Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Hukum Islam » Hukumnya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Hukumnya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

T Diposting oleh pada 18 January 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 425 kali

Hukum Meninggalkan Shalat

Para pembaca yang dirahmati oleh Allah subhanahuwata’ala. Seperti yang telah kita ketahui bahwa shalat merupakan perkara yang sangat utama. Mengapa perkara yang utama? Karena shalat masuk kedalam salah satu rukun islam yang ke 2 setelah membaca syahadat. Shalat juga merupakan hisab pertama ketika kita kembali kepada Allah subhanahuwata’ala. Namun, bila kita melihat disekeliling kita banyak orang mengaku islam diidentitas mereka beragama islam tapi tidak mengerjakan perintah Allah yakni shalat.

Mungkin diantara mereka ada yang mengerjakan shalat hanya sehari sekali, atau seingatnya saja, sengaja meninggalkan karena kesibukan dunia. Bahkan ada orang islam yang hanya shalat ketika dihari besar saja seperti shalat jum’at yang hanya dilaksanakan seminggu sekali atau hanya melaksanakan shalat idul fitri dan idul adha saja yang hanya dijalankan setahun sekali dan tidak sedikit ada orang islam yang tidak shalat sama sekali.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam menegaskan kewajiban kepada aseluruh umat muslim untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Dari Ibnu Ab, Abbas berkata, ketika Abu Sufyan menceritakan tentang Heraklius kepadaku, ia berkata, Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa salam menyuruh kami mendirikan shalat, berkata jujur, dan menjaga diri dari segala sesuatu yang terlarang.

 

Dosa Yang Menginggalkan Shalat Secara Sengaja

Shalat merupakan perkara yangs selalu disebut oleh Al-Qur’an dan hadits. Dan berikut salah satu ayat yang menjelaskan wajibnya shalat fardhu yang menanda orang-orang yang beriman.

                    إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Artinya: “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Tidak bisa dipungkiri banyaknya orang yang meninggalkan shalat secara sengaja maupun tidak sengaja. Disengaja karena tidak mengerti hukum shalat dan perkara-perkaranya, tidak tahu caranya, karena tidak mau meninggalkan pekerjaan dan memang karena malas. Dan mereka yang tidak sengaja meninggalkan shalat karena ketiduran, bekerja yang sampai lupa waktu dan ada yang dilarang melakukan shalat bagi wanita khusus yang tengah haid dan nifas.

Lalu bagaimana hukumnya meninggalkan shalat dikarenakan kesengajaan? Berikut penjelasannya.

Berdasarkan Kesepakatan Para Ulama, Meninggalkan Shalat Termasuk Dosa Besar Yang Lebih Besar Dari Dosa Besar Yang Lainnya

Dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahulla, mengatakan bahwa, “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum-minuman keras. Orang yang meninggalkan shalat akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan didunia dan akhirat.” (Ash Shalah hal. 7)

Dan dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al-kaba’ir , Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang laing besar dari pada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir hal 25)

Adz Dzahabi rahimahullah meneruskan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga kleuar waktunya termsuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan yaitu satu shalat saja dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya oorang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir hal 26-27)

Para Sahabat Berijma’ (Sepakat), Meninggalkan Shalat Adalah Kafir

Dari Umar mengatakan, bahwa

لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Artinya: “Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.”

Dari lainnya, Umar berkata,

ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Artinya: “Tidak ada bagian dalam islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (dikeluarkan oleh Malik. Begitupun diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan juga oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ‘Asakir. Hadits ini shahih, sebagaimana dikatakan oleh syaikh Al albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan diatas tatkala menjelang sakaratul maut, tida ada satu orang sahabatpun yang mengingkarinya. Oleh akrena itu hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’(kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Shalah.

Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini shohih, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.

Dan berdasarkan mayoritas para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi wa salam menganggap bahwa orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja adalah kafir. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau berkata,

Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau mengatakan,

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

Artinya: “Dulu para sahabat Muhammad shallallahu’alaihi wa salam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan ‘kafir kecuali sahalat.” (HR. Ar-Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebur Abu Huarairah didalamnya dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shahih.” (Ats-Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab)

Pencarian dari Google :

Belum ada Komentar untuk Hukumnya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Hukumnya Meninggalkan Shalat 5 Waktu

dampak memakan makanan haram

Memakan Makanan Haram Pemicu Jauhnya Keberkahan

T 24 September 2018 F , A WP-YNI

Allah SWT sudah menyiapkan umatnya segala macam makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi oleh setiap makhlukNya. Banyak sekali makanan yang dapat kita santap namun harus sesuai dengan syariat islam tentunya, ialah makanan dan minuman halal. Di zaman sekarang ini banyak... Selengkapnya

Zakat

Zakat Salah Satu Solusi Pemberantas Kemiskinan

T 5 April 2018 F , A WP-YNI

Zakat merupakan harta yang wajib kita keluarkan dan memenuhi syarat berdasarkan ketentuan syariat islam. Zakat juga harus disalurkan kepada yang telah ditetapkan. Yaitu ada 8 (delapan) golongan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 60 yang artinya :... Selengkapnya

keutamaan ziarah kubur

Keutamaan Ziarah Kubur

T 4 March 2019 F , A WP-YNI

Semua makhluk hidup pasti akan merasakan yang namanya ‘kematian’, manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia diberi akal sehat agar dapat membedakan mana yang baik dan buruk, maka itulah fungsinya agar kita selalu berbuat baik dan mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Kematian... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00