Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Kisah Inspiratif » Sepandai-Pandainya Menutupi Kesalahan Akan Tetap Tercium Baunya

Sepandai-Pandainya Menutupi Kesalahan Akan Tetap Tercium Baunya

T Diposting oleh pada 2 December 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 446 kali

menutupi kebohongan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Bau amat, nih!” Luqman berteriak kecil sambil menutupi hidungnya.

“Ah, tadi enggak bau kok!” Kilah Bang Herman. Dia enggak enak rumahnya mendadak bau. Semua yang ngumpul diruang tamunya juga mendadak tutp hidung.

“Tapi bener ya, emang bau tahi kucing…” kata Ustadz basuni.

Sejurus kemudian, Luqman mondar-mandir, sibuk mecari dari mana bau itu berasal.

“Mungkin dibalik sepatu kali,” kata Luqman.

Akhirnya, semua melihat sepatu masing-masing, termasuk Luqman juga. Tapi, kecuali Luqman, semua yang ada dirumah Bang Herman tidak melihat ada jejak tahi kucing disepatu mereka.

Hampir saja Luqman tertawa, tahi kucing itu ada dibawah sepatu dia! Pantes saja Bang Herman bilang tadi sebelum dia datang tidak ada bau tahi kucing. Namun karena terlanjur dan dari pada malu, Luqman tidak mengakui bahwa sepatunya yang bau tahi kucing.

“Ya udah, mungkin dilangit-langit, kali…” ucap Luqman sambil mengakhiri pencarian. Obrolan pun berlanjut seolah tak pernah ada cerita bau tahi kucing.

Dari kejadian sederhana tersebut terdapat empat hal yang dapat dipetik, yaitu:

  1. Sesuatu yang kotor itu bau, dan baunya akan terus mengikuti kemana pun kotoran tersebut melekat. Begitupun, dosa dan maksiat adalah kekotoran bagi hati, kekotoran dalam kehidupan manusia. Dan kekotoran itu membuat noda. Selama kekotoran itu tidak dihilangkan, selama itu pula noda tersebut tidak akan hilang. Persis seperti tahi kucing yang menempel disepatu tadi. Selama luqman tidak membersihkannya, kemanapun Luqman melangkah dengan sepatu itu, maka selama itu pula baunya akan tercium. Semakin lama tentu semakin bau. Kalau bdana kotor bisa mandi dengan sabun, jiwa yang kotor membasuhnya dengan ampunan dan rahmat ilahi.
  2. Kesalahan terbesar adalah tidak mengakui kesalahan. Adakalanya orang, tidak tahu bahwa ia sudah berbuat salah. Kewajiban orang terdekatnyalah untuk memberi tahu letak kesalahnya dan kewajiban dida pula menerima nasihat kebaikan. Ada lagi yang tahu bahwa dirinya salah, tapi dia tidak mau mengakui kesalahannya. Bisa karena kesombongannya, bisa karena malu. Sebenernya, tidak usah mengakui kesalahan, syaratnya kita mempunyai jiwa besar. Seorang yang pengecut tentu akan bersembunyi dibalik kesalahannya. Akhirnya, selamanya orang tersebut terkurung dengan kesalahannya. Semakin lambat kesalahannya dibenahi, akan semakin susah kesalahannya diperbaiki.
  3. Adalah kebiasaan manusia mencari kesalahan diluar dirinya dulu. Mencari kambing hitam atau berdalih. Ini merupakan kebiasaan yang akan merusak diri sendiri. Sebab introspeksi diri akan terlambat. Kebiasaan menuding orang lain, mengoreksi orang lain, akan membuat proses perbaikan diri menjadi agak lambat. Contohnya adalah pada kasus tahi kucingnya sepatu Luqman tadi. Coba kalau Luqman langsung mencari dulu akar permasalahannya dari dirinya dulu, tak perlu mencari-cari penyebab kesalahan kemana-mana. Ini akan menguras energy dan buang-buang waktu. Tidak jarang akan menimbulkan perpecahan. Karena jelas tidak aka nada yang bersedia mengaku salah. Carilah penyebab masalah dari diri kita dahulu, supaya kita berhenti berdalih, supaya kita berhenti mencari kambing hitam. Dan kita pun akan semakin cepat maju dan tercerahkan.
  4. Kerugian sebenernya buat yang tidak introspeksi diri. Bau badan misalnya, bila disadari lebih dulu oleh si yang punya badan, tentu tidak perlu malu ditegur oleh orang lain. Karena dia udah duluan pakai deodorant, misalnya, untuk menghilangkan bau. Jadi, tidak terlanjur tercium baunya. Tapi meskipun demikian, bila ditegur oleh orang lain, juga sebenarnya bukan kerugian. Kuncinya adalah menerima dan malah harusnya terima kasih sudah dikoreksi. Wallahu a’lam.

Belum ada Komentar untuk Sepandai-Pandainya Menutupi Kesalahan Akan Tetap Tercium Baunya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Sepandai-Pandainya Menutupi Kesalahan Akan Tetap Tercium Baunya

PEMIMPIN YANG PERHATIAN DAN PEDULI TERHADAP RAKYAT

Pemimpin Yang Perhatian Dan Peduli Dengan Rakyat

T 11 November 2018 F A WP-YNI

Ketika itu, Madinah dilanda krisis dan korban sudah banyak yang berjatuham. Ditambah dengan jumlah orang-orang miskin yang meningkat. Khalifah Umar Bin Khatab merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah tersebut, memerintahkan para petugas untuk menyembelih hewan ternak yang akan dibagi-bagikan pada... Selengkapnya

Bertaubat Nasuha

Si Preman Kampung Yang Sudah Taubat

T 20 October 2018 F A WP-YNI

Kisah ini menceritakan seorang preman yang udah taubat disaat Allah SWT memberikan dia waktu untuk memperbaiki kehidupan dan amal ibadahnya. Bang Yoga namanya, tidak disangka-sangka bang Yoga baru mau belajar shalat, dia diminta isi kultum saat Kuliah Tujuh menit di... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Rendah Hati Dan Selalu Bersyukur Dalam Menjalani Kehidupan

T 11 February 2017 F A Admin Web YNI

Ini adalah kisah dua sahabat yang terpisah cukup lama; Ahmad dan Zainal. Ahmad ini pintar, cerdas, tapi kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zainal adalah sahabat yang biasa saja, tapi keadaan orang tuanya mendukung karir masa depan. Keduanya bertemu. Bertemu di... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00