Category: Puasa

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Sidang isbat, menyatakan bahwa puasa Ramadhan jatuh pada hari jum’at, 24 April 2020. Yang berarti kamis malam kita akan melaksanakan sahur pertama pada puasa Ramadhan 1441 H.

Persiapan untuk menyambut Ramadhan, ada banyak amalannya. Terutama amalan berdoa saat berbuka puasa. Doa berbuka puasa yang banyak kita temui ialah yang berbunyi,

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Artinya : “Ya Allah, untukMu aku berpuasa dan dengan rizkiMu aku berbuka.”

Doa diatas merupakan doa yang biasa kita baca sebelum berbuka, doa tersebut merupakan bagian dari hadits lengkap berikut ini:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: “

Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu” ya Allah, untukMu aku berpuasa dan dengan rikziMu aku berbuka.” (HR. Abu Daud)

Di riwayatkan oleh Abu Daud, dan menurut Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, merupakan dha’if.

Ada ada lafazh doa berbuka puasa yang sama namun ada sedikit perbedaan.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Artinya: “Ya Allah, kepadaMu aku berpuasa dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rizkiMu aku berbuka.” Dari Mulla ‘Ali Al Qori mengatakan, “tambahan ‘wa bika aamantu’ adalah tambahan yang tidak di ketahui sanadnya, walaupun makna doa tersebut shahih.” (Mirqotul Mafatih, 6/304-ed.). yang artinya kedua doa tersebut ialah doa yang dho’if.

Inilah Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Doa berbuka puasa yang di anjurkan, dan shahih menurut para ulama.  Doa berbuka puasa puasa yang shahih, berikut doa yang di riwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Doa pertama,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Artinya: “ telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang di tetapkan, jika Allah menghendaki) hadits Shahih, riwayat Abu Daud (2/306, no: 2357 dan Shahih al-jami’ 4/209, no: 467).

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Yang diawali pada hadits berbunyi, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan …’”

Doa kedua yang shahih,

Merupakan perkataan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, yakni

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Artinya: “Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu yang dengannya engkau mengapuni aku. (HR. Ibnu Majah 1/557 no: 1753, hasan oleh Al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar. Lihat Syarah al-Adzkar 4/342)

Amalan-amalan Sunnah sebelum berbuka puasa

Berikut amalan-amalan Sunnah yang bila di laksanakan akan mendapatkan pahala, namun bila tidak juga tidak berdosa dan tak apa-apa. Namun di sarankan untuk dilakukan.

  1. Memperbanyak berdoa

Memperbanyak berdoa sebelum berbuka ialah anjuran karena doa yang di ucapkan saat berbuka di ijabah oleh Allah

  • Menyegerakan berbuka

Menyegerakan berbuka ialah perintah. Tidak memperlambat ketika sudah memasuki waktu berbuka.

  • Berbuka dengan kurma dan air

Saat perut kosong karena berpuasa di anjurkan untuk makan kurma 3 buah dan air putih. Selain untuk memperbaiki pencernaan juga perut kita tidak “kaget”

  • Menyediakan makan untuk berbuka

Menyediakan hidangan makanan sebelum berbuka ialah sebagai bentuk untuk menyegerakan berbuka.

Cara-Cara Menjemput Rizki Yang Halal

Cara-Cara Menjemput Rizki Yang Halal

Cara-Cara Menjemput Rizki Yang Halal

Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatur rezeki makhluknya. Apa yang telah Allah tetapkan untuk kita maka tidak akan tertukar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) (QS. Hud : 6)

Rezeki Allah ialah luas. Rizki-Nya terbentang dari setiap penjuru daratan hingga ke bagian terdalam lautpun. Bahkan yang harus kita sadar bahwa apa yang ada di diri kita ialah menempelnya rizki dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kita mempunyai anggota tubuh yang lengkap seperti memiliki kedua mata yang masih dapat melihat. Dua tangan yang mampu bekerja dan beraktifitas, dua kaki yang masih mampu berjalan serta anggota tubuh yang befungsi baik.

5 Cara Menjemput Rezeki Yang Halal

Bahwasanya rezeki yang halal hanya datang bila kita menjemputnya dengan cara yang benar. Karena rezeki yang halal dapat menghadirkan ketenangan dalam hidup. Hidup kita akan lebih terarah dengan terbukanya pintu-pintu keberkahan yang terbuka lebar. Bahkan, melalui rezeki yang halal pula menjadi salah satu syarat diterimanya doa oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dan berikut 5 cara menjemput rezeki halal.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Artinya: “ Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendalah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikul beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS. Ath-Thalaaq : 7).

  • Menggunakan cara yang baik.

Bila ingin menjemput rezeki yang halal, hendaklah dengan menggunakan cara yang baik. Maka rezeki yang kita peroleh ialah halal. Islam juga melarang hambanya untuk mendapatkan rezeki dengan cara yang dzalim atau haram.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Artinya: “ Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akana memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba) maka bagimu pokok hartamau; kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.” (QS. Al – Baqarah :  279).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

۞ وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: “ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Dia dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An – Nisa : 36)

  • Bersungguh-sungguh serta sabar

Bersungguh-sungguh serta sabar merupakan salah satu kunci dala memetik keberhasilan sama halnya dengan menjemput rezeki bila kita bersungguh-sungguh dan sabar dalam meraih rezeki halal maka Allah akan mudahkan jalan baginya.

  • Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman :

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir dan mereka menghina orang-orang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu leih mulia dari pada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. “(QS. Al-Baqarah : 212)

Penyebab Rizki Yang Tertahan

Penyebab tertahannya rezeki ialah tidak lain karena perbuatan kita sendiri. Dengan enggan bertakwa pada Allah serta banyak melakukan maksiat ialah menjadi salah satu pemicu seratnya rezeki yang akan kita peroleh. Serta sama halnya dengan bakhil, pelit atau enggan bersedekah ialah juga menjadi terhalangnya rezeki yang akan turun.

Padahal Rasulullah telah mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, pada kedua orang tua, anak –anak yatim, fakir miskin, ibnu sabil serta tetangga yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah menjadi suri tauladan yang harusnya kita ikuti. Lalu bila kita bertemu atau melihat seseorang yang tidak bertakwa pula beriman dan senang bermaksiat tapi mengalir hartanya bahwasanya itu merupakan ilusi.

Bila ia tidak sadar akan perbuatannya maka sebenar-benarnya ia telah lalai, itulah Istidraj. Apa itu istidraj? adalah kesenangan dan nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat. Naudzubillah.. semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta’ala.

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh Dan Asal Mulanya

Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu puasa Sunnah yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kerjakan. Puasa Sunnah ini dilaksanakan pada pertengahan setiap bulan, yani pada tanggal 13, 14 dan 15 pada bulan hijriyah. Selain puasa Sunnah ayyamul bidh, Rasulullah juga mencontohkan puasa Sunnah lainnya yakni puasa senin dan kamis.

Ayyamul bidh terdiri dari dua kata yakni, ayyamul dari jamaknya al yaum yang artinya hari, dan bidh yang artinya putih. Bila digabungkan menjadi hari-hari putih. Maksud putih yakni puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 sedang terjadi bulan purnama penuh yang sinarnya berwarna putih.

Ayyamul bidh memiliki dua pendapat yang berbeda dalam asal usul dari puasa Sunnah ini. Diterangkan dalam kitab Umdatul Qari Syarh Shahihul Bukhari.

Yang pertama, dalam riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menjelaskan bahwa asal mla dinamakaan ayyamul bidh, terkait dengan cerita dari Nabi Adam ‘alaihissalam ketika diturunkan kebumi.

“ Sebab dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam as diturunkan ke muka bumi, matahari membakarnya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Kemudian Allah subhanahuwa ta’ala mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih’. Lantas Nabi Adam as pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melaksanakn puasa pada hari kedua, sepertiga anggota lainnya menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Yang kedua, menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena pada malam-malam tersbut sinar bulan bersinar terang dan selalu terlihat dari semenjak matahari terbenam sampai matahari terbit lagi. Sehingga baik siang maupun malam menjadi putih (terang).

“Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali dibumi. Karena malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang).” (Badruddin Al-Aini Al Hanafi, Umdatul Qari Syahru Shahihul Bukhari, Juz XVII, hal 80).

Niat Dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Niat puasa melaksanakan puasa ayyamul bidh:

 نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: “ Aku niat puasa pada hari-hari putih, Sunnah karena Allah ta’ala”

Tambahan catatan: Niat puasa tersebut boleh dilakukan setelah terbit fajar selama perut belum keisi makan dan minum, serta orang tersebut belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.boleh juga digabungkan dengan puasa Sunnah lainnya seperi senin kamis, ataupun puasa daud.

Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu anjuran lainnya yang Rasulullah lakukan. Puasa yang dilakukan setidaknya tiga hari disetiap bulannya.

  • Puasa ini dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan hijriyah. Diharamkan melakukan puasa ini di tanggal 13 dzulhijjah, karena termasuk pada hari tasyrik. Seperti yang dijelaskan oleh Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

artinya: “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”

  • Puasa ini boleh dilaksanakan bagi seseorang yang sedang bepergian mauapun tidak. Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun bepergian.”

  • Dan bagi wanita yang telah menikah, bila ingin berpuasa Sunnah hendaknya ia meminta izin kepada suaminya terdahulu.  Dari Abu Hurairoh :

“ Janganlah seorang wanita berpuasa Sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya.”

Keutamaan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Keutamaan menjalankan puasa Sunnah ayyamul bidh juga bisa didapat, tidak hanya keutamaan dari puasa senin kamis yang Rasulullah tidak pernah tinggalkan. Dan berikut keutamaan puasa Sunnah ayyamul bidh:

  • Seperti puasa sepanjang tahun

Salah satu keutamaan yang diapat dari puasa ayyamul bidh yakni seperti puasa sepanjang tahun. Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”

  • Menghidupkan anjuran Nabi

Bagi seroang muslim yang melaksanakan puasa ayyamul bidh, berarti ia telah menghidupkan Sunnah-sunnah yangRasulullah ajarkan.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00