Beranda » Agama Islam » Sejarah, Arti, Makna Dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad

Sejarah, Arti, Makna Dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad

T Diposting oleh pada 6 February 2017
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 2628 kali

 

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil.

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan.

Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.

maulid nabi

Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi.

Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar. Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik.

Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H).

Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi

Arti dan Makna  Maulid Nabi

Maulid sama halnya dengan milad yang artinya hari lahir. Jadi, maulud nabi bisa diartikan sebagai hari lahir baginda rasulullah Muhammad saw. Maulid nabi dirayakan dengan tujuan memperingati ulang tahun kelahiran tokoh besar umat Islam, yakni Nabi Muhammad SAW.

Dengan adanya seremonial maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah. Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi Muhammad adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad saw.

Dalam hal ibadah, akhlak mulia dan agung dari nabi itulah yang harus ditiru, dicontoh dan diteladani. Padahal kita tahu, Islam sebagai agama yang dibawa nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin. Artinya, Islam membawa rahmat bagi alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya.

Dengan adanya maulid, manusia atau umat Muslim diharapkan bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara konstan dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak baginda nabi Muhammad saw.

Demikian informasi mengenai artikel Maulid Nabi Muhammad. Semoga bermanfaat. Amien.

 

Belum ada Komentar untuk Sejarah, Arti, Makna Dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Sejarah, Arti, Makna Dan Hikmah Maulid Nabi Muhammad

anjuran puasa 3 hari setiap bulan

Anjuran Puasa 3 Hari Di Setiap Bulan

T 25 January 2019 F , A Admin Web YNI-1

Umat muslim disunnahkan untuk berpuasa minimal 3 hari pada setiap bulan. Dan puasa yang dilaksanakan di setiap bulannya yakni pada tanggal ke-13, 14, 15 dibulan hijriyah (Qomariyah). Puasa tersebut disebut juga dengan puasa ayyamul bidh (hari putih). Dikarenakan pada malam-malam... Selengkapnya

ramadhan di rusia

Melihat Kemeriahan Ramadhan Di Berbagai Negara (bag.1)

T 12 June 2017 F , A Yayasan Nurul Ihsan

Shoum atau Puasa adalah salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan kaum muslimin di seluruh dunia  ketika datang bulan Ramadan. Ibadah ini tidak cuma menahan lapar dan haus  saja, tetapi juga upaya menahan hawa nafsu. Kewajiban ini adalah salah satu bentuk... Selengkapnya

Amalan Di Bulan Ramadhan

Amalan Di Bulan Ramadhan

T 16 July 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Bulan Ramadhan tiba. Selama bulan suci tersebut, umat Islam yang menjalaninya harus menahan diri dari makan dan minum termasuk perkara yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Meski menjalani ibadah puasa, segala aktifitas yang biasa kita lakukan... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00