Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Agama Islam » Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

T Diposting oleh pada 25 June 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 204 kali

Bulan Syawal merupakan bulan yang istimewa, karena dibulan Syawal tanggal 1 merupakan hari raya umat islam seluruh dunia. Selain itu dibulan Syawal juga terdapat perintah untuk melaksanakan puasa sunah syawal selama 6 hari dibulan syawal yang dimana didalamnya memiliki keutamaan yang besar bagi muslim yang melakukannya.

Namun disamping 2 perihal diatas terdapat hal penting lainnya yakni dianjurkannya menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan syawal. Menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan Syawal merupakan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya tradisi semata.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku dibulan syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (perawi) berkata, “ ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dahulu suka menikahkan para wanita di bulan syawal.” (HR. Muslim)

Larangan Menikah Dan Membangun Rumah Tangga Dibulan Syawal

Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha di bulan Syawal bukan lain untuk menepis anggapan bahwa menikah di bulan Syawal adalah kesialan serta tidak membawa berkah. Ini merupakan keyakinan bangsa Arab jahiliyah kala itu. Sebenarnya ini merupakan kesalahan karena yang menentukan keutungan dan kerugian seseorang ialah atas izin dan kuasa Allah subhanahuwata’ala.

Bulan Syawal dianggap bulan sial karena dalam tradisi Arab Jahiliyah dahulu beranggapan bahwa di bulan Syawal unta betina yang mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha). Ini merupakan tanda unta betina tidak mau dan enggan untuk menikah, sebagai tandanya unta betina juga menolah unta jantan yang mendekat. Maka dari sini para wanita juga menolak untuk dinikahi dan para walipun enggan untuk menikahkan putri mereka.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawal termasuk diantara ‘ied Fitri dan ‘ied Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.” (Al – Bidayah wan Nihayah, 3/253).

Imam An – Nawawi rahimahullah juga menjelaskan,

 “Di dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menikahkan, menikah, dan membangun rumah tangga pada bulan Syawal. Para ulama kami (ulama syafi’iyah) telah menegaskan anjuran tersebut dan berdalil dengan hadits ini. Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika menceritakan hal ini bermaksud membantah apa yang diyakini masyarakat Jahiliyah dahulu dan anggapan takhayul sebagian orang awam pada masa kini yang menyatakan kemakruhan menikah, menikahkan dan membangun rumah tangga dibulan Syawal. Dan ini adalah batil, tidak aka dasarnya. Ini termasuk peninggalan Jahiliyah yang ber-tathayyur (menganggap sial) hal itu, dikarenakan penamaan Syawal dari kata al-isyalah dana r-raf’u (menghilangkan/mengangkat).” (yang bermakna ketidakberuntungan menurut mereka)” (Syarh Shahih Muslilm 9/209)

Larangan Untuk Beranggapan Dan “Merasa Sial” (Thiyarah)

Anggapan merasa sial atau Thiyarah adalah keyakinan yang kurang baik bahkan dapat menghatarkan kepada kesyirikan. Seperti contoh lainnya yang sudah awam dikalangan manusia sekarang yang mana merasa sial disaat keadaan-keadaan tertentu seperti kejatuhan cicak, suara burung dimalam hari dan lain sebagainya.

Keyakinan seperti merupakan bertentangan dengan ajaran islam, karena keuntungan dan kerugian seseorang hanya Allah yang dapat mengetahuinya. Dan pasti setiap kejadian buruk yang kita lewati pasti mengandung hikmah didalamnya. Insya Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjelaskan bahwa anggapan sial pada sesuatu itu termasuk kesyirikan. Beliau Rasulullah shallallahu ‘alahi wa salla, bersabda,  

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلَّا، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

Artinya: “ Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun diantara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakkal.” (HR. Ahmad, dishahihlan oleh Syaikh Al-Albani dalam silsilah Ash-Shahihah no. 429).

Beliau juga bersabda,

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ: الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

Artinya: “Tidak ada (sesuatu) yang menular (dengan sendirinya) dan tidak ada ‘Thiyarah’/sesuatu yang sial (yaitu secara dzatnya), dan aku kagum dengan al-fa’lu ash-shalih, yaitu kalimat (harapan) yang baik” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Belum ada Komentar untuk Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bulan Syawal : Dianjurkan Menikah Bagi Akhwat Dan Ikhwan

menyambung tali silaturahim di bulan Ramadhan

Ramadhan Indah, Mengikat Ukhuwah Kepada Sesama Umat

T 18 May 2018 F , A WP-YNI

Ramadhan ialah bulan suci nan mulia, menjadi tamu agung untuk mereka yang mengharapkan ampunan Allah SWT dan merindukannya jannahNya. Bulan Ramadhan pula menjadi bulan pengikat ukhuwah kepada sesama umat. Mengikat tali silaturahim yang mana akan memperpanjang umur dan memperlancar rezeki... Selengkapnya

pengertian haji syarat haji dan rukun haji

Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

T 9 July 2018 F A WP-YNI

Haji merupakan ibadah kepada Allah SWT dalam rukun islam yang terakhir. Yang dimana diwajibkan bagi seluruh muslim untuk mengunjungi Baitullah di Mekkah ketika telah mampu. Dengan melakukan hal tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu pula.  Menunaikan ibadah haji diwajibkan atas setiap... Selengkapnya

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban(BAG.2)

Benarkah Tidak Boleh Puasa Setelah Dipertengahan Sya’ban? (BAG. 2)

T 5 April 2019 F , A WP-YNI

Berpuasa Satu Atau Dua Hari Sebelum Ramadhan Dari Abu Hurairah ra, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ Artinya: “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00