Archive: April 23, 2020

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Bulan Puasa Datang, Ini Dia Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Sidang isbat, menyatakan bahwa puasa Ramadhan jatuh pada hari jum’at, 24 April 2020. Yang berarti kamis malam kita akan melaksanakan sahur pertama pada puasa Ramadhan 1441 H.

Persiapan untuk menyambut Ramadhan, ada banyak amalannya. Terutama amalan berdoa saat berbuka puasa. Doa berbuka puasa yang banyak kita temui ialah yang berbunyi,

اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Artinya : “Ya Allah, untukMu aku berpuasa dan dengan rizkiMu aku berbuka.”

Doa diatas merupakan doa yang biasa kita baca sebelum berbuka, doa tersebut merupakan bagian dari hadits lengkap berikut ini:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Artinya: “

Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftartu” ya Allah, untukMu aku berpuasa dan dengan rikziMu aku berbuka.” (HR. Abu Daud)

Di riwayatkan oleh Abu Daud, dan menurut Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Abi Daud, merupakan dha’if.

Ada ada lafazh doa berbuka puasa yang sama namun ada sedikit perbedaan.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Artinya: “Ya Allah, kepadaMu aku berpuasa dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rizkiMu aku berbuka.” Dari Mulla ‘Ali Al Qori mengatakan, “tambahan ‘wa bika aamantu’ adalah tambahan yang tidak di ketahui sanadnya, walaupun makna doa tersebut shahih.” (Mirqotul Mafatih, 6/304-ed.). yang artinya kedua doa tersebut ialah doa yang dho’if.

Inilah Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Doa berbuka puasa yang di anjurkan, dan shahih menurut para ulama.  Doa berbuka puasa puasa yang shahih, berikut doa yang di riwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Doa pertama,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Artinya: “ telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang di tetapkan, jika Allah menghendaki) hadits Shahih, riwayat Abu Daud (2/306, no: 2357 dan Shahih al-jami’ 4/209, no: 467).

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Yang diawali pada hadits berbunyi, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan …’”

Doa kedua yang shahih,

Merupakan perkataan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, yakni

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Artinya: “Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu yang dengannya engkau mengapuni aku. (HR. Ibnu Majah 1/557 no: 1753, hasan oleh Al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar. Lihat Syarah al-Adzkar 4/342)

Amalan-amalan Sunnah sebelum berbuka puasa

Berikut amalan-amalan Sunnah yang bila di laksanakan akan mendapatkan pahala, namun bila tidak juga tidak berdosa dan tak apa-apa. Namun di sarankan untuk dilakukan.

  1. Memperbanyak berdoa

Memperbanyak berdoa sebelum berbuka ialah anjuran karena doa yang di ucapkan saat berbuka di ijabah oleh Allah

  • Menyegerakan berbuka

Menyegerakan berbuka ialah perintah. Tidak memperlambat ketika sudah memasuki waktu berbuka.

  • Berbuka dengan kurma dan air

Saat perut kosong karena berpuasa di anjurkan untuk makan kurma 3 buah dan air putih. Selain untuk memperbaiki pencernaan juga perut kita tidak “kaget”

  • Menyediakan makan untuk berbuka

Menyediakan hidangan makanan sebelum berbuka ialah sebagai bentuk untuk menyegerakan berbuka.

Tanda-tanda kematian menurut qur'an dan hadits

Tanda-Tanda Kematian Menurut Qur’an Dan Hadits

Tanda-tanda kematian menurut qur'an dan hadits

Kematian datang tidak tau kapan waktu dan tempatnya. Apakah di saat kita sedang berbuat kebaikan atau kebathilan? bahkan ada perihal mengatakan bahwa tanda-tanda orang yang akan mati bisa terlihat setelah 100 hari, 40 hari, 7 hari dan 3 hari. Apakah benar demikian?

Berikut kita nilai perihal tersebut, Allah Subhanahu wa ta’ala bersabda:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “ Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan di usahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman : 34)

Apapun rencana yang akan kita lakukan besok jangan lupa bahwa kita adalah seorang hamba, rencana kita buat dengan sebaik dan seyakin mungkin namun Allah berkehendak lain. Ada si Z berencana akan meninggal di usia sekian dan meninggal di kampung halaman. Seperti yang kita ketahui bahwa umur manusia tidak ada yang tahu serta mati di mana pun juga tidak tahu.

Seperti yang di sebutkan oleh Allah Subhanahuwa ta’ala, bahwa “ Tiada seorang-pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.”.

Benarkah Malaikat Maut Datang 70 Kali Sehari?

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bahwa malaikat maut memperlihatkan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang menatap wajah seseorang, di dapati orang itu ada yang gelak tawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku di utus oleh Allah Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak tawa.

Benarkah hadits sedemikian di atas? Bahwa Malaikat Maut datang kepada kita setiap 70 kali sehari? Bila di hitung 1 hari ada 24 jam berjumlah 1440 menit lalu di bagikan 70 kali maka hasilnya ialah setiap hari Malaikat Maut datang setiap 21 menit sekali. Lalu benarkah demikian. Bukannya kita malah berfikir di setiap 21 menit kita mencoba melakukan kebaikan tapi setelah 21 menit dan sebelum datang 21 menit dapat berbuat sesuka hati? Naudzubillah.

Hadits di atas serupa dengan hadits di bawah ini namun di ketahui ini salah satu hadits palsu.

“Sesungguhnya Malaikat Maut benar-benar melihat kepada wajah-wajah para hamba setiap hari 70 kali. Apabila seorang hamba tertawa, maka ia akan mengutus dan berkata, ‘Betapa mengherankannya, aku di utus kepadanya untuk mencabut nyawanya, sedangkan ia malah tertawa’.” (Riwayat di dalam kumpulan hadits-hadits palsu di kitab Tanzih asy-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akbar asy-Syani’ah al-maudhu’ah (2:375) yang di susun oleh Ali bin Muhammad al-Kinani)

Menyebarkan hadist yang lemah ialah tidak di benarkan, namun menyebarkan bahwa ketidak jelasan hadits tersebut tidak apa-apa. Dan tidak mengapa mengingat kematian, karena itu merupakan tindakan tepuji dan Allah sukai. Agar kita dapat memotovasi diri kita sendiri untuk terus berbuat baik kepada semua manusia, memperbaiki akhlak, menyempurnakan shalat dan menyebar kebaikan sebagai manusia yang bermanfaat semasa hidup.

Mengingat kematian juga termasuk kedalam keutamaan dari hadits yang mneyebutkan bahwa orang yang paling cerdas ialah orang yang selalu mengingat kematian. Sebagaimana di nukil dalam hadist di bawah ini, yang artinya:

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, berkata: “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian dia mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya, ‘ Wahai Rasululah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab. ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang peling cerdas’.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al –Albani dalam shahih Ibnu Majah 2/419 berkata ini adalah hadits hasan)

Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

Cara Menyikapi Wabah Pandemic Virus Corona

Fenomena wabah penyakit virus corona atau sebutan lain novel corona virus 2019 (2019-nCOV) yang melanda hampir ke seluruh negeri ini merupakan golongan virus yang sama dengan virus SARS atau MERS. Merupakan virus yang sama-sama menyerang organ pernafasan. Sedangkan virus corona ini muncul di penghujung tahun 2019 dan penyebaran pertama dari kota Wuhan, China.

Virus ini baru di ketahui berasal dari hewan seperti kelelawar dan unta, bisa menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia lain. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan penderita seperti droplet ketika bersin atau batuk. Karena gejala awal yang di tandai ialah dengan batuk, flu, demam tinggi, lalu sesak nafas. Bila tidak di tangani secara serius dalam kurun waktu 14 hari sebagai masa inkubasi, berakibat pada kerusakan organ bahkan menjalar kegagalan organ tubuh lainnya.

Bahkan hingga kini pertanggal 2 April 2020/ 8 Sya’ban 1441 H, korban akibat keganasan virus corona ini mencapai 80.000 lebih dengan korban meninggal kurang lebih 2600 nyawa. Virus ini belum memiliki vaksin atau penangkal hingga dapat di pastikan korban yang terjangkit akan memakan waktu lama untuk proses penyembuhan atau memakan nyawa seseorang.

Pendapat Para Tokoh di Organisai Keagamaan Tentang Virus Corona

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak umat islam untuk patuh dan tida menyepelekan ilmu yang diungkapkan oleh para ilmuwan dan para ahli terkait pandemic virus corona. Perbuatan berdasarkan ilmu adalah mencerminkan keimanan dan kepatuhan kepada Allah SWT.” Kata Abbas dalam keterangan tertulis yang di terima di Jakarta.

Dan dari Ketua Lembaga Bahtsul Matsail PBNU, M Nadjib Hassan mengatakan umat Islam terutama laki-laki wajib melaksanakan shalat Jum’at (hifzh al-din), tapi di sisi lain umat islam pun harus bisa menjaga diri (hifzh al-nafs) dari potensi penularan virus corona. “Misalnya dengan menghindar dari kegiatan yang melibatkan orang banya seperti shalat Jum’at dan shalat jenazah,” kata nadjib dalam keterangan tertulisnya.

Lembaga Bahtsul Matsail PBNU memandang orang yang sudah dinyatakan positif sakit corona, maka ia boleh meninggalkan shalat Jum’at juga pula di larang menghadiri shalat Jum’at. Karena berdasarkan hadits yang terkait dengan ini, yang artinya “Tidak boleh melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.”

Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona

Ketika seseorang terjangkit virus corona, orang tersebut akan mengalami gejala seperti deman, batuk, flu atau pilek. Namun setelah beberapa hari mengalami gejala tersebut pada seseorang yang terjangkit tersebut akan mengalami sesak nafas yang di akibatkan dari pneumonia  atau infeksi paru-paru. Karena hingga saat ini belum di temukan obat atau vaksin untuk menyembuhkan virus corona maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menerapkan social distancing.

Ada beberapa langkah yang bisa di lakukan untuk mencegah infeksi dari virus corona, seperti:

  1. Mencuci tangan dengan sabun

Mencuci tangan dengan sabun setidaknya selama 20 detik untuk membunuh kuman secara menyeluruh, dan di bilas di bawah air mengalir. Pastikan kegiatan mencuci tangan di lakukan dengan benar. Lalu keringkan dengan handuk kering.

Atau bisa menggunakan hand sanitizer yang dimana merupakan cairan pengganti sabun cuci tangan yang dapat di gunakan tanpa di bilas. Baik dalam bentuk cairan atau gel.

  • Meningkatkan imunitas tubuh

Cara lain yang dapat di lakukan ialah dengan menjada imunitas tubuh. Virus corona akan terlihat pada orang yang imunnya rendah atau gampang sakit. Cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah dengan rajib berolahraga, makan makanan yang banyak mengandung vitamin dan protein atau meminum suplemen makanan.

Lalu, atur pola tidur yang baik agar tubuh tidak mudah kelelahan atau kelebihan tidur, tidak merokok, dan tidak meminum alcohol.

  • Memakai masker

Penggunaan masker dapat menurunkan resiko penyebaran virus, walaupun tidak efektif. Setidaknya dapat mencegah penularan virus.

Gunakanlah masker bagi yang tengah sakit dengan catatan jangan menyentuh masker bagian depan, karena di bagian depan masker terdapat kuman yang menempel. Atau setelah melepaskan masker usahan untuk mencuci tangan dengan bersih. Dan bagi yang sehat usahakan agar lebih menjaga kebersihan dan kesehatan.

  • Tidak mendatangi tempat terjadi nya penyebaran penyakit.

Agar tidak tertular virus, usahakanlah anda agar tidak melewati atau mