Tag: doa kepada Allah

Penyebab Doa Yang Tak Kunjung Terkabul

Penyebab Doa Yang Tak Kunjung Terkabul

Penyebab Doa Yang Tak Kunjung Terkabul

Doa merupakan bentuk komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Allah Subhanahu wa ta’ala berinteraksi dengan hambanya melalui berdoa. Allah subhanahu wa ta’ala sebagai tempat keluh kesah, tempat bercerita dan memohon pertolongan kepada-Nya. Namun, tidak sedikit manusia yang masih tidak sadar bahwa tempat keluh kesahnya ialah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Ketika kita mendapati masalah pasti kita akan bercerita kepada orang yang telah kita percayai untuk menyimpan segala rahasia yang kita miliki. Padahal, Allah-lah pendengar terbaik saat kita mau bercerita dan pemberi solusi yang baik pula kepada kita untuk meminta bantuan. Kenapa kita masih mengeluarkan aib kita kepada manusia lainnya? Belum tentu mereka menjaga rahasia kita dan memberikan bantuan atas masalah yang ada.

Berdoa hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Memohon pertolongan dan meminta segala sesuatu hanya kepada diri-Nya. Maka, Insya Allah segala permohonan kita akan di kabulkan oleh Allah. Namun, harus yakin dan bersungguh-sungguh. Yakin kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwa hanya Dia-lah yang mampu untuk mengabulkan segala doa kita. Dan bersungguh-sungguh dalam berdoa, bahwa kita tidak mampu apa-apa tanpa-Nya.

Adab-Adab Yang Benar Dalam Berdoa

Pernahkah kita berfikir bahwa, “Kenapa doaku tak kunjung terkabul?” atau “Ya, Allah kenapa doaku tidak terkabul?”. Sebenarnya perkataan seperti itu tidak boleh di ucapkan. Menandakan bahwa kita telah berhenti doa dan menyerah atas doa kita serta tidak yakin pada Allah bahwa Ia pasti mengabulkan segala doa entah kapan dimana dan tempatnya berada.

Lalu kenapa doa kita tak kunjung terkabul? Kemungkinan terjadi ialah kita tidak menggunakan adab yang benar ketika berdoa. Sebab, kita yang kecil meminta kepada sesuatu kepada Allah Yang Maha Besar maka haruslah dengan cara atau adab yang benar. Dan berikut adab dalam berdoa :

  1. Memuji Nama Allah

Mengagungkan nama-nama Allah sebelum berdoa merupakan salah satu ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Singkat cerita seorang badui mendatangi Rasulullah untuk meminta suatu kalimat yang dapat di ucapkannya lalu Rasulullah berkata : “Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, Allahu Akbar kabiiro, wal hamdulillahi katsiroo, wa subhanallahu robbil ‘aalamiin, wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil’azizil hakim” (artinya: tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah maha Besar, segala puji bagi Allah yang banyak, Maha Suci Allah Rabb semesta alam, serta tidak ada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.)

Lalu orang Arab Badui itu bekata, “Itu semua untuk Rabbku, lalu manakah untukku?”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah: Allahummaghfirlii warhamnii wahdinii warzuqnii” (artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku hidayah) (HR. Muslim no. 2696)

  • Bershalawat Kepada Nabi
    hal yang perlu di lakukan saat berdoa ialah memasukkan shalawat Nabi di dalamnya. Dari Ibnu Qayyim menyatakan bahwa ada 3 tingkatan dalam bersholawat saat doa:
  • Bersholawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah.
  • Bersholawat di awal, pertengahan dan akhir doa.
  • Bersholawat di awal dan di akhir, lalu menjadikan hajat yang di minta di pertengahan doa.
  • Meyakinkan hati dalam berdoa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan di kabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi : 3479. Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. )

  • Tidak Ragu dalam berdoa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa seorang hamba akan senantiasa di kabulkan, selama dia berdoa bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang di maksud dengan tergesa-gesa dalam berdoa?’ kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku terlah berdoa dan berdoa, namun tak juga aku melihat doaku di kabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan doa tersebut.” (HR. Muslim no, 2735)

