Admin Web YNI

yayasan anak yatim di jakarta timur

Kedudukan Dalam Islam Berbakti Kepada kedua Orang Tua

Kita pasti sudah tidak asing dengan kata “berbakti kepada kedua orang tua” yang sering kita jumpai di pengajian-pengajian dan buku-buku keislaman. Kali ini, kami ingin mengingatkan kembali tentang tema berbakti kepada kedua orang tua serta kisah para ulama dalam menaati kedua orang tua.

Islam menjadikan berbakti kepada kedua orang tua sebagai sebuah kewajiban yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia,

“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

doa-untuk-orang-tua

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)

Kisah Anak Yang Berbakti  Kepada Orang Tua

Berikut ini terdapat kutipan kisah penuh hikmah tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Salim bin Ayyub bercerita, “Aku pernah mengadakan perjalanan ke kota Ray, ketika itu usiaku dua puluh tahun. Di sana aku menghadiri suatu majelis dengan seorang syaikhyang sedang mengajar. Syaikh itu berkata kepadaku, ‘Maju dan bacalah.’ Aku berusaha membacanya tetapi aku tidak bisa. Lidahku kelu.

Ia bertanya, ‘Apakah kamu punya ibu?’

Aku menjawab, ‘Ya.’

Syaikh berkata, ‘Kalau begitu, mintalah ia supaya mendoakanmu agar Allah menganugerahkanmu Al-Qur`anul-Karim dan ilmu.’

Lantas aku pulang menemui ibuku dan memintanya berdoa. Maka ia berdoa untukku. Setelah tumbuh dewasa, suatu ketika aku pergi ke Bagdad. Di sana aku belajar bahasa Arab dan fikih, kemudian aku kembali ke kota Ray.

Ketika aku sedang berada di Masjid Al-Jami’ mempelajari kitab Mukhtashar Al-Muzani, tiba-tiba Asy-syaikh datang dan mengucapkan salam kepada kami sedangkan ia tidak mengenaliku. Ia mendengarkan perkataan kami, tetapi tidak tahu apa yang kami ucapkan, kemudian ia bertanya, ‘Kapan ia belajar seperti ini?’ Maka aku ingin mengatakan seperti yang ia ucapkan dahulu, ‘Jika engkau punya ibu, katakan kepadanya agar ia berdoa untukmu.’ Akan tetapi aku malu kepadanya.”

Lihatlah Saudariku, betapa mustajabnya doa seorang ibu. Lalu mengapa terkadang kita khawatir doa kita tidak terkabul? Mengapa terkadang kita merasa kesulitan memahami suatu ilmu padahal ada seorang ibu di samping kita?

Bakti Seorang Anak ketika Orang Tua telah Tiada

Terkadang sebagian kita beranggapan bahwa kewajiban berbakti kepada kedua orang tua telah usai ketika orang tua telah wafat. Jika memang demikian, alangkah bakhilnya diri kita. Alangkah singkatnya bakti kita kepada kedua orang tua yang telah mengasuh kita dengan penuh kasih sayang, yang telah mengorbankan siang dan malamnya untuk kebahagiaan sang anak.

Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat?” Beliau bersabda, “Ya, engkau mendoakan keduanya, memohonkan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji keduanya, memuliakan teman keduanya, dan silaturahmi yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya.” (HR. Al-Hakim)

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Lantas ia bertanya, ‘Wahai Rabb, mengapa aku mendapatkan ini?’ Allah menjawab, ‘Karena permohonan ampunan anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka amalnya terputus, kecuali tiga perkara: … ,anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Semoga penjelasan singkat di atas mengenai berbakti kepada kedua orang tua kita bisa menjadi ilmu buat kita semua, Aamin..

yayasan anak yatim di jakarta timur

Pengertian Akhlak Menurut Bahasa dan Istilah

Akhlak adalah kata jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau karakter. Tiga ahli di bidang akhlak, yaitu Ibnu Miskawaih, Al Ghazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa moralitas adalah temperamen yang melekat dari seseorang yang dapat membawa perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran pertama.

Kata akhlak didefinisikan sebagai perilaku, tetapi perilaku harus diulang hanya sekali tidak cukup untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya kadang-kadang. Seseorang dapat dikatakan merosot jika timbul dengan sendirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan terutama pikir pertimbangan sering diulang, sehingga terkesan sebagai suatu keharusan untuk melakukan. Jika hal itu dilakukan oleh dipaksa tidak refleksi dari akhlak.

Dalam keseluruhan ajaran Islam, Akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Ajaran akhlak dalam Islam sesuai dengan fitrah manusia. Manusia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, bukan semu bila mengikuti nilai- nilai kebaikan yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan sunnah, dua sumber akhlak dalam Islam. Akhlak Islam benar- benar memelihara eksistensi manusia sebagai makhluk terhormat, sesuai dengan fitrahnya itu.

akhlaq

Kedudukan dan Fungsi Akhlak Dalam Kehidupan Manusia 

Untuk mengetahui kedudukan akhlak dalam Islam, maka perlu diuraikan bahwa ada tiga macam sendi Islam, yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya sehingga kualitas seorang muslim selalu dapat diukur dengan pelaksanaannya terhadap ketiga macam sendi tersebut, yang mencakup:

  • Masalah Aqidah; yang meliputi keenam macam rukun Iman, dengan kewajiban beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, hari akhiratNya dan Qadar baik dan buruk yang telah ditentukanNya.
  • Masalah syari’ah yang meliputi pengabdian hamba terhadap TuhanNya,yang dapat dilihat pada rukun Islam yang lima. Dan mua’amalah juga termasuk masalah syari’ah.
  • Masalah Ihsan; yang meliputi hubungan baik terhadap seluruh Allah SWT terhadap sesama manusia serta terhadap seluruh makhluk di dunia ini.

Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai misi pokok risalah Islam.

  • Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam.
  • Akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat.
  • Rasulullah SAW menjadikan baik burukny akhlaq seseorang sebagai ukuran kualitas imannya.
  • Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah kepada Allah SWT.
  • Nabi Muhammad SAW selalu berdo’a agar Allah SWT membaikkan Akhlaq beliau.
  • Di dalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan akhlaq.

Fungsi akhlak dalam Islam diantaranya adalah:

  • Membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah Swt. seperti yang telah ditegaskan oleh Allah bahwa manusia diciptakan di dunia hanyalah untuk menyembah kepada-Nya dan menjalankan peraturan-peraturan-Nya.
  • Membentuk manusia yang suka tolong menolong. Manusia dalam hidupnya tidak sendirian, akan tetapi hidup bersama-sama(bermasyarakat), dalam kehidupan itu manusia supaya suka tolong menolongkepada sesamanya.
  • Membentuk manusia yang jujur, adil dan berani. Akhlak Islam menganjurkan kepada setiap manusia yang merasa dirinya Islamuntuk berbuat kejujuran dan memiliki keberanian serta melaksanakan keadilan dalam anti di segala bidang. Jadi dalam melaksanakan tiga sikap tersebut,tidak boleh dipandang bulu dengan semboyan berani karena benar.
  • Membentuk manusia yang saling hormat-menghormati

Akhlak Islam menganjurkan kepada setiap manusia dalam pergaulan sehari-hari saling hormat-menghormati.            Sehingga tidak akan terjadi olok-olokan dan mencela antara satu dengan yang lain.

  • Membentuk manusia yang tabah dan percaya pada diri sendiri

Manusia dalam hidupnya pasti mempunyai tujuan dan cita-cita untukmencapainyabanyak rintangan dan                     halangan yang menjadi ujian bagi dirinya. Untuk itu akhlak Islam  mengajarkan kepada manusia supaya dalam           menempuh jalan hidupnya memiliki bekal ketaqwaan, kesabaran dan kepercayaan pada diri sendiri dan                       menjauhkan diri pada rasa putus asa.

  • Membentuk manusia yang sopan santun

Pendidikan Akhlak memberikan didikan kepada manusia untuk  Selalu membiasakan menjalankan                                perbuatan-perbuatan yang balk, bertingkah laku yang sopan, berkata yang baik, dan lemah lembut terhadap                siapa saja.

Demikian informasi singkat seputar akhlaq dalam islam, semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

yayasan anak yatim di jakarta timur

Apakah Benar Penyakit Stroke Bisa Disembuhkan ?

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan).

stroke

Stroke iskemik yang biasanya disebabkan oleh diabetes menjadi mayoritas pada penderita stroke dan bisa mencapai 85 persen, sedangkan stroke pendarahan hanya 15 persen, tetapi stroke pendarahan dapat menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya. Yang perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attacks (TIA)).

Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah. Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko.

Tingkat kesembuhan penyakit stroke lebih dipengaruhi sikap dan cara berpikir ketimbang faktor fisik. Namun secara logika, penderita usia muda lebih cepat sembuh dan berpotensi sembuh lebih baik dibanding penderita usia tua. Selain itu, tingkat keparahan serangan juga merupakan faktor yang menentukan untuk penyembuh-an stroke. Masalah bisa bekerja kembali, bergantung pada kondisi pasien. Jika terjadi penyembuhan total, tentu pasien bisa bekerja kembali.

Tetapi tidak perlu terlalu khawatir karena kemajuan bidang kedokteran sekarang ini luar biasa pesat. Termasuk dalam hal pencegahan dan pengobatan stroke. Dengan demikian dapat diharapkan di tahun-tahun mendatang lebih banyak pasien stroke yang bisa disembuhkan total dan dapat beraktivitas kembali sepenuhnya.

Namun harap diingat, andaikata bisa sembuh pun, pasien harus tetap waspada akan serangan stroke kedua yang kemungkinan besar lebih parah.

Beberapa Tips Untuk Penyembuhan Penyakit Stroke

Pemulihan stroke, selain dengan obat medis untuk mengontrol faktor risiko stroke, juga dibutuhkan fisioterapi untuk melatih otot yang mengalami kelemahan. Fisioterapi dimulai setelah kondisi kesehatan penderita stabil dan berlangsung selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun.

Beberapa Tips yang mendukung penyembuhan penderita stroke :

  • jenis stroke dan seberapa luas lesi yang terlibat
  • penaganan awal stroke oleh dokter
  • kontrol faktor risiko stroke, seperti obesitas, merokok, gangguan profil lipid, kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan sebagainya
  • fisioterapi
  • dukungan keluarga

Mengetahui Cara Pencegahan Penyakit Stroke Dalam Kesehatan Manusia

Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika Anda makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan tidak minum alkohol.

Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.

Demikian informasi berkaitan dengan penyakit stroke, semoga bermanfaat untuk sahabat semua.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00