Tag: lailatul qadar

ADA APA DI BULAN RAMADHAN

Ada Apa Di Bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinantikan oleh umat muslim seluruh dunia. Bila sudah mendekati Ramadhan, begitu banyak persiapan yang kita kumpulkan untuk menyambut datangnya Ramadhan. Dimulai dengan melaksanakan puasa dibulan Ramadhan (Rukun Islam ke tiga), Shalat Terawih dan Tadarus.

Selain dari itu, umat muslim tentunya memperbanyak zikir dan doa mereka, agar terkabul segala hajat. Karena doanya orang yang berpuasa, merupakan salah satu doa yang tidak tertolak, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alahai wa sallam, yang artinya “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berpuasa, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2528, Ibnu Majah no. 2405. Dishahihkan Al-Albani di Shahih At-Tirmidzi).

Itulah salah satu keutamaan yang hanya dimilki oleh orang yang berpuasa. Doanya, Allah subhanahuwata’ala pastikan dikabul. Selain beberapa yang disebutkan diatas, rezeki serta berkah Allah turunkan berlipat ganda dibulan suci tersebut. Maka, marilah kita berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan memperoleh banyak rahmat serta keberkahan dibulan Ramadhan.

ADA APA DI BULAN RAMADHAN

Hal-Hal Yang DiNantikan Dibulan Ramadhan

Dan berikut yang dinantikan ketika Bulan Ramadhan tiba:

  1. Berpuasa

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, sebagaimana perintah Allah subhanahuwata’ala, Allah berfirman yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

  1. Memperbanyak Amal Ibadah

Dibulan ini, kita diperintahkan untuk memperbanyak amal ibadah. Karena dibulan ini kebaikan dan amalan-amalan yang kita lakukan bernilai berlipat ganda. Apabila kita bersedekah seribu rupiah dimasjid, atau memberikan makan orang miskin atau anak yatim maka Allah subhanahuwata’ala melipatgandakan pahala kita. Dan itu pahala tersebut merupakan diluar pahala puasa. Yang sejatinya berpuasa ialah untuk Allah, Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya :

“Allah Ta’ala berfirman ‘ Seluruh amal anak Adam untuk dirinya, kecuali berpuasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

lalu, dalam hadits lain dijelaskan,

“Satu kebaikan dalam setiap amalan anak Adam akan dibalas dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, lalu Allah subhanahuwata’ala berfirman ‘kecuali puasa’. Sesungguhnya itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Pelakunya telah meninggalkan syahwat dan makan karena Aku.” (HR. Muslim)

Dimaksudkan oleh Allah subhanahuwata’ala, puasa merupakan ibadah yang terkhususkan untuk-Nya. Kemuliaan puasa disisi Allah, kecintaannya terhadap Allah, serta keikhlasannya sebagai seorang hamba untuk menjalankan puasa.

 

  1. Malam Lailatul Qadar

Yang lainnya yakni, malam lailatul qadr, yang dimana malam ini diibaratkan lebih baik dari seribu bulan. Karena dimalam ini, Allah izinkan para malaikat dan malaikat Jibril turun kebumi untuk melihat siapa saja yang sedang beribadah kepada-Nya. Dijelaskan dalam surah Al-Qadr, yang artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-malaikat dan Malaikat jibril dengan  izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5)

 

  1. Makan sahur

Makan sahur merupakan pembeda puasanya kita dengan ahli kitab (HR. Muslim). Dimalam ini turun keberkahan dan sebagai sebab doa dan zikir kita dikabulkan oleh Allah. Karena bertepatan dengan shalat Tahajjud. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits,

 

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Artinya: “Bersahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Mengkhatamkan Al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan keberkahan yang didalamnya permulaan diturunkan Al-Qur’an. Maka merupakan suatu keutamaan apabila kita membaca Al-Qur’an.

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

artinya: “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkannya permulaan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan bathil).” (QS. Al-Baqarah : 185)

 

Hikmah Dibalik Ramadhan

Ramadhan, bulan suci penuh ampunan dan keberkahan. Yang didalamnya memiliki hikmah-hikmah. Dan berikut ini hikmah dibalik puasa Ramadhan yang diambil dari beberapa kalam ulama.

  1. Meninggalkan Syahwat serta kesenangan dunia.

Dijelaskan dalam sebuah hadits Qudsi, Allah subhanahuwata’ala berfirman, yang artinya, “ Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.”

