika itu. Sekarang, Allah telah menggantikan untuk kalian dengan dua hari besar yang lebih baik, yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.” (HR. Abu Dawud : 1164 dan An-Nasa’I : 1556)

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

‘Asyuro adalah hari kesepuluh di bulan Muharram. Hari yang berada dalam bulan-bulan haram, bulannya Allah Subhanahuwa ta’ala. Hari yang menyimpan sejarah-sejarah islam yang banyak dan mendalam yang harus diingat oleh muslimin dan muslimat setelahnya. Serta dianjurkannya melaksanakan puasa Sunnah Tasuah serta ‘Asyuro.

Dari Ibnu Abbas ra berkata, yang artinya :

“Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa ‘Asyuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “ Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahuwa ta’ala. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian.” Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.

Tanggal 10 Muharram atau satu ‘asyura merupakan hari bersejarah dalam islam, disebutkan oleh beberapa riwayat tentang peristiwa terdahulu, yakni

  1. Nabi Adam alaihissalam bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari dosa-dosa yang telah dilakukannya dan Allah mengabulkannya.
  2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir besar yang menghanyutkan dan membinasakan.
  3. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selamat dari siksaan Raja Namrud yakni berupa api yang akan membakar.
  4. Nabi Yusuf ‘alaihissalam, dibebaskan dari penjara mesir karena difitnah
  5. Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat dan dapat keluar dari perut ikan hiu
  6. Nabi Ayub ‘alaihissalam disembuhkan olwh Allah dari penyakit yang menjijikan.
  7. Nabi musa ‘alaihissala, dan umatnya Bani Israil selamat dari pengejaran Raja Fir’aun di laut merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah kurang lebih lima ratus ribu orang yang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

Keutamaan Yang Ada Didalam Bulan Muharram

Muharram dalam Bahasa arab artinya waktu yang diharamkan. Diharamkan untuk menzalimi diri kita sendiri dan berbuat dosa. Muharram termasuk dalam salah satu bulan nya Allah dan disebut dengan salah satu bulan haram. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

نَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakam langit dan bumi, diantaranya 4bulan haram. itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka-pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.”  (QS. At-Taubah : 36)

selain penjelasan diatas, berikut keutamaan-keutamaan yang ada dialam bulan Muharram:

  1. Puasa Asyuro dapat diampuni dosa satu tahun lalu dan sesudahnya

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “ Dan puasa di hari ‘Asyuro saya berharap kepada Allah agar dapat menghapus doa setahun yang lalu.” (HR. Mulsim : 1162/2746)

  • Dibulan haram dibolehkan berperang melawan kemusyrikan, kebatilan dan keburukan lainnya.

 فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ

Artinya: “ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram, maka bunuh-lah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At – Taubah : 5)

Hikmah Pada Peristiwa Hari Asyuro

Dari kisah-kisah yang terjadi pada hari asyura diatas, itu semua merupakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Nabi terdahulu saat semasa hidupnya dilanda bencana dan masing-masing ujian. Perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu dapat kita petik pelajaran didalamnya.

Semua misi mereka sama, yakni menegakan aqidah Islamiyah, meyakini ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala yang maha pengasih lagi penyayang. Peristiwa besar, yang dapat kita tukil bahwa harus memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Dapat memisahkan mana yang baik dan buruk serta selalu berada dijalan Allah subhanahu wa ta’ala, karena Rahmatnya tidak akan putus bagi orang yang  beriman dengan seyakin-yakinnya.

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Penolong bagi hambanya yang berserah dan meminta pada-Nya.

Keberkahan Di Hari Senin Dan Kamis

Keberkahan Di Hari Senin Dan Kamis

Hari senin sebagai hari pertama yang mengawali hari-hari lainnya. Namun banyak yang tidak menyukai hari tetsebut dikarenakan sudah nyaman dengan hari libur sebelumnya. Itulah yang menyebabkan sebagian dari kita bermalas-malasan dengan hari senin. Padahal di hari senin kita dapat menunjukkan sisi positif yang salah satunya semangat beraktifitas yang dimulai di senin pagi.

Bukan hanya itu, di hari senin dan kamis terdapat keberkahan yang  dapat kita raih didalamnya. Dalam islam, bukankah kita harus banyak melakukan kebajikan serta amal-amal shaleh sebagai bekal kita dikemudian hari? Salah satu dari keberkahan hari senin dan kamis yakni di hari tersebut amal-amal kita diperiksa oleh Allah subhanahuwa ta’ala.

“Amal-amal manusia diperiksa dihadapan Allah dua kali dalam sepekan yaitu hari senin dan kamis.”  (HR. Muslim). Maka lakukanlah amal yang lebih baik di hari amal-amal kita diperiksa oleh Allah subhanahuwa ta’ala salah satunya dengan puasa Sunnah senin kamis atau bersedekah dengan ikhlas.

Keutamaan Pada Hari Senin Dan Kamis

Berikut keutamaan dan keberkahan yang terdapat di hari senin dan kamis:

  • Keutamaan yang ada pada hari senin dan kamis ialah dibukanya pintu-pintu surga pada dua hari tersebut yakni orang-orang mukmin diampuni atas dosa-dosa nya kecuali orang-orang mukmin bersauda yang sedang bermusuhan. Dijelaskan pada sebuah hadits shahih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.

Artinya: “ Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yag antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan , ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.”
(HR. Muslim IV : 1987).

  • Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senang melaksanakan puasa Senin Kamis.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.”

(HR. Tirmidzi dalam sunannya (III/121) Kitaabush Shaum, an-Nasa-I dalam sunannya (IV/202 Kitaabush Shaum, Ibnu Majah dalam sunannya (I/553) Kitaabush Shiyaam dan Ahmad dalam Musnadnya (VI/106)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutarakan alasan puasa beliau pada kedua hari ini dalam sabdanya,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya)

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senang bepergian (safar) pada hari Kamis.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai bepergian di hari kamis. Sebagaimana tercantum dalam hadits, dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

لَقَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ إِذَا خَرَجَ فِي سَفَرٍ إِلاَّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

Artinya: “Sangat jarang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk melakukan perjalanan kecuali pada hari kamis.” (HR. Bukhari)

Lalu dalam riwayat lain juga dikatakan oleh Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ فِي غَزْوَةِ تَبُوْكَ وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ

Artinya: “Bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam keluar pada hari kamis di peperangan Tabuk dan memang beliau suka keluar untuk melakukan perjalanan pada hari kamis.” (HR. Bukhari)

Hikmah Di Hari Senin Dan Kamis

Hari senin dan kamis memiliki keutamaan yang tidak dimiliki hari lainnya seperti yang telah disebutkan diatas pada hari senin dan kamis Allah subhanahuwata’ala memeriksa amal-amal manusia, lalu Rasulullah shallalahu’alaihi wa sallam sangat menyukai puasa Sunnah senin dan kamis serta Rasul juga menyukai bepergian pada hari kamis.

Juga dihari senin merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Maka beliau sangat suka puasa Sunnah yang ada di senin dan kami. Dijelaskan dalam shahih muslim dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ

artinya: “hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al – Quran kepadaku pada hari tersebut.”(HR. Imam Muslim )

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00