Beranda » Pendidikan » Rasulullah Mencintai Orang Yang Paling Baik Akhlaknya

Rasulullah Mencintai Orang Yang Paling Baik Akhlaknya

T Diposting oleh pada 12 October 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 968 kali

Abdurrahman bin Qasim, seorang pelayan dari Imam Malik bin Anas, menuturkan kesaksiannya selama menjadi pelayan Imam malik selama 20 tahuhn. Abdurrahman berkata, “Tidak kurang dua puluh tahun aku menjadi pelayan Imam Malik. Selama dua puluh tahun tersebut aku perhatikan beliau menghabiskan 2 tahun untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari akhlak.”

Bukan hanya Imam Malik melainkan seluruh ulama baik lainnya, mereka menjaga akhlak mereka. Akhlak mereka kepada Allah, kepada Rasul, kepada yang lebih tua atau lebih muda darinya. Kedudukan derajat, pencapaian ilmu yang mereka dapat serta wibawanya tidak membuat dia merasa lebih baik dari orang lain. Karena meletakkan akhlak menjadi sangat penting disaat terjadinya degadrasi moral saat ini.

Akhlak merupakan menjadi masalah akut atau penyakit kronis yang diidap oleh orang-orang masa modern kini. Karena banyaknya pengaruh yang masuk dari Negara luar atau memiliki teman yang tidak memiliki adab yang baik dapat menularkan sikap dan perilaku tidak baik kepada yang dekat-dekat dan bergaul kepadanya. Persoalan akhlak mulai dari tawuran antar sekolah, pergaulan bebas, sikap anarkis hingga banyak fenomena lainnya yang memaksa kita menjadi jauh lebih lama dalam mempelajari akhklak.

 

Pentingnya Manusia Yang Beradab Sebelum Berilmu

Rasulullah bersabda dalam hadistnya, Dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “ Orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat denganku kedudukannya disurga ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci adalah orang-orang yang pongah dan sombong.”   Orang yang berakhlak lebih mulia disbanding orang yang berilmu, karena bisa jadi ilmu yang mereka miliki merekan gunakan untuk keburukan.

Dan berikut keutamaan yang dimiliki oleh orang yang mengutamakan akhlak

  1. Ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT

Dari Anas radhiyallahuanhu, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya seorang hamba mencapai derajat yang tinggi dihari akhirat dan kedudukan yang mulia karena akhlaknya baik walaupun ia lemah dalam ibadah.” (HR. Thabrani)

  1. Sebagai tolak ukur keimanan seseorang

Nabi Shallallahu’alaihi wassalam bersabda, yang artinya, “Mukmin yang paling sempurna imannya adlah yang paling baik akhlaknya, yang paling lemah lembut tidak pernah menyakiti orang. Seorang manusia tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya sendiri dan sebelum tetangganya aman dari gangguannya.beradab lebih mulia ketimbang berilmu

Dilain sisi, seorang manusia yang memiliki akhlak buruk niscaya akan melenyapkan segala amalnya. Maka berikut hadist yang menerangkan kerugian dari akhlak yang buruk.

  1. Seperti yang pernah kita ketahui dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya, “Hati-hatilah kalian dari hasad, karena bahwasanya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering).” (HR. Bukhari Muslim)
  2. Ada suatu kisah dizaman Rasulullah, dari Ubaid, dia berkata, “Ada dua orang wanita berpuasa dan mereka sangat menderita karena lapar dan dahaga pada sore harinya. Kemudia kedua wanita itu mengutus seseorang menghadap rasulullah SAW untuk meminta izin bagi keduanya agar diperbolehkan menghentikan puasa mereka.”

Lalu, sesampainya utusan dari perempuan tersebut kepada Rasulullah SAW, beliau memberikan sebuah mangkuk kepadanya untuk diberikan kepada kedua wanita tersebut sambil menyuruh kedua-duanya memuntahkan isi perutnya kedalam mangkuk itu. Alih-alih kedua wanita tersebut memuntahkan darah dan daging segar penuh dalam mangkuk tersebut. Sehingga membuat orang-orang yang melihatnya keheranan.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya, “Kedua wanita ini berpuasa terhadap makanan yang dihalalkan oleh Allah tetapi membatalkan puasanya itu dengan perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Mereka duduk bersantai sambil menggunjing orang-orang lain. Maka itulah ‘daging-daging’ mereka yang dipergunjingkan.” (HR. Ahmad)

 

Jadilah Manusia Yang Berakhlak Dan Berilmu

Seperti yang telah disinggung sebelumnya diatas, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam lebih mencintai seorang yang berakhlak ketimbang yang berilmu. Karena orang yang berilmu berlum tentu berakhlak, banyak sekali orang-orang cerdas dan pintar di zamannya namun mereka sombong karena mereka berfikir mereka cerdas dan pintar.

Berakhlak buruk merupakan permasalahan yang ada sampai sekerang. Yang sering kita ketahui banyak sekali orang yang tidak memiliki moral baik kepada orang yang lebih tua maupun yang lebih muda umurnya. Seperti seorang murid yang tidak terima bila dia dicubit, padahal gurunya melakukannya agar dia menjadi lebih baik. Atau seorang kakak kelas yang memalak adik kelasnya. Dan pergaulan bebas yang makin merebak dimana-mana sepasang muda mudi yang tak malunya memperlihatkan kedekatan keduanya.

Memperlahari adab lebih lama ketimbang menuntut ilmu, bahkan para ulama pun mengatakan hal yang sedemikian. Dari ibnu Mubarak berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

Artinya: “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami memperlajari ilmu selama 20 tahun. “

Lalu, Dari Imam Malik pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah ibnu Abi’Abdirrahman –seorang fakih dikota Madinah dimasanua-, kemudian ibuku berkata,

تعلم من أدبه قبل علمه

Artinya: “Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”

Memang orang yang menuntut ilmu akan Allah angkat derajatnya namun akan sia-sia bila tidak mempelajari adab. Karena ilmu tanpa adab, akan membuat seseorang menjadi sombong yang suka membangga-bangga kan dirinya sendiri dan mudah meremehkan orang lain.

Pencarian dari Google :

Belum ada Komentar untuk Rasulullah Mencintai Orang Yang Paling Baik Akhlaknya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Rasulullah Mencintai Orang Yang Paling Baik Akhlaknya

keutamaan menuntut ilmu

Janji Allah Bagi Manusia Yang Menuntut Ilmu

T 29 March 2018 F , A WP-YNI

Ilmu merupakan pengetahuan untuk kita, dengan ilmu kita akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Maka itu manusia yang tak berilmu bagai terjebak didalam kegelapan. Mereka tak tahu kemana mereka harus melangkah, bagaimana mereka harus berbuat. Dan terkadang... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Pentingnya Pendidikan Dalam Keluarga

T 21 February 2017 F A Admin Web YNI

Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang berlangsung dalam suatu kelurga yang dilaksanakan  oleh orang tua sebagai tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik anak dan keluarga. Pendidikan Keluarga adalah usaha sadar yang dilakukan orang tua, karena mereka pada umumnya merasa terpanggil secara... Selengkapnya

pentingnya pendidikan dini pada anak menurut pandangan islam

Pendidikan Anak-Anak Kini Didalam Pandangan Islam

T 1 October 2018 F , A WP-YNI

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kepada manusia macam amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Diantara amanah dan tanggung jawab yang besar ialah peran orang tua, guru, ataupun pengasuh yang lain untuk memberikan pendidikan yang baik dan benar... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00