Hikmah yang terkandung dibulan Ramadhan ialah mengendalikan hawa nafsu. Kenyangnya rasa lapar dan godaan-godaan dalam diri akan tenggelam disaat kita dengan ikhlas berpuasa. Sejatinya berpuasa itu mengendalikan jiwa dan hawa nafsu didalam diri manusia.

  1. Menjadi manusia yang lebih baik.

Dibulan suci ramadhan, tentu kita harus meninggalkan segala maksiat. Agar puasa kita tidak menjadi sia-sia. Yang hanya melepas dahaga dan kenyang saja. Perbuatan maksiat yang sering kita lakukan dan tanpa disadari seperti ghibah, berbicara kasar, dusta dan lain sebagainya. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali rasa lapar dan dahaga saja.” (HR. Ahmad 2/373. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid.)

 

Semoga puasa kita diterima oleh Allah, tidak meninggalkan jejak-jejak maksiat ketika melakukannya. Menahan jiwa dan hawa nafsu agar tercapai puasa Ramadhan yang suci. Karena sesungguhnya, walaupun setan-setan , iblis dan jin telah diikat oleh Allah, kita sendirilah yang memiliki hawa nafsu yang menjadi godaan ketika berpuasa.

malam lailatul qadar

Apa Arti Dari Malam Lailatul Qadar?

Malam lailatul qadar merupakan malam yang ditunggu umat muslim diseluruh penjuru. Bagaimana tidak, malam ini merupakan malam yang penuh kebaikan melebihi malam-malam lainnya. Yang dimana sering dikatakan bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka sangat dianjurkan bagi kita kaum muslimin untuk mencari malam lailatul qadar tersebut.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar : 3-5)

Disebutkan dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya : “Carilah lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Atau bisa dikatakan malam lailatul qadar terjadi pada tanggal-tanggal ganjil pada hari-hari terakhir pada bulan Ramadhan.

 

                      Tanda-Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar juga disebut dengan malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al-Qur’an. Maka di anjurkan sekali kita untuk membaca Al-Qur’an, Asma-asma Allah, Berzikir dan memohon Doa kepada-Nya. Seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadar : 1)

Dan berikut tanda-tanda datangnya malam lailatul qadar:

  1. Udara malam tersebut sangat lah tenang. Udara atau anginnya tidaklah terlalu panas atau terlalu dingin. Seperti yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasululullah SAW bersabda

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً

Artinya: “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas , juga tidak begitu dingin,..” (HR. Ibnu Hamzah)

  1. Matahari pada pagi harinya tidak lah begitu panas dan berwarna putih dan tenang, pula tidak memancarkan sinarnya kesegala penjuru. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab ra, ia berkata :

هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

Yang artinya : “..Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim : 762)

  1. Tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar diperlihatkan bagi manusia yang beriman lewat mimpi. Seperti yang pernah dialami oleh sebagian para sahabat Nabi SAW. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, bahwa salah satu sahabat Nabi SAW diperlihatnya tanda turunnya malam lailatul qadar yang artinya, “Aku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadhan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah ditujuh terkahir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim )
  2. Ibadah yang kita lakukan pada malam tersebut sangatlah tenang dan damai dibandingkan dengan malam-malam lain. Disebabkan malaikat turun pada malam itu. Allah SWT berfirman, yang artinya: “ Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril,” (QS. Al-Qadar : 4)

malam lailatul qadar

Hikmah Dari Turunnya Malam Lailatul Qadar Bagi Umat Manusia

Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa malam lailatul qadar ialah agar kita dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Dan sangat dianjurkan agar kita bersungguh-sungguh untuk beribadah kepada Allah dimalam-malam turunnya malam lailatul qadar. Yang kadang kita tidak sadari dan malah kita melewatkan malam yang bersejarah bagi umat muslim.

Seperti yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani sendiri ketika menjelaskan tanda-tanda lailatul qadar, beliau berkomentar, “Terkadang lailatul qadar telah memperlihatkan sejumlah tanda-tandanya, dan kebanyakan tidak kita ketahui kecuali setelah tanda-tanda itu berlalu.” (Fathul Bari : 4/307). Memanglah tidak dituntut untuk mencari tanda-tanda tersebut.

Maka, kita harus bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam turunnya lailatul qadar ialah di akhir-akhir bulan Ramadhan dna pada tanggal-tanggal ganjilnya. Semoga kita dapat merasakan tanda-tanda turunnya lailatul qadar dan semoga Allah SWT memudahkan kita untuk meraih malam tersebut.

 

Aamiin Ya Robbal’aalamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00