Tag: Muharram

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

Peristiwa-Peristiwa Penting Di Hari Asyuro

‘Asyuro adalah hari kesepuluh di bulan Muharram. Hari yang berada dalam bulan-bulan haram, bulannya Allah Subhanahuwa ta’ala. Hari yang menyimpan sejarah-sejarah islam yang banyak dan mendalam yang harus diingat oleh muslimin dan muslimat setelahnya. Serta dianjurkannya melaksanakan puasa Sunnah Tasuah serta ‘Asyuro.

Dari Ibnu Abbas ra berkata, yang artinya :

“Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa ‘Asyuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “ Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahuwa ta’ala. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian.” Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.

Tanggal 10 Muharram atau satu ‘asyura merupakan hari bersejarah dalam islam, disebutkan oleh beberapa riwayat tentang peristiwa terdahulu, yakni

  1. Nabi Adam alaihissalam bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari dosa-dosa yang telah dilakukannya dan Allah mengabulkannya.
  2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir besar yang menghanyutkan dan membinasakan.
  3. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam selamat dari siksaan Raja Namrud yakni berupa api yang akan membakar.
  4. Nabi Yusuf ‘alaihissalam, dibebaskan dari penjara mesir karena difitnah
  5. Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat dan dapat keluar dari perut ikan hiu
  6. Nabi Ayub ‘alaihissalam disembuhkan olwh Allah dari penyakit yang menjijikan.
  7. Nabi musa ‘alaihissala, dan umatnya Bani Israil selamat dari pengejaran Raja Fir’aun di laut merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah kurang lebih lima ratus ribu orang yang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

Keutamaan Yang Ada Didalam Bulan Muharram

Muharram dalam Bahasa arab artinya waktu yang diharamkan. Diharamkan untuk menzalimi diri kita sendiri dan berbuat dosa. Muharram termasuk dalam salah satu bulan nya Allah dan disebut dengan salah satu bulan haram. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

نَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakam langit dan bumi, diantaranya 4bulan haram. itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka-pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.”  (QS. At-Taubah : 36)

selain penjelasan diatas, berikut keutamaan-keutamaan yang ada dialam bulan Muharram:

  1. Puasa Asyuro dapat diampuni dosa satu tahun lalu dan sesudahnya

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “ Dan puasa di hari ‘Asyuro saya berharap kepada Allah agar dapat menghapus doa setahun yang lalu.” (HR. Mulsim : 1162/2746)

  • Dibulan haram dibolehkan berperang melawan kemusyrikan, kebatilan dan keburukan lainnya.

 فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ

Artinya: “ Apabila sudah habis bulan-bulan Haram, maka bunuh-lah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At – Taubah : 5)

Hikmah Pada Peristiwa Hari Asyuro

Dari kisah-kisah yang terjadi pada hari asyura diatas, itu semua merupakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Nabi terdahulu saat semasa hidupnya dilanda bencana dan masing-masing ujian. Perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu dapat kita petik pelajaran didalamnya.

Semua misi mereka sama, yakni menegakan aqidah Islamiyah, meyakini ke-esaan Allah subhanahu wa ta’ala yang maha pengasih lagi penyayang. Peristiwa besar, yang dapat kita tukil bahwa harus memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Dapat memisahkan mana yang baik dan buruk serta selalu berada dijalan Allah subhanahu wa ta’ala, karena Rahmatnya tidak akan putus bagi orang yang  beriman dengan seyakin-yakinnya.

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Penolong bagi hambanya yang berserah dan meminta pada-Nya.

Keutamaan-keutamaan Dibulan Rajab

Keutamaaan-Keutamaan Di Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia didalam calendar hijriyah, yang dimana didalamnya terdapat keutamaan-keutamaan. Bulan Rajab masuk kedalam salah satu Bulan Haram (suci), bulan Haram ialah bulan yang didalamnya dilarang keras untuk berbuat maksiat.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan umi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah : 36)

Bulan Rajab memiliki dua julukan, yakni al-Asab yang artinya pencurahan dan al-Asham yang artinya tuli. Dinamakan al-Ashab karena dibulan ini rahmat turun begitu banyak kepada Umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Lalu, dinamakan bulan al – Asham karena dibulan itu tidak terdengar peperangan dan suara geseknya pedang-pedang.

Keutamaan-keutamaan Dibulan Rajab

Dilarang Berbuat Maksiat Dibulan Haram

Seperti pada penjelasan diatas, bahwa bulan Rajab termasuk kedalam bulan Haram. Lalu apa maksud bulan Haram ?

