Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Peringatan Hari Besar Islam » Sah Kah Qurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga?

Sah Kah Qurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga?

T Diposting oleh pada 10 July 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 284 kali
Sah Kah Qurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga_

Satu bagian qurban bisa untuk satu keluarga dan satu kambing bisa untuk satu keluarga pula 1/7 sapi juga bisa untuk satu keluarga. Dan yang disebut tersebut yakni cangkupan pahalanya bukan pembiayaan. Dijelaskan disebuah hadits dari ‘Atho’ bin yasar, ia mengatakan,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

Artinya: “Aku pernah bertanya pada Ayyub Al – Anshari, bagaimana qurban dimasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?.” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.”
(HR. Tirmidzi : 1505 dan Ibnu majah : 3147. Al – hafidz Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini Shahih).

Lalu ditujukkan juga oleh Abu Ayub radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

Artinya: “ Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.”
(HR. Tirmidzi, menilainya Shahih, Minhaajul Muslim, hal 264 dan 266)
Batasan Satu Qurban Untuk “Anggota Keluarga”

Batasan untuk satu Qurban untuk “Anggota Keluarga” ini para ulama berselisih pendapat. Berikut penjelasannya :

  • Masih dianggap anggota keluarga jika terpenuhi 3 hal : Tinggal bersama, ada hubungan kekerabatan, dan shohibul Qurban menanggung nafkah semuanya. Ini adalah pendapat dari Madzhab Maliki. Sebagaimana yang ditegaskan dalam At-Taj wa Iklil (salah satu kitab madzhab Maliki 4:354)
  • Semua orang yang berhak medapatkan nafkah Shohibul Qurban, pendapat dari ulama mutaakhir (kontemporer) di Madzhab Syafi’i.
  • Semua orang yang tinggal serumahh dengan Shohibul Qurban, meskipun bukan kerabatnya. Dan ini pendapat dari Ulama Syafi’iyah, seperti As-Syarbini, Ar-Ramli, dan At-Thablawi.

Lalu, Imam Ar-Ramli ditanya:

“Apakah bisa dilaksanakan ibadah Qurban untuk sekelompok orang yang tinggal dalam satu rumah, meskipun tidak ada hubungan kekerabatan diantara mereka?

Lalu, beliau menjawab, “Ya, bisa dilaksanakan.” (fatawa Aar-Ramli, 4:67)

Namun Al-Haitami mengomentari fatwa Ar-Ramli dengan mengatakan:

“Mungkin maksudnya adalah kerabatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Dan  bisa juga yang dimaksud dengan ahlul bayt disini adlah semua orang yang mendapatkan nafkah dari satu orang, meskipun ada yang aslinya tidak wajib dinafkahi. Namun , perkataan sahabat Abu Ayyub mengatakan: “Seorang suami menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya” memungkinkan untuk dipahami dengan dua makna tersebut. Bisa juga dipahami sebagaimana zahir hadits yaitu sertiap orang yang tinggal serumah, interaksi mereka jadi satu dan meski tidak ada hubungan kekerabatan ini merupakan pendapat ulama. Akan tetapi terlalu jauh dari kebeneran).” (Tuhfatul Muhtaj, 9:340)

Namun diperbolehkan berkurban sapi untuk 7 anggota keluarga dengan cara patungan qurban yang dimana dalam keluarga tersebut sudah mampu.

Bolehkah Berqurban Untuk Orang Yang Telah Meninggal?

Hukum berqurban asalnya hanya untuk orang yang masih hidup, seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang berqurban untuk diri sendiri beserta keluarganya. Dan pemahaman mengenai sebagian besar manusia awam tentang dikhususkannya berqurban untuk orang yang telah meninggal adalah anggapan yang tidak ada dalam dalil naqli atau aqli’ nya yang sesuai dengan syariat islam yang berpegang pada kitab suci Al-Qur’an.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk diri dan seluruh umatnya, dengan niat

اللّهُمّ هَذَا عَنِّي، وَعَمَّنْ لَـمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِ

Artinya: “ Ya Allah, ini qurban dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.”
(HR. Abu Daud : 2810 dan Al – Hakim 4:229 dan dishahihkan oleh syaikh Al – Albani dalam Al-irwa’ 4:349)

Adapun menyangkut hukum qurban untuk orang yang telah meninggal duni, syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah memaparkannya dalam tiga macam.

  • Meniatkan pahala qurban untuk dikirim ke orang yang sudah meninggal.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir, ia berkata: “Aku ikut bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari raya idul adha di mushalla(lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanya seekor kambing kibasy. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban.” (HR. Abu dau dalam sunannya II/86, dan at-Tirmidzi dalam Jami’nya 1.141 dan Ahmad 14.308 dan 14364)

Dengan demikian diprebolehkannya sembelih qurban, sebagai pahala, untuk orang yang telah meninggal. Seperti yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyembelih qurban untuk dirinya dan ahli baytnya dan diantara mereka ada yang telah meninggal sebelumnya.

  • Menyembelih qurban, disebabkan tuntunan wasiat yang telah disampaikan.

hukum menyampaikan wasiat ialah wajib, sama dengan amanah. Wasiat dari almarhum atau almarhumah sebelum mereka meninggal. Maka kita harus melaksanakan qurban tersebut. Sesuai dengan firman Allah :

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Barangsiapa mengganti wasiat setelah ia mendengarnya maka dosanya ditanggung oleh orang-orang yang menggantinya. Sesungguhnya Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al – Baqarah : 181).

baca juga artikel lainnya: Bolehkah Patungan Qurban?

Dari Syaikh Abdullah Ath-Thayaar berkata, “Adapun qurban bagi mayit yang merupakan wasiat darinya, maka ini wajib dilaksanakan walaupun ia (yang diwasiati) belum menyembelih qurban bagi dirinya sendiri, karena perintah menunaikan wasiat.”

  • Menyembelih qurban bagi yang sudah meninggal sebagai sadaqah terpisah dari yang masih hidup (bukan wasiat dan tidak ikut yang hidup)

Hukumnya ialah boleh.

Para ulama Hambaliyah yang mengikuti mazhab Imam Ahmad menegaskan bahwa pahalanya sampai ke mayit dan bermanfaat baginya dengan niat bersodaqah.

Ibnu Taimiyyah berkata: “Diperbolehkan menyembelih qurban bagi orang yang sudah meninggal sebagaimana diperbolehkan haji dan sadaqah untuk orang yang sudah meninggal. Menyembelihnya dirumah dan tidak disembelih qurban dan lainnya dikuburan.” (Majmu Al-Fatawa 26/306)

Belum ada Komentar untuk Sah Kah Qurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Sah Kah Qurban Satu Kambing Untuk Satu Keluarga?

makna maulid nabi

Pengertian Dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

T 16 November 2018 F A WP-YNI

Nabi Muhammad merupakan utusan Nabi terakhir oleh Allah SWT. Kedatangan Nabi dizamannya untuk memperbaiki akhlak dan iman kita. Nabi ﷺ mengenalkan islam, Islam turun sebagai agama yang sebenar-benarnya. Mengubah manusia dizaman jahiliyah agar benar jalan hidupnya dan tertata perilakunya. Sepeninggal... Selengkapnya

Bolehkah Berqurban Dengan Kambing Betina _

Bolehkah Berqurban Dengan Kambing Betina ?

T 5 August 2019 F , A WP-YNI

Menjadi pertanyaan bagi sebagian orang yang belum mengetahui, apakah harus berkurban dengan kambing jantan? Apakah boleh berkurban dengan kambing betina dan sapi betina? Sebagian orang berpendapat bahwa ini tidak diperbolehkan. Tentu, rujukan yang diambil bukan berdasarkan pendapat orang. Melainkan dari... Selengkapnya

Hukum Makan Daging Kurban Milik Sendiri

Bolehkah Makan Daging Kurban Milik Sendiri?

T 1 August 2019 F , A WP-YNI

Banyak sekali yang bertanya dan memikirkan hal ini. Apakah boleh kita dan keluarga yang berkurban untuk makan daging tersebut? Adapun dalam memakan daging kurban sendiri, dari jumhur ulama mengatakan bahwa itu Sunnah. Ini diperkuat oleh firman Allah subhanahuwata’ala dalam firman-Nya:... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00