Beranda » Agama Islam » Bulan Muharram : Bulannya Menyayangi Anak Yatim

Bulan Muharram : Bulannya Menyayangi Anak Yatim

T Diposting oleh pada 4 September 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1582 kali
Bulan Muharram _ Bulannya menyayangi anak yatim

Bulan Muharram merupakan bulan yang mengawali tahun hijriyah di calendar islam. Dibulan ini, terdapat keistimewaan yang hanya dimiliki oleh selain bulan-bulan haram. Dinamakan haram karena dibulan ini Allah subhanahuwa ta’ala melarang para hambanya untuk berbuat kemaksiatan serta dilarangnya untuk berperang. Menurut Al-Qodhi Abu Ya’la, ada dua alasan mengapa dinamai bulan haram.

Yang pertama, bulan haram, diharamkannya berbagai perbuatan keji, pembunuhan dan lain sebagainya.

Yang kedua, dibulan haram, diharamkannya melakukan tindakan haram.

Perintah ini lebih ditekankan dari pada bulan lainnya karena kemuliaan dari bulan-bulan haram, dan sangat dianjurkan untuk melakukan perbuatan yang shalih serta amalan yang disukai Allah dan Rasul-Nya. Salah satunya ialah di bulan Muharram dengan sebutan lain yakni bulannya anak yatim. Kenapa dinamakan bulannya anak yatim? Karena ini merupakan sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak lama yang diamalkan oleh para ulama dan orang terdahulu.

Dan ini tidak memiliki perintah berdasarkan dalil atau ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Nabi. Namun boleh dilaksanakan karena ini merupakan salah satu amalan yang sangat disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahwasanya, menyantuni anak yatim tidak hanya di bulan Muharram melainkan dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Hukumnya Menghardik Anak Yatim Piatu

Menghardik anak yatim sama saja mengambil jalan menuju neraka-Nya. Kita dilaraang untuk melakukan hal yang sewenang-wenang atau kata lainnya yakni menghardik. Baik menghardik dalam bentuk verbal maupun non-verbal.  Menghardik dalam bentuk verbal ialah mengatakan hal-hal kasar, mengejek, menghina dan lain sebagainya.

Sedangkan menghardik dalam bentuk non-verbal ialah memukul, serta melakukan perbuatan buruk lainnya terhadap mereka. Seperti yang telah dijelaskan dalam surah Ad-Dhuha ayat 9 yang berbunyi :

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

Artinya: “ Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. ”

Berucap kasar, tidak perduli kepada mereka, mencaci maki dan mengabaikan keberadaan mereka dilingkungan kita sama artinya dengan berlaku sewenang-wenang. Dari  KH. Ahmad Dahlan menyatakan bahwa  “Percuma saja shalat tapi tidak dapat memuliakan anak yatim dan sebaliknya, menelantarkan anak yatim sama saja dengan mendustakan agama.”

Yang telah dijelaskan dalam QS. Al – Maun ayat 1-5 yang berbunyi :

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ. فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ . فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . لَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ . وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ . . .

Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya …”

Hikmah Menyantuni Anak Yatim Dan Piatu

Dari Shal bin Sa’ad radhiiyallahu ‘anhu dia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukaannya) disurga seperti ini”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari : 4998 dan 5659)

Hadits shahih diatas menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyayangi anak yatim, merupakan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi yatim sejak beliau kecil. Pula mengisyaratkan bahwa kedudukan orang yang menyayangi anak yatim akan sangat dekat dengannya seperti jari tengah dan telunjuk.

Dan begitupun sebaliknya, pabila ia menghardik anak yatim baik dengan lisan dan perbuatan maka Allah subhanahuwa ta’ala akan membalas orang yang memakan harta anak yatim dengan lalim :

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”

Belum ada Komentar untuk Bulan Muharram : Bulannya Menyayangi Anak Yatim

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bulan Muharram : Bulannya Menyayangi Anak Yatim

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah

T 6 January 2020 F , A Admin Web YNI-1

Musibah ialah cobaan dari Allah. Itu terjadi atas kehendak Allah namun itu merupakan apa yang tidak kita kehendaki. Itulah kekuatan Allah, Dia-lah yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Musibah dapat di turunkan berupa sakit, kehilangan barang, bencana alam, wabah penyakit,... Selengkapnya

lailatul qodr

Lailatul Qodr Ibadah Malam Seribu Bulan

T 2 July 2016 F A Yayasan Nurul Ihsan

Lailatul Qodr atau para ulama sering menyebutnya Malam Seribu Bulan. Artinya Ibadah kita pada malam lailatul qord bernilai seribu bulan kita beribadah, yang jika kita hitung kurang lebih 83 tahun. Sungguh luar biasa amalan di malam Lailatul Qodr. Semoga kita... Selengkapnya

Adab Makan dan Minum

Makan Berlebihan Dapat Merusak Tubuh?

T 14 December 2018 F A Admin Web YNI-1

Makan merupakan suatu kegiatan rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan. Makan merupakan kebutuhan manusia sebagai pembantu metabolism tubuh. Namun dijaman yang semakin modern dan canggih ini, makanan dan minuman siap saji dapat ditemukan dimana saja dan yang pasti kandungan makanan yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR
Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00