Dari AL Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, “Dinamakan bulan haram karena dua makna, yakni :

  1. Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Dan orang-oang jahiliyah pun juga menyakini akan larangan demikian.
  2. Pada bulan tersebut juga terdapat larangan melakukan perbuatan haram atau maksiat yang dimana ditekankan dari pada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Dan sebaliknuna pada saat itu sangatlah dianjurkan untuk melakukan amalan salih atau ketaatan.” (Zaadul Masiir, tafsir surah At-Taubah : 36)

Dan pelarangan berbuat maksiat dibulan ini juga dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif , 207)

Adakah Anjuran Puasa Dibulan Rajab?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memotivasi kita untuk melaksanakan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya, dari Abu Hurairah berkata,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim : 1163

Dan Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.” (Syarh Shahih Muslim, 8:55)

Lalu, mengapa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam diketahi banyak berpuasa dibulan Sya’ban bukan dibulan Muharram? Disini terdaoat dua jawaban yang dikemukakan oleh Imam Nawawi:

  1. Mungkin saja Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam baru mengetahui keutamaan banyak berpusa dibulan Muharram diakhri hayat hidup beliau.
  2. Dan boleh jadi beliau memiliki udzur (halangan) ketika berada dibulan Muharram seperti sakit atau sedang safar. Sehingga beliau tidka menyempatkan diri untuk melaksanakan puasa pada bulan tersebut. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 8:55)

Dari Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Puasa yang paling utama di antara bulan-bulan haram (Dzulqo’dah, Dzulhijah, Muharram, Rajab -pen) adalah puasa di bulan Muharram (syahrullah).” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 67)

Sesuai penjelasan Ibnu Rajab, puasa sunnah (tathowwu’) ada dua macam:

  1. Puasa sunnah muthlaq. Sebaik-baik puasa sunnah muthlaq adalah puasa di bulan Muharram.
  2. Puasa sunnah sebelum dan sesudah yang mengiringi puasa wajib di bulan Ramadhan. Contoh puasa ini adalah puasa enam hari di bulan Syawal. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 66)
pengertian bulan muharram

Pengertian Bulan Muharram Dalam Kalender Islam

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan kalender Hijriyah. Bulan Muharram dikenal juga bulannya Allah SWT, yang merupakan bulan yang masuk sebagai bulan haram atau bulan yang dilarang didalamnya berperang, berbuat dzalim dan berbuat kejahatan kepada sesama muslim. Yang dimana zaman dahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW bulan ini dikenal sebagai bulan Shafar Al-Awwal sedangkan Shafar dinamai Shafar Ats-Tsani.

Berasal dari kata Al-Muharram yang artinya waktu yang diharamkan, diharamkan yang dimaksud dialah dijelaskan disurat At-Taubah ayat 36,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dikeempat bulan itu.” (QS. At-Taubah : 36)

Lalu diriwayatkan dari Abu Bakrah ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

… السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَان

Artinya: “Setahun terdiri dari dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Al-Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari : 3197 dan Muslim : 1679/4383)

pengertian bulan muharram

Bulan Muharram Bulannya Memuliakan Anak Yatim?

Bulan Muharram, walaupun termasuk ke dalam salah satu fadhilah yakni menyantuni anak yatim. Terkait itu, Allah SWT tidak menjelaskan secara rinci kapan untuk memuliakan anak yatim. Tapi hendaklah kita memuliakan anak setiap saat, karena mereka tidak hanya membutuhkan kasih saying dan perhatian kita hanya di bulan Muharram saja.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyayangi anak yatim disetiap waktu, mereka yang membutuhkan kasih sayang serta kebutuhan sehari-hari haruslah kita membantu mencukupi kebutuhan mereka. Seperti yang Rasulullah telah lakukan, beliau menyayangi anak yatim setiap saat.

Dan dari Sahl bin sa’ad radhiyallahu’anhu, dia berkata : “ Rasulullah SAW bersabda. Artinya: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) disurga seperti ini”, kemudain beliau Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau Shallallau’alaihi wassalam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Dan di hadits lain. Berbahagialah orang-orang yang dirumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan pertama, memiliki pahala yang setara dengan orang berjihad. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad dijalan Allah. Dan kelak disurga bersamaku bagaikan saudara. Sebagaimana kedua jari ini yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Ibnu Majah)

 

Hikmah Memuliakan Dan Membahagiakan Anak Yatim

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin , tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An – Nisa : 36)

Ayat diatas menjelaskan bahwa kita harus berbuat baik kepada anak-anak yatim dan kepada sesama muslim lainnya. Allah melarang kita untuk sombong atas harta-harta yang kita miliki. Menciptakan kesadaran diri terhadap lingkungan sekitar salah satunya dengan menyantuni dan membahagiakan anak yatim.

Disampaikan dalam hadits lain yang berbunyi, yang artinya, “Barang siapa yang memelihara anak yatim ditengah kaum musslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya kedalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah selalu mencontohkan yang baik-baik kepada umatnya, sebagai adab-adab perilaku umat muslim. menghidupkan segala sunnah-sunnah nya merupakan sesuatu yang belai sukai.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00