Waktu Yang Baik Untuk Berdoa

Berdoa harus dengan keyakinan bahwa Allah hanya satu-satunya penolong dan tempat memohon bantuan. Maka Insya Allah doa akan di kabul oleh Allah. Dan juga ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa yakni;

  1. 1/3 malam
  2. Hari Jum’at
  3. Saat hujan
  4. Saat berbuka puasa
  5. Di antara Azan dan Iqamah
  6. Saat dalam perjalanan
  7. Malam Lailatul Qadar
  8. Hari Arafah
Berdoa

Pantaskah Do’a Kita Dikabulkan Oleh Allah?

Doa merupakan jalur penghubung antara kita sebagai sosok hamba yang lemah, kepada Allah SWT, tuhan semesta alam yang maha kaya, luhur serta abadi. Doa adalah sebuah aktifitas yang tidak hanya bernilai ibadah, akan tetapi doa tersebut merupakan salah satu koridor yang harus kita lewati, untuk dapat sampai kepada pintu pengharapan. Agama Islam mengajarkan kita agar senantiasa berdoa pada segala macam aktifitas, agar apa yang kita lakukan Allah senantiasa meridhoi kita.

Berdoa

Allah SWT bahkan lebih tahu apa yang kita inginkan sebelum kita sendiri mengucelalui doa karena Allah Yang Maha Mengetahui. Melalui doa pula Allah SWT memberikan bantuan atau pertolongan kepada hamba-Nya yang sedang kesusahan. Doa dapat dilakukan kapanpun, terlebih lagi pada saat setelah menunaikan ibadah shalat. Baik itu shalat sunah maupun wajib, shalat, akan menjadi salah satu media penghubung, yang dengan dilakukannya shalat tersebut akan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT.

Shalat merupakan perintah Allah kepada hambanya yang beriman. Shalat sendiri menjadi sebuah kewajiban kepada seluruh makhluk hidup yang berakal. Namun, banyak dari kita yang sudah mengetahui sebuah kewajiban itu harus dilaksanakan tapi tak menjalankannya. Berjuta pemikiran menyimpang membuat kita enggan melakukan ibadah kepada Allah SWT yang seharusnya kita lakukan sebagai tanda syukur dan sebagai manusia yang berTuhan.

Penyebab-Penyebab Doa Yang Tak Kunjung Terkabul

Mungkin saat ini, banyak dari yang telah kita panjatkan kepada Allah belum juga terealisasi, seperti ingin punya keturunan, mendapatkan jodoh,  dan lain-lain sebagainya tapi Allah belum juga mengabulkan do’a kita. Dan ketika tiba rasa jenuh, dengan keterbatasan ilmu dan iman, lalu banyak diantara kita malah berbalik menyalahkan Allah SWT. Bahkan ada diantara kita malah pergi mencari pertolongan kepada selain Allah, na’udzubillah. Maka dari itu, mari kita simak beberapa hal penyebab doa yang belum terkabul.

  1. Iman Yang Lemah

Iman adalah pondasi utama dalam sebuah agama, iman artinya adalah percaya serta yakin kepada Allah. Ketika berdoa, haruslah yakin bahwa Allah adalah dzat yang maha mengabulkan segala permintaan. Tak ada satupun permintaan  yang kita panjatkan, Allah akan mengabulkannya jika Allah  menghendaki. Tanamkanlah dalam hati, tentang pengharapan yang berlebih hanya kepada Allah akan segala hal, karna Allah adalah Dzat yang tidak akan pernah mengingkari janjinya.

Allah berfirman :

ﺃﺩﻋﻮﻧﻰ ﺍﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ

“berdoalah kamu kepadaku,niscaya kuperkenankan permintaan kamu itu” (AL-mu’min : 60).

Dengan adanya ayat tersebut, semoga menjadi pemicu agar kita senantiasa berdoa dan melibatkan Allah dalam segala urusan. Akan tetapi, terkait dengan waktu pengabulan doa, itu adalah hak prerogatif Allah. Sekalipun tidak terkabul, yakinlah bahwa tidak ada satupun kenikmatan yang Allah tarik, kecuali Allah memberikan kenikmatan yang seribu kali lebih besar.

  1. Do’a Yang Mengandung Unsur Keburukan Dan Ditangguhkan

Tidak sedikit manusia yang memohon dalam do’a nya namun mengandung keburukan atau sesuatu yang berdosa. Seperti contoh memohon agar dagangan tetangga kita bangkrut, atau cepat cabut nyawanya, bersumpah dan hal lain sebagainya, naudzubillah.  Bila do’a kita tak kunjung diijabah oleh Allah janganlah bermuram hati atau berburuk sangka. Hanya orang tertentu yang diijabah oleh do’anya , yakni orang yang beriman kepadaNya dan menjalankan segala perintahnya pula menjauhi segala larangannya. Bisa jadi Allah jadikan do’a itu pengganti atau sebagai perisai untuk kita terhadap keburukan atau kemalangan yang akan menghampiri kita.

Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila seorang muslim berdoa’ dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah satu dari tiga perkara: Akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk disimpan(sebagai pahala) di akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.”(Al Hadits)

Walaupun sebesar gunung kita membenci seseorang hendaklah kita tidak berucap kata-kata buruk baik untuk diri sendiri apalagi itu menyangkut oranglain. Seyogyanya, kita sesama manusia pasti melakukan kesalahan dan lupa. Hendaklah kita memohon agar diberi jalan yang lurus untuk kebaikan bersama. Dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda : “Setiap Bani Adam pernah bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat”.(HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi).

  1. Tidak Yakin Terkabul Terhadap Doanya

Dari abu Hurairah “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” ( HR. Tirmidzi )

Sebagai seorang muslim yang yakin akan segala kekuatan Allah Sang Pengatur kehidupan jangan kita berburuk sangka dan berputus asa dariNya karena do’a kita tak kunjung dikabul oleh Allah , sebab dari hadits diatas dijelaskan bahwa , hendaklah kita yakin dengan sepenuh hati kita bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah dan tidak meragukanNya.

Hakikat Do’a Didalam Setiap Shalat Dan Waktu Tertentu

Shalat dengan berdo’a ialah sangat erat kaitannya. Setelah shalat yang dilaksanakan pasti kita akan bermunajat kepada Allah SWT, mengeluarkan seluruh keluh kesah kita kepadaNya. Memohon doa sebagai petunjuk atas segala kegundahan, ketidakpastian, kerisauan hingga kemalangan yang menimpa kita. Allah sangat  menyukai seorang hamba yang memohon kepadaNya. Dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang mulia disisi Allah melebihi do’a.”(HR. Tirmidzi).

Dan sebab dari doa kepadaNya pulalah kita akan selalu berada dijalan yang benar, dijelaskan dalam sebuah surah Al-Qur’an yang berarti : “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi(segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186)

Namun banyak pula dari kita yang enggan berdo’a bahkan melewatkan momen untuk berdoa dikala selesai shalat, bukankah itu suatu perbuatan yang buruk? Allah SWT amat membenci hambaNya yang  sombong dan takabbur. Karena Allah lah Maha penggerak kehidupan kita. Maka, kelak balasan neraka jahanam nan hina bagi orang-orang yang menyombongkan diri tersebut.

Dijelaskan dalam suatu surah Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa : “Berdo’a lah kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu(berdo’a) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.”(QS. Al-Ghafir : 60)

Berdoa dapat dilakukan dimana saja, ketika dalam waktu shalat bahkan ketika tidak dalam waktu shalat. Contoh ketika kita akan memulai ujian kelulusan kita sebelum itu berdoa agar dimudahkan ujian kita, atau ketika melihat kecelakaan dan berdoa agar para korban tidak luka parah dan tidak memakan nyawa. Maka kita sebagai seorang muslim harus yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa kita walau dalam berbagai bentuk, dan tidak ada yang patut dimintai pertolongan kepada selain Allah.

Semoga Allah senantiasa berada disisi kita dan yakin Allah mendengar doa-doa kita.

Aamiin Aamiin Ya Robbal’aalamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00