Tag: doa bersama

INILAH DOA YANG TAK TERTOLAK

Inilah Doa-Doa Yang Tidak Tertolak

Doa merupakan jalur penghubung seorang hamba kepada Tuhannya. Manusia lemah yang selalu butuh pertolongan Allah subhanahuwata’ala sang maha kuasa atas segala-galanya. Doa adalah suatu aktifitas yang tidak hanya bernilai ibadah tetapi doa tersebut juga sebagai salah satu koridor yang harus kita lewati menuju pintu pengharapan. Agama islam mengajarkan kita agar senantiasa berdoa didalam berbagai aktifitas.

Allah subhanahuwata’ala mengetahui segala isi keinginan, keluh dan kesah kita sebagai manusia, tanpa kita memberitahu. Namun, Allah ingin kita meminta kepadanya, memohon akan setiap doa-doanya terkabulkan. Karena, melalui doa seorang hamba yang ikhlas dan beriman maka pertolongan Allah subhanahuwata’ala turun kebumi.

Mengingat Allah tidak hanya ketika kita membutuhkannya saja, tapi ingatlah Dia ketika lapang, senang, sehat dan bahagia. Menyertakan Allah dalam setiap keadaan merupakan kenikmatan yang tidak ada bandingannya. Karena, Allah subhanahuwata’ala senang kepada hambanya yang selalu melibatkan-Nya dalam segala hal. Bandingkan saja ketika kita meminta kepada manusia? Pasti mereka tidak senang seperti merasa direpotkan dan lain sebagainya.

Sebagaimana perkataan seorang penyair :

الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

Artinya: “Allah murka kepada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah.”

 INILAH DOA YANG TAK TERTOLAK

Macam-Macam Doa Yang Tidak Tertolak

Doa-doa para alim ulama merupakan pengantar doa yang cepat terkabul, keimanan mereka tidak dapat kita ukur baik dalam hal apapun. Karena mereka penerus perjuangan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam untuk memperbaiki akhlak serta untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah subhanahuwata’ala.

Doa anak-anak yatim serta orang-orang yang terzalimi juga tidak boleh kita remehkan, karena doa mereka langsung menembus langit. Selain itu, ada beberapa macam doa tak tertolak, yakni:

  1. Doa Ketika Sahur Atau Disepertiga Malam

Allah subhanahuwata’ala turun ke langit dunia dimalam hari di sepertiga malam, di saat manusia terlelap dalam tidurnya. Allah subhanahuwata’ala memberikan tanda-tanda orang yang beriman dan bertaqwa kepadanya yakni orang-orang yang bangun pada malam tersebut untuk melaksanakan shalat tahajjud dan berdoa memohon ampunan. Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

Artinya: “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka berdoa memohon ampunan.” (QS. Adz-Dzariyat : 18)

  1. Saat Berbuka Puasa

Seperti yang diketahui, waktu berbuka puasa merupakan waktu yang penuh akan keberkahan, karena disini manusia yang tengah berpuasa merasakan kebahagiaan ibadah puasa, yakni dibolehkannya makan dan minum diwaktu ini. Sebagaimana hadits menjelaskan, yang artinya, “Orang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim no. 1151)

Keberkahan lainnya yang turun ketika berbuka puasa ialah dikabulkannya doa orang yang tekah berpuasa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, yang artinya, “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tormidzi no. 2528, Ibnu Majah no. 2405. Dishahihkan Al-Albani di Shahih At-Tirmidzi).

  1. Berdoa Diantara Adzan Dan Iqamah

Waktu doa berikutnya ialah saat jeda adzan dan iqamah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Artinya : “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. tirmidzi : 212. Hadits Hasan Shahih)

Namun, yang sering kita lihat ialah shalawat atau murottal qur’an yang didengar dijeda adzan dan iqamah ini. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tidak mencontoh hal tersebut melainkan Rasulullah menganjurkan untuk berdoa. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ketahuilah kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah slaing mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al-Qur’an, atau beliau berkata, ‘dalam shalat’,”. (HR. Abu Daud no. 1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

  1. Berdoa Dihari Jum’at

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Didalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang dia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari : 935, Muslim : 825, dari sahabat Abu Hurairah ra)

  1. Berdoa Ketika Turun Hujan

Hujan merupakan nikmat yang Allah turunkan. Diwaktu hujan dimanfaatkan untuk beroda dengan apa yang diinginkan. Sebagaimana sebuah hadits menjelaskan,

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Artinya: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim : 2534, dishahikan oleh Al-Albani di Shahih Al jami, 3078)

Manfaat berdoa

Fadhilah-fadhilah yang didapatkan denngan berdoa begitu banyak. Dan berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Doa merupakan ibadah dan sebagai salah satu ketaatan kepada Allah subhanahuwata’ala. Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “ Doa adalah ibadah” (HR. Abu Daud bo. 1497, At-Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267. Dari An-Nu’man bin Basyir)
  2. Doa sebagai peredam murka Allah. Sebab Allah tidak menyukai hambanya yang tidak meminta kepada-Nya dan dianggap sombong.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan)

Penjelasan lainnya, Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang bersikap sombong dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir : 60)

  1. Berdoa menjadi sebab pencegah bencana.
  2. Berdoa sebagai bukti bahwa benarnya iman seseorang kepada Tuhannya. Mempercayai segala sesuatu dengan beribadah berarti meyakini akan adanya Allah subhanahuwata’ala. Dan menunjukkan bukti atas tawakkalnya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah subhanahuwata’ala.

 

Pengertian Istighosah

Pengertian Dari Istighosah Secara Bahasa dan Harfiah

Pengertian Istighosah

Istighosah berasal dari kata الغوث (al-ghouts) yang artinya pertolongan. Dan dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) ‘istaf’ala’  استفعل atau ‘istif’al’ yang artinya permintaan atau pertolongan.

Maka pengertian Istighosah ialah berarti meminta pertolongan. Seperti kata غفران (ghufran) yang artinya ampunan. Namun ketika dikaitkan pola istif’al menjadi istighfar yang berarti memohon ampunan. Maka, Istighosah berarti طلب الغوث (thalabul ghouts) atau meminta pertolongan

Namun para ulama membedakan antara istighosah dengan istianah استعانة, walaupun secara bahasa arti keduanya memiliki kurang lebih sama. Dikarenakan isti’anah juga pola istif’al yang berasal dari kata “al-aun” العون yang artinya “thalabul aun” طلب العون yang juga memiliki arti meminta pertolongan. Dan pengertian istighosah ialah meminta pertolongan saat dalam keadaan yang berat dan sulit. Sedangkan untuk isti’anah artinya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan juga umum.

Istighosah dan isti’anah terdapat didalam nushushusy syariah atau teks-teks Al-Qur’an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dan didalam surat disebutkan bahwa,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Artinya: “ (Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.” (QS. Al – Anfal : 9).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ memohon bantuan kepada Allah SWT ketika beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar yang dimana musuh memiliki kekuatan 3x lipat lebih besar daripada pasukan islam. Lalu Allah kabulkan permohonan Nabi ﷺ dengan mengirim tambahan 1000 pasukan malaikat.

Apa Hukum Beristighosah Menurut Para Ulama?

Arti dari istighosah ialah memohon pertolongan Allah SWT, bukan sekedar doa yang biasa kita lakukan tapi doa yang menjurus ke sebuah kajaiban. Ketika dalam keadaan sulit dan sukar maka istighosah merupakan tempat berkumpulnya zikir-zikir, wirid-wirid dan doa-doa tertentu yang dibaca secara berjama’ah dan dipimpin oleh imam istighosah untuk terlepas dari bala bencana.

Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya:

يكره أن يجتمع القوم يدعون الله سبحانه وتعالى ويرفعون أيديهم؟

“Apakah diperbolehkan sekelompok orang berkumpul, berdoa kepada Allah subhanahuwa ta’ala dengan mengangkat tangan?”

Maka berliau menjawab:

ما أكرهه للإخوان إذا لم يجتمعوا على عمد، إلا أن يكثروا

“Aku tidak melarangnya jika mereka tidak berkumpul dengan sengaja, kecuali kalau terlalu sering.” (diriwayatkan oleh Al-Marwazi didalam Masail Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahuyah 9/4879)

Berkata Al-Marwazy:

وإنما معنى أن لا يكثروا: يقول: أن لا يتخذونها عادة حتى يعرفوا به

“Dan makna ‘jangan terlalu sering’ adalah jangan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Sehingga dikenal oleh manusia dengan amalan tersebut.” (Masail Imam Ahmad bin Hambal wa Ishaq bin Rahuyah 9/4879)

Berdoa bersama yang dimaksud kalau satu orang yang berdoa sedangkan yang lain mengamini, maka ini memilki 2 keadaan, yakni:

  1. Hal tersebut dilakukan pada amalan yang memang disyariatkan untuk berdoa bersama. Maka berdoa bersama ketika keadaan ini disyariatkan seperti didalam shalat Al Istisqa’ (meminta hujan) dan Qunut.
  2. Hal ini dilakukan pada amalan yang tidak ada dalilnya dilakukan doa bersama didalamnya. Seperti berdoa bersama usai shalat fardhu, setelah majelis ilmu, setelah membaca Al-Qur’an dan lain-lain, maka ini dibolehkan dilakukannya bila kadang-kadang dan tanpa unsur kesengajaan. Namun jikalau dilakukan terus-menerus maka menjadi bid’ah.

Makna Istighosah Bagi Islam

Istighosah, doa yang dipanjatkan ialah memohon kepada Allah atas keadaan yang sulit dan sukar untuk dihadapi. Seperti mendapat bencana atau kesulitan yang sangat besar. Allah subhanahu wa ta’ala akan mengirimkan bantuan-Nya untuk orang-orang yang selalu ingat dan selalu menyebut namanya . mengingat nama-Nya bukan hanya saat kita membutuhkan atau berada situasi sulit namun juga ketika keadaan lapang tetap mengingat Allah SWT.

Kesulitan dan kesusahan merupakan datangnya dari Allah, Dia menguji hambanya kewat berbagai musibah dan ujian yang diturunkan untuk hamba-Nya agar meningkatkan rasa iman dan taqwanya kepada Allah SWT. Hendaklah ketika dalam kesusahan, Allah SWT lah yang akan kita datangi jangan selain pada-Nya (syirik).

Jadikanlah kita manusia yang pandai bersyukur dan selalu introspeksi diri untuk memperbaiki diri agar menjadi hamba Allah yang berkualitas baik dari segi iman maupun taqwa.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

Artinya: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami.”(QS. Al-Hasyr : 10)

Aamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00