Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Puasa » I’tikaf Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

I’tikaf Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

T Diposting oleh pada 10 May 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 34 kali

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak sekali amalan kebaikan yang dapat kita lakukan di bulan Ramadhan ini. Karena melakukan amalan dibulan suci ini, Allah subhanahuwata ‘ala akan melipat gandakan pahala. Selain dari amalan lainnya dengan banyak membaca Al-Qur’an dan bersedekah, kegiatan lain yang tak lupa harus dilaksanakan yakni I’tikaf di masjid.

Lalu apa pengertian dari I’tikaf? I’tikaf secara Bahasa artinya menetap pada sesuatu. Berdasarkan secara harfiah berarti menetap dimasjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat. I’tikaf di masjid sebetulnya tidak hanya di laksanakan dibulan Ramadhan saja namun juga dilaksanakan diluar bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam –pun juga mencontohkan hal ini.

I’tikaf di masjid lebih digiatkan dan dianjurkan pada sepuluh terakhir Ramadhan yang dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun lebih giat beri’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Hukum beri’tikaf ialah Sunnah tergantung dengan keadaan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’ anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, Beliau beri’tikaf selama dua pulluh hari.” (HR. Bukhari no. 2044)

mengatakan bahwa, “Para ulama sepakat bahwa I’tikaf itu Sunnah, bukan wajib kecuali jika seseorang mewajibkan bagi dirinya bernadzar untuk melaksanakan I’tikaf.”

Keutamaan-Keutamaan I’tikaf Di Sepuluh Terakhir Ramadhan

I’tikaf tentu tidak hanya berdiam diri di masjd, melainkan terdapat sesuatu yang dapat kita petik dari beri’tikaf di masjid. Selain berpahal juga mendatangkan kebaikan-kebaikan lainnya. Dan inilah beberapa keutamaan-keutamaan i’tikaf di masjid:

  • Khusuknya beribadah

Ketika kita beri’tikaf di masjid tentu kita akan merasakan ketenangan dalam beribadah. Dikelilingi oleh muslim lainnya yang juga merasakan khusuknya dalam beribadah, meningkatkan iman dan ibadah kita kepada Allah subhanahuwata ‘ala. Selama beri’tikaf pikiran kita hanya difokuskan untuk beribadah kepada Allah dengan cara yang benar dan sementara melupakan hal-hal yang berbau duniawi.

Melupakan fananya dunia yang sering kali menjerumuskan kita ke lubang kemaksiatan, dan dengan segala hiruk pikuk masalah yang tengah di alami. Maka terciptalah kenyamanan, kenikmatan dan kekhusuk’an dalam beribadahh

Ketika kita merasakan nikmatnya beribadah maka kebaikan-kebaikan akan selalu datang kepada kita, dan memudahkan kita untuk melakukan amalan-amalan kebaikan.

Baca Artikel lainnya : Ganjaran Pahala Puasa Di Bulan Ramadhan

  • Merenungkan dosa-dosa

Ketika seorang muslim yang khusuk dalam ibadahnya serta ketenangan dalam I’tikafnya, maka disitu kita akan menginstrospkesi diri selama kita masih hidup, apakah kebanyakan melakukan maksiat dan hal-hal yang Allah tak suka atau lebih banyak melakukan kebaikan. Ketika I’tikaf disinilah kita dapat merenungkan dosa-dosa kita, entah dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. Lalu, memohon ampunan kepada Allah dengan ampunan yang seluas-luasnya.

Memohon ampunan atas kesombongan diri, lalai dalam shalat, berbuat tidak baik kepada sesama manusia dan lain sebagainya.

Apakah Wanita Boleh I’tikaf Di Masjid?

Baca Artikel lainnya : Amalan-Amalan Yang Dapat Menyia-nyiakan Puasa

Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ – قَالَ – فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan. Apabila selesai dari shalat shubuh, beliau masuk ketempat khusus I’tikaf beliau. Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: kemudian Aiayah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama Rasulullah, maka beliau mengizinkannya.” (HR. Bukhari no. 2041)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepulluh hari terakhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Belum ada Komentar untuk I’tikaf Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait I’tikaf Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

manfaat puasa bagi kesehatan

Puasa Ramadhan Ditinjau Dari Segi Kesehatan

T 11 June 2017 F , A Yayasan Nurul Ihsan

“Berpuasalah, niscaya kamu sehat” (HR Thabrani). Begitu dikatakan dalam sebuah hadits. Dari hadits tersebut Rosululloh menjelaskan bahwa dibalik puasa ada hikmah bagi manusi yakni kesehatan baik  jasmani maupun rohani. Tubuh manusia mempunyai mekanisme alamiah yang dipergunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang... Selengkapnya

berpuasa sunah menyambut bulan puasa ramadhan

Marilah Kita Menyambut Ramadhan Dengan Suka Cita

T 4 May 2018 F A WP-YNI

Insya Allah, tinggal menghitung hari lagi kita akan memasuki bulan yang penuh dengan kemuliaan bulannya manusia berbondong-bondong untuk meraup pahala yang melimpah, ialah bulan puasa Ramadhan Dan bagusnya, semua orang sudah tidak sabar menanti datangnya bulan ramadhan. Semua orang bersuka... Selengkapnya

keutamaan bulan sya'ban

Keutamaan Melakukan Amalan Baik Dibulan Sya’ban

T 23 April 2018 F , A WP-YNI

Bulan Sya’ban merupakan bulan hijryah diantara bulan Rajab dan Ramadhan.  Rasulullah SAW bersabda , “Sya’ban itu bulan antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini amal-amal hamba itu diangkat (diterima oleh Allah). Aku... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00