Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Peringatan Hari Besar Islam » Pengertian Dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pengertian Dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

T Diposting oleh pada 16 November 2018
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 689 kali

Nabi Muhammad merupakan utusan Nabi terakhir oleh Allah SWT. Kedatangan Nabi dizamannya untuk memperbaiki akhlak dan iman kita. Nabi ﷺ mengenalkan islam, Islam turun sebagai agama yang sebenar-benarnya. Mengubah manusia dizaman jahiliyah agar benar jalan hidupnya dan tertata perilakunya. Sepeninggal Nabi ﷺ seluruh umat muslim dirundung kesedihan yang mendalam. Tidak menunjuk ataupun memberi wasiat kepada siapa nanti calon pengganti pemimpin umatnya.

Maka, dimulai oleh Raja Irbil (irak) Muzhaffaruddin Al-Kaukabri  melakukan peringatan maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassalam pad awal abad ke 7 Hijriyah. Ibnu Katsir dalam kitab Tarikh berkata, bahwa: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Dia merayakan secara besar-besaran. Pemimpin yang dikenal pemberani, seorang alim dan adil.

Yang dilakukan oleh Sultan Muzhaffar dibenarkan oleh para ulama, menganggap baik dalam perayaan maulid yang digelar pertama kalinya. Sebagai bentuk menanamkan Nabi dihati dan menjalankan segala sunnahnya yang akan mengiring umatnya menuju syurga Allah SWT. Maka, hendaklah menjadi umat yang menanamkan budi pekerti dan sifat baik Rasulullah dalam keseharian kita.

makna maulid nabi

 

Macam-Macam Sunnah Nabi Muhammad ﷺ

Sunnah sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya “kebiasaan” atau “biasa dilakukan”. Secara istilah yang berarti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah ﷺ beserta para sahabatnya baik ilmu, ucapan, keyakinan, perbuatan maupun penetapan. Berdasarkan ahli hadits, sunnah ialah: “Segala yang bersumber dari Nabi Muhammad ﷺ, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, maupun perjalanan hidup, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya.”

Berdasarkan ahli usul fikih, sunnah ialah: “Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad ﷺ. Selain Al-Qur’an  baik berupa perkataan, perbuatan, ataupun taqrirnya yang pantas untuk dijadikan landasan atau dalil bagi penetapan hukum syara’(hukum agama).”

Dan berikut macam-macam sunnah:

  1. Sunnah Qauliyah

Sunnah qauliyah ialah bentuk perkataan atau ucapan yang disandarkan kepada Nabi Muhamad ﷺ ., yang berisi berbagai tuntunan dan petunjuk syara’ , peristiwa atau kisah-kisah baik yang berkenaan dengan akidah, akhlak dan syariah.

Dengan kata lain, sunnah Nabi yang berupa ucapan baik dalam pernyataan, larangan atau pencegahan dan juga anjuran.  Contoh sunnah qauliyah yakni,

  • Hadits tentang doa Nabi ﷺ kepada orang yang mendengar, menghafal dan menyampaikan ilmu.

Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, yang artinya, “Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Semoga Allah memperindah orang yang mendengar hadits dariku lalu menghafalkan dan menyampaikannya kepada orang lain. Berapa banyak yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu.” (HR. Abu Daud)

  • Hadits tentang belajar dan mengamalkan Al-Qur’an

Dari Usman ra, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

  • Hadits tentang persatuan orang-orang yang beriman.

Dari Abu Musa diaberkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Sunnah Fi’liyah

Ialah segala perbuatan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ . Sunnah Fi’liyah merupakan sunnah yang berupa perbuatan Nabi SAW baik perihal soal-soal ibadah seperti manasik haji dan lain-lain. Untuk mengetahui hadits yang termsuk dalam kategori ini diantaranya terdapat kata-kata kana/yakunu atau ra’aitu/ra’aina. Dan berikut contohnya:

  • Hadits tentang tata cara shalat

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam bersabda, “Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari)

  • Hadits tentang tatacara shalat dikendaraan

Dari Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah ﷺ  shalat diatas tunggangannya menghadap kemana arah tunggangannya menghadap. Jika beliau hendak melaksanakan shalat yang fardhu maka beliau turun lalu shalat menghadap kiblat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Hadits tentang manasik haji.

“Ambillah manasik (tata cara melaksanakan haji) kamu dariku.” (HR. Muslim)

  1. Sunnah Taqririyah

Ialah sunnah yang berupa ketetapan Nabi ﷺ . terhadap apa yang datang atau dilakkan para sahabatnya. dengan kata lain ialah sunnah penetapan Nabi SAW terhadap perbuatan para sahabatnya yang diketahui Nabi SAW. Tidak melarang ataupun menegurnya. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ cenderung mendiamkannya. Rasulullah mendiamkannya tanpa mengatakan apakah membenarkannya atau menyalahkannya. Contohnya:

  • Hadits tentang daging dzab (sejenis biawak).

Pada suatu hari Rasulullah ﷺ disuguhi makanan dan diantaranya ada dzab. Beliau tidak memakannya, sehingga Khalid bin Walid bertanya, “Apakah daging itu haram ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi daging tersebut tidak ada dinegeri kaumku, karena itu aku tidak memakannya.” Khalid berkata, “lalu akupun menariknya dan memakannya. Sementara Rasulullah ﷺ melihat kearaku.” (HR. Muttafaqun Alaih)

  • Hadits tentang tayamum

Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata, “pernah ada dua orang bepergian dalam perjalanan dan waktu shalat tiba, sedang mereka tidak membawa air. Lalu merek berdua bertayamum dengan debu yang bersih dan mengerjakan shalat. Kemduain keduanya mendapat air (dan waktu shalat masih ada) salah satu dari keduanya mengulangi shalatnya denga air wudhu dan yang satu lagi tidak mengerjakannya. Mereka berdua menemui Rasulullah ﷺ  dan menceritakan hal itu. Maka beliau berkata kepada orang yang mengulang shalatnya: ‘Kamu sesuai dengan sunnah dan shalatmu sudah cukup’. Dan beliau juga berkata kepada yang berwudhu dan mengulang shalatnya: ‘Bagimu pahala dua kali.’” (HR. Ad-Darimi)

  1. Sunnah Hammiyah

Ialah Suatu yang dikehendaki Nabi Muhammad SAW namun belum dikerjakan. Adapun himmah (hasrat) beliau misalnya ketika beliau hednak melaksanakan puasa pada tanggal 9 Asyura, sebagaiana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, “Saya mendengar Abdullah bin Abbas ra, berkata saat Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa: para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani, “ maka Rasulullah SAW bersabda, “Pada tahun depan InsyaAllah , kita akan berpuasa pada hari kesembilan(Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah ﷺ wafat.” (HR. Muslim)

Menurut Imam Syafi’I dan rekan-rekan hal ini termasuk sunnah hammiyah, namun sebaliknya menurut Asy Syaukani tidak demikian, karena ini hanya kehendak hati yang tidak termasuk perintah syariat untuk dilaksanakan atau ditinggalkan. Dari sifat-sifat keadaan serta himmah itu yang paling bisa dijadikan sandaran hukum sebagai sunnah adalah hamm. Sehingga kemudian sebagian ulama-ulama  fiqh menjadikannya sunnah hammiyah.

Pencarian dari Google :

Belum ada Komentar untuk Pengertian Dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Pengertian Dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

santunan yatim

Beribadah Puasa Ramadhan dan Berbagi di Yayasan Nurul Ihsan

T 28 June 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Marhaban Ya Ramadhan Umat Islam seluruh dunia kini kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan yang oleh Allah SWT dihimpun di dalamnya rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan), dan itqun minan naar (terselamatkan dari api neraka). Bulan Ramadan juga disebut dengan “shahrul... Selengkapnya

Keistimewaan Bulan Rabiul Awal

Keistimewaan Bulan Rabi’ul Awal, Bulan Lahir Nabi

T 19 November 2018 F A WP-YNI

Bulan Rabi’ul Awal merupakan salah satu dari bulan calendar Hijriyah atau calendar islam. Rabi’ul Awal masuk kedalam bulan ke-3 dalam urutan calendar hiriyah. Bulan ini dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin sedunia. Sebab dibulan inilah lahir manusia suci, manusia yang Allah... Selengkapnya

nuzulul qur'an

Peristiwa Nuzulul Qur’an Pada Bulan Ramadhan

T 17 July 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW Wahyu pertama yang diturunkan kepada... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00