Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Beranda » Agama Islam » Bolehkah Menggabungkan Niat Qurban Dengan Aqiqah?

Bolehkah Menggabungkan Niat Qurban Dengan Aqiqah?

T Diposting oleh pada 18 July 2019
F Kategori ,
b Belum ada komentar
@ Dilihat 193 kali

Mengenai penggabungan niat qurban dengan aqiqah, para ulama berselisih dalam pendapat ini. Ada yang memperbolehkan dan juga menganggap tidak dapat digabungkan. Dan berikut ini para pendapat para ulama mengenai hal tersebut.

Pendapat pertama, berqurban tidak bisa digabungkan dengan aqiqah. Ini merupakan pendapat dari Malikiyah, Syafi’iyah dan salah satu pendapat Imam Ahmad rahimahullah.

Alasan dari pendapat pertama ini yakni antara lain bahwa qurban dan aqiqah merupakan dua ibadah yang berbeda, yang memiliki sebab dan maksud tersendiri. Aqiqah dilaksanakan sebagai tanda syukur kepada Allah karena telah diberikan seorang anak yang telah lahir sebagai amanah bagi yang mendapatkannya sedangkan qurban sebagi tanda menysyukuri hidup dan dilaksanakan pada hari idul adha. (Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/1526, Multaqo Ahlul Hadits.)

Al Haitami mengatakan:

“Pendapat ulama Syafi’iyah, bahwa jika seseorang meniatkan satu kambing untuk qurban sekaligus aqiqah maka tidak bisa mendapatkan salah satunya. Inilah yang lebih kuat, karena masing-masing tersebut merupakan ibadah tersendiri. (Tuhfatul Muhtaj Syarh Al Minhaj, 41/172)

Dari Ibnu Hajar Al Haitami Al Makkiy dalam Fatawa Kubro, menjelaskan:

“Sebagaimana pendapat ulama madzhab kami sejak beberapa tahun silam, tidak boleh menggabungkan niat aqiqah dengan qurban. Karena yang dimaksudkan dalam qurban dan aqiqah adalah dzatnya (sehingga tidak dapat digabungkan dengan lainnya, pen). Begitu juga keduanya memiliki sebab dan maksud masing-masing. Qurban sebagai tebusan untuk diri sendiri sedangkan aqiqah sebagai tebusan untuk anak yang diharapkan dapat tumbuh  menjadi anak yang shaleh dan berbakti juga aqiqh dilaksanakan untuk mendoakannya. (Al fawata Al Fiqhiyah Al Kubro, 9/420).

Pendapat yang kedua, Qurban dan aqiqah boleh digabungkan. Boleh melaksanakan qurban sekaligus dengan niat aqiqah. Ini merupakan pendpat dari Imam Ahmad, Ulama Hanafiyah, Hasan Al Bashri, Muhammad bin Sirin dan Qotadah.

Dari Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa, “Jika seorang anak ingin disyukuri dengan qurban, maka qurban tersbeut bisa jadi satu dengan aqiqah.”  Lalu Hisyam dan Ibnu Sirin mengatakan, “Tetap dianggap sah jika qurban di gabungkan dengan aqiqah.” (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, 5/116).

Dari Al Bahuti, seorang ulama Hambali, mengatakan, “jika waktu aqiqah dan penyembelihan qurban bertepatan dengan hari Idul Adha, maka boleh melakukan aqiqah sekaligus dengan niat qurban atau melakukan qurban sekaligus dengan niat aqiqah. Sebagaimana jika hari ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, jika melakukan mandi jum’at sekaligus dengan niat mandi ‘Id atau sebaliknya.” (Syarh Muntahal Irodaat, 4/146).

Pendapat ini yang juga dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa, “Jika berqurban dan aqiqah digabungkan, maka cukup dengan satu sembelihan atau satu rumah. Jadi, niatkan qurban untuk dirinya lalu qurban itu juga diniatkan untuk aqiqah.

Sebagian ulama berpendapat demikian, ada yang memberikan syarat bahwa aqiqah dan qurban tersebut atas nama si anak. Dan pendapat lain tidak diisyaratkan seperti itu. Jika seorang bapak berniat qurban, maka dia juga langsung diperbolehkan aqiqah untuk anaknya.” (Fatawa wa Rasa-il Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 6/136, Asy Syamilah). Dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim memperbolehkan jika qurban tersebut diniatkan sekaligus dengan aqiqah.

Hukum Menggabungkan Qurban Dengan Aqiqah

Dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya mengenai hukum menggabungkan niat qurban dengan aqiqah, apabila Hari Idul Adha bertepatan dengan hari ketujuh dari kelahiran anak. Syaik Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjawab, “Sebagian ulama berpendapat, jika hari Idul Adha bertepatan dengan hari ketujuh kelahiran anak, kemudian dilaksanakan Qurban, maka tidak perlu lagi melaksanakan aqiqah (artinya qurban sudah jadi satu dengan aqiqah). Sebagaimana juga jika seseorang masuk masjid  dan langsung melaksanakan shalat fardhu, maka tidak perlu lagi ia melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Karena dua ibadah tersebut adalah ibadah yang sama dan keduanya bertemu dalam waktu yang sama.

Namun, apabila memiliki kecukupan dalam rizki, maka hendaknya ia berqurban terlebih dahulu jika Idul Adha bertepatan dengan aqiqah dengan satu kambing lalu ditambah beraqiqah dengan satu kambing jika anaknya perempuan atau dengan dua kambing jika anaknya laki-laki. (
Majmu’ Fatawa wa Rosail Al ‘Utsaimin, 25/287-288, Darul Wathon-Dar Ats Tsaroya, cetakan terakhir, tahun 1413 H)

Kesimpulan Dari Pemecahan Masalah

Dari dua pendapat diatas, dicondongkan pada pendapat yang pertama, yang bahwasanya penggabungan niat anatara aqiqah dan qurban tidak diperbolehkan, walaupun ibadah tersebut sejenis namun maksud dari zatnya berbeda maka dari itu tidak bisa digabungkan dengan satu dan lainnya. Karena pada pendapat pertamalah yang lebih hati-hati dan lebih selamat dari perselisihan yang ada.

Jika aqiqah bertepatan dengan qurban pada Hari Idul Adha, maka sebaiknya dipisah antara aqiqah dan qurban.

Bila kita mampu saat itu maka boleh dilaksanakan keduanya.

Tapi bila tidak mampu melaksanakan qurban dan qiqah secara bersamaan , maka diutamakan ibadah qurbannya karena bertepatan dengan hari Idul Adha dan waktunya pun sempit. Dan bila ada kelapangan rezeki barulah bisa menunaikan aqiqah.

wallahu ‘alam bisshawab

Belum ada Komentar untuk Bolehkah Menggabungkan Niat Qurban Dengan Aqiqah?

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Bolehkah Menggabungkan Niat Qurban Dengan Aqiqah?

pengertian haji syarat haji dan rukun haji

Pengertian Haji, Syarat Dan Rukun Haji

T 9 July 2018 F A WP-YNI

Haji merupakan ibadah kepada Allah SWT dalam rukun islam yang terakhir. Yang dimana diwajibkan bagi seluruh muslim untuk mengunjungi Baitullah di Mekkah ketika telah mampu. Dengan melakukan hal tertentu dan dengan syarat-syarat tertentu pula.  Menunaikan ibadah haji diwajibkan atas setiap... Selengkapnya

Shalat Tarawih

Keutamaan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

T 28 May 2018 F A WP-YNI

Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang hanya ada dibulan suci Ramadhan. Shalat sunnah ini dilaksanakan ba’da Shalat Isya yang terdiri dari 23 Rakaat. Shalat tarawih merupakan shalat sunah dengan segudang pahala. Shalat tarawih ini memiliki pahala yang sangat luar biasa... Selengkapnya

anjuran puasa 3 hari setiap bulan

Anjuran Puasa 3 Hari Di Setiap Bulan

T 25 January 2019 F , A WP-YNI

Umat muslim disunnahkan untuk berpuasa minimal 3 hari pada setiap bulan. Dan puasa yang dilaksanakan di setiap bulannya yakni pada tanggal ke-13, 14, 15 dibulan hijriyah (Qomariyah). Puasa tersebut disebut juga dengan puasa ayyamul bidh (hari putih). Dikarenakan pada malam-malam... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi sekretariat kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kegiatan sosial kami.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Apriliani

Online

Sekretaris

Rohmat Sidik

Online

Apriliani

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00

Rohmat Sidik

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00