Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Hukum Islam » Meninggal Dunia, Tapi Memiliki Hutang Puasa

Meninggal Dunia, Tapi Memiliki Hutang Puasa

T Diposting oleh pada 20 May 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 157 kali

Barang siapa meninggal dunia tapi masih memiliki hutang puasa. Bagaimanakah puasanya bagi yang telah meninggal dunia? Diqodho’ oleh ahli waris nya atau kah tidak?. Para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini. Pendapat terkuat, harus dipuasakan oleh ahli warisnya baik puasa nadzar maupun puasa Ramadhan. Pendapat ini dipilih oleh Abu Tsaur, Imam Ahmad, Imam Asy-Syafi’I, pendapat yang dipilih oleh An-Nawawi, pendapat para pakar hadits dan pendapat Ibnu Hazm (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/130-133)

Dalil dari pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya.” (HR. Bukhari : 1952 dan Muslim : 1147)

Arti ‘waliyyuhu’ dalam hadits diatas ialah ahli waris. Namun hukum sebagai ahli waris tidaklah wajib, hanya di sunnahkan saja.

Lalu dari hadits lain Ibnu Abbas radhiyallahu, anhuma, beliau berkata, “Ada seseorang pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata,

“Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia dan dia memiliki hutang puasa selama sebulan (dalam riwayat lain dikatakan: puasa tersebut adalah puasa nadzar), apakah aku harus mempuasakannya?” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iya. Utang pada Allah lebih pantas engkau tunaikan.”

baca artikel lainnya : Bulan Ramadhan, Bulannya banyak baca Al-Qur’an

Cara Melunasi Utang Puasa Orang Yang Telah Meninggal Dunia

Dalil diperbolehkan melunasi utang puasa orang yang telah meninggal dunia dengan cara menunaikan fidyah (memberikan makan kepada orang miskin) adalah dengan beberapa riwayat beikut ini,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ إِذَا مَرِضَ الرَّجُلُ فِى رَمَضَانَ ثُمَّ مَاتَ وَلَمْ يَصُمْ أُطْعِمَ عَنْهُ وَلَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنْ كَانَ عَلَيْهِ نَذْرٌ قَضَى عَنْهُ وَلِيُّهُ

Artinya: “ Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Jika seseorang sakit di bulan Ramadhan, lalu ia meninggal dunia dan belum lunasi utang puasanya, maka puasanya dilunasi dengan memberi makan kepada orang miskin dan ia tidak memiliki qodho;. Adapun jika ia memiliki utang nadzar, maka hendaklah kerabatnya melunasinya.” (HR. Abu Daud : 2401, shahih menurut Syaikh Al-Albani).

Dari penjelasan diatas, bahwa ahli warisnya-lah yang menggantikan untuk melunasi utang puasanya orang yang telah meninggal tersebut. Dan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni

  1. Membayar utang puasa dengan kerabatnya untuk melakukan puasa.
  2. Dapat dengan tunaikan fidyah atau artinya memberikan makan kepada orang miskin.

Adapun bentuk fidyah yang dilakukan dapat dengan memberikan makanan siap saji dengan memberikan satu bungkus makanan bagi satu hari tidak puasa. Atau bisa juga dengan ketentuan satu mud. Dari Abu Syuja’ rahimahullah, beliau berkata, “Barang siapa memiliki utang puasa ketika meninggal dunia, hendaklah dilunasi dengan cara memberikan makan (kepada orang muslim), satu hari tidak puasa dibayar dengan satu mud.”

baca juga yang lainnya : Sah kah orang yang puasa tapi tidak shalat?

Satu mud yang disebutkan diatas adalah ¼ sho’. Yang dimana satu sho’ ialah ukuran yang biasa dipakai untuk membayar zakat fitri. Satu sho’ yakni sekitar 2.5-3.0 kg seperti yang kita setorkan saat bayar zakat fitri. Namun satu mud ini bukanlah standar dalam tunaikan fidyah. Syaikh Mustafa Al-Bugho berkata, yang artinya, “Ukuran mud dalam fidyah di sini sebaiknya dirujul pada ukuran zaman ini, yaitu ukuran pertengahan yang biasa ditengah-tengah kita menyantapnya, yaitu biasa yang dimakan seseorang dalam sehari berupa makanan, minuman dan buah-buahan. Karena saat ini makanan kita bukanlah dalam jenis gandum, kurma maupun anggur dan sejenisnya. Dan fakir miskin saat ini biasa memakan roti atau nasi dan kadang mereka tidak menggunakan lauk daging ataupun ikan. Sehingga tidaklah tepat jika kita harus menggunakan ukuran yang ditetapkan oleh ahli fikih di masa dahulu. Karena apa yang mereka tetapkan adalah makana yang umu ditengah-tengah mereka. (At-Tadzhib. Hal 115)

Apakah Sama Cara Mengganti Puasa Dengan Orang Sakit?

Cara mengganti puasa orang sakit dengan orang yang telah meninggal dunia tentu berbeda. Orang yang telah meninggal dunia di gantikan puasanya dengan cara berpuasa baik Ramadhan maupun nadzarnya oleh kerabat dekatnya. Tapi untuk orang yang sakit tentu harus di qodho ketika kesehatan sudah membaik. Dia wajib menggantinya dengan puasa selama berapa hari puasa yang telah ditinggalkannya.

Namun, bila diketahui ia memiliki penyakit yang pasti tak sembuh maka ia sendiri dapat melunasinya dengan mengeluarkan fidyah atau memberi makan orang miskin selama ia meninggalkan puasa, satu hari satu orang yang diberi makan tanpa memerlukanm ahli waris selama ia masih hidup.

Semoga sajian singkat ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin yang membacanya. Aamiin

Belum ada Komentar untuk Meninggal Dunia, Tapi Memiliki Hutang Puasa

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Meninggal Dunia, Tapi Memiliki Hutang Puasa

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

T 3 May 2019 F , A WP-YNI

Al-Qur’an merupakan kitab pedoman dan petunjuk yang Allah subhanahuwata ‘ala turunkan kebumi untuk orang-orang yang berfikir. Al-Qur’an hendaklah dibaca, dihafal dan diamalkan agar tidak menjadi sia-sia. Allah subhanahuwata ‘ala berfirman : إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ... Selengkapnya

zakat fitrah

Kewajiban serta makna Zakat fitrah bagi manusia

T 25 July 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Sebagi umat islam kita tidak pernah luput dari kewajiban Zakat. Apa itu Zakat? Bagaimana hukum Zakat? apa saja macam-macam Zakat? dan Siapa saja yang berhak menerima Zakat?. Pada artikel kali ini saya akan membahasa jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang ada... Selengkapnya

Penyebab Kaum Muslimin Banyak Telat Shalat Subuh

Penyebab Kaum Muslimin Banyak Telat Shalat Subuh

T 22 March 2019 F , A WP-YNI

Seperti yang telah kita ketahui bersama,  bila kita melihat masjid yang begitu megah-megah namun memiliki jamaah yang sedikit. Terutama, saat waktu shalat subuh. Ini merupakan kondisi kaum muslimin saat ini yang dimana tidak bisa didiamkan saja. karena sedikit kaum muslimin... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00