Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Hukum Islam » Hukum Hutang & Piutang Dalam Islam

Hukum Hutang & Piutang Dalam Islam

T Diposting oleh pada 19 February 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 361 kali

Hutang merupakan istilah dari Al-Qardh, yang artinya memotong sedangkan dalam artian menurut syar’i artinya memberikan harta dengan dasar kasih sayang kepada siapa saja yang membutuhkan bantuan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, yang mana pada suatu saat nanti harta tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang yang telah memberikan bantuan.

Hukum hutang piutang didalam islam ialah boleh. Dijelaskan dalam Al-Qur’an, Allah subhanahuwata’ala berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNya lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah : 245)

 Hukum Hutang & Piutang Dalam Islam

Syarat-Syarat Hutang Piutang Dalam Islam

Dalam hutang piutang pun, terdapat pula syaratnya. Dan berikut syarat-syarat hutang piutang,

  • Harta yang dihutangkan adalah jenis harta yang halal.
  • Harta yang dihutangkan tidak akan memberi kelebihan atau keuntungan pad apihak yang mempiutangkan (yang meminjam)
  • Pemberi hutang tidak mengungkit-ngungkit masalh hutang dan tidak menyakiti pihak yang berhutang.
  • Pihak yang meminjam niatnya adalah untuk mendapat ridho Allah dengan mempergunakan yang dihutang secara benar.

 

Bahaya Memiliki Sikap Hutang Piutang

hutang merupakan suatu prihal yang sangat sensitive diantara hubungan antara manusia. Walaupun hutang diperboleh kan oleh islam, seperti yang telah dijelaskan diatas yakni memiliki syarat dan terutama boleh berhutang asal dalam keadaan yang mendesak saja. Dan banyak orang yang berhutang namun tidak memiliki kendala ataupun kesulitan, inilah dampak buruk berhutang apabila yang berhutang lebih dulu meninggal dunia,.

Dan berikut beberapa bahaya lainnya dalam berhutang:

  1. Dapat Merusak Akhlak

Kebiasaan berhutang berdampak buruk pada akhlak seseorang, Karena berhutang akan menyebabkan kebiasaan seperti berbohong. Dan dapat memudahkan setan untuk mempengaruhi yang berhutang untuk melakukan cara buruk dengan mencuri ataupun merampok. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “ Sesungguhnya seseorang apabila berhutang, maka dia sering berkata dusta dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Bukhari)

  1. Dapat Menyebabkan Beban Pikiran (Stress)

Berhutang menyebabkan seseorang menjadi setres, mereka akan merasa hina disiang hari karena dipandang rendah oleh orang lain dan merasa sedih dimalam harinya karena memikirkan cara agar dapat melunasi hutangnya. Ditambah kondisi yang tertekan dan stress menyebabkan pula orang tersebut lemas karena tidak nafsu makan, hidup tidak bergairah dan pikiran yang tidak karuannya. Bagi mereka yang ikhlas dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah, Allah senantiasa membantu walau dalam keadaan sesulit apapun. Namun tak jarang ada yang mengambil jalan buntu agar tidak memikirkan hutangnya lagi dengan bunuh diri atau membunuh. Naudzubillah Tsumma naudzubillah.

  1. Mendapat Ganjaran Bagi Yang Tidak Berniat Membayar

Orang yang berniat untuk tidak membayarnya, merupakan sebuah dosa besar yang dimana dapat  merusak kepercayaan antara pemberi hutang dengan yang berhutang. Maka Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam besabda, yang artinya, “ Barang siapa yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah pada hari kiamat dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Pahala Sebagai Pengganti Hutangnya

Dari Ibnu Umar, Rasulullah sahhallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya dihari kiamat nanti, karena disana tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Dosanya Tidak Diampuni Sekalipun Dalam Keadaan Jihad

Dosa orang yang belum membayar hutang, lalu datanglah ajalnya maka hutangnya tidak dapat dihilangkan walaupun mati dalam keadaan jihad. Dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni oleh Allah, kecuali hutangnya.” (HR. Muslim)

  1. Ditundanya Masuk Surga

Dari Tsauban. Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang rohnya terpisah dari jasadnya dalam keadaan terbebas dari tiga hal, niscaya ia akan masuk surga, yaitu: bebas dari sombong, bebas dari khianat dan bebas dari tanggunggan hutang.”

Dalam islam, hukum hutang piutang ialah boleh. Namun, jangan jadikan hutang piutang menjadi suatu kebiasaan. selain mengakibatkan dampak buruk bagi diri sendiri tapi juga orang lain.

Belum ada Komentar untuk Hukum Hutang & Piutang Dalam Islam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Hukum Hutang & Piutang Dalam Islam

zakat fitrah

Kewajiban serta makna Zakat fitrah bagi manusia

T 25 July 2014 F A Yayasan Nurul Ihsan

Sebagi umat islam kita tidak pernah luput dari kewajiban Zakat. Apa itu Zakat? Bagaimana hukum Zakat? apa saja macam-macam Zakat? dan Siapa saja yang berhak menerima Zakat?. Pada artikel kali ini saya akan membahasa jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang ada... Selengkapnya

dampak memakan makanan haram

Memakan Makanan Haram Pemicu Jauhnya Keberkahan

T 24 September 2018 F , A WP-YNI

Allah SWT sudah menyiapkan umatnya segala macam makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi oleh setiap makhlukNya. Banyak sekali makanan yang dapat kita santap namun harus sesuai dengan syariat islam tentunya, ialah makanan dan minuman halal. Di zaman sekarang ini banyak... Selengkapnya

Zakat

Zakat Salah Satu Solusi Pemberantas Kemiskinan

T 5 April 2018 F , A WP-YNI

Zakat merupakan harta yang wajib kita keluarkan dan memenuhi syarat berdasarkan ketentuan syariat islam. Zakat juga harus disalurkan kepada yang telah ditetapkan. Yaitu ada 8 (delapan) golongan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 60 yang artinya :... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00