Beranda » Agama Islam » Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

T Diposting oleh pada 25 June 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 844 kali

Bulan Syawal merupakan bulan yang istimewa, karena dibulan Syawal tanggal 1 merupakan hari raya umat islam seluruh dunia. Selain itu dibulan Syawal juga terdapat perintah untuk melaksanakan puasa sunah syawal selama 6 hari dibulan syawal yang dimana didalamnya memiliki keutamaan yang besar bagi muslim yang melakukannya.

Namun disamping 2 perihal diatas terdapat hal penting lainnya yakni dianjurkannya menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan syawal. Menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan Syawal merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya tradisi semata.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku dibulan syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (perawi) berkata, “ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dahulu suka menikahkan para wanita di bulan syawal.” (HR. Muslim)

Larangan Menikah Dan Membangun Rumah Tangga Dibulan Syawal

Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha di bulan Syawal bukan lain untuk menepis anggapan bahwa menikah di bulan Syawal adalah kesialan serta tidak membawa berkah. Ini merupakan keyakinan bangsa Arab jahiliyah kala itu. Sebenarnya ini merupakan kesalahan karena yang menentukan keutungan dan kerugian seseorang ialah atas izin dan kuasa Allah subhanahuwata’ala.

Bulan Syawal dianggap bulan sial karena dalam tradisi Arab Jahiliyah dahulu beranggapan bahwa di bulan Syawal unta betina yang mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha). Ini merupakan tanda unta betina tidak mau dan enggan untuk menikah, sebagai tandanya unta betina juga menolah unta jantan yang mendekat. Maka dari sini para wanita juga menolak untuk dinikahi dan para walipun enggan untuk menikahkan putri mereka.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawal termasuk diantara ‘ied Fitri dan ‘ied Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.” (Al – Bidayah wan Nihayah, 3/253).

Imam An – Nawawi rahimahullah juga menjelaskan,

 “Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami (ulama syafi’iyah) telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadits ini. Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat Jahiliyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan Syawal. Dan ini adalah batil, tidak aka dasarnya. Ini termasuk peninggalan Jahiliyah yang ber-tathayyur (menganggap sial) hal itu, dikarenakan penamaan Syawal dari kata al-isyalah dana r-raf’u (menghilangkan/mengangkat).” (yang bermakna ketidakberuntungan menurut mereka)” (Syarh Shahih Muslilm 9/209)

Larangan Untuk Beranggapan Dan “Merasa Sial” (Thiyarah)

Anggapan merasa sial atau Thiyarah adalah keyakinan yang kurang baik bahkan dapat menghatarkan kepada kesyirikan. Seperti contoh lainnya yang sudah awam dikalangan manusia sekarang yang mana merasa sial disaat keadaan-keadaan tertentu seperti kejatuhan cicak, suara burung dimalam hari dan lain sebagainya.

Keyakinan seperti merupakan bertentangan dengan ajaran islam, karena keuntungan dan kerugian seseorang hanya Allah yang dapat mengetahuinya. Dan pasti setiap kejadian buruk yang kita lewati pasti mengandung hikmah didalamnya. Insya Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan bahwa anggapan sial pada sesuatu itu termasuk kesyirikan. Beliau Rasulullah shallallahu ‘alahi wa salla, bersabda,  

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

Artinya: “ Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun diantara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakkal.” (HR. Ahmad, dishahihlan oleh Syaikh Al-Albani dalam silsilah Ash-Shahihah no. 429).

Beliau juga bersabda,

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ: الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

Artinya: “Tidak ada (sesuatu) yang menular (dengan sendirinya) dan tidak ada ‘Thiyarah’/sesuatu yang sial (yaitu secara dzatnya), dan aku kagum dengan al-fa’lu ash-shalih, yaitu kalimat (harapan) yang baik” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Belum ada Komentar untuk Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

Bolehkah Merayakan Hari Ulang Tahun_

Bolehkah Merayakan Hari Ulang Tahun?

T 14 October 2019 F , A Admin Web YNI-1

Perayaan ulang tahun sudah menjadi kebiasaan manusia masa kini. Memeriahkan hari kelahiran dengan merayakan, mengundang teman-teman, sanak saudara dan orang tersayang. Yang perlu kita ketahui, bahwasanya kebiasaan merayakan ulang tahun bukanlah bagian dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi... Selengkapnya

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Di Bulan Ramadhan

T 3 May 2019 F , A Admin Web YNI-1

Al-Qur’an merupakan kitab pedoman dan petunjuk yang Allah subhanahuwata ‘ala turunkan kebumi untuk orang-orang yang berfikir. Al-Qur’an hendaklah dibaca, dihafal dan diamalkan agar tidak menjadi sia-sia. Allah subhanahuwata ‘ala berfirman : إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ... Selengkapnya

wanita muslimah

19 Pintu Kebaikan Pembuka Jalan Bagi wanita

T 23 March 2018 F , A Admin Web YNI-1

Wanita bagi pandangan Rasulullah ialah kaum hawa, yang dimana Rasulullah angkat derajatnya pada saat jaman jahiliyah. Dijaman tersebut wanita tidaklah memiliki martabat atau harga diri. Mereka tidak dianggap layaknya manusia atau seorang wanita yang harus dilemah lembutkan, dihormati, atau dihargai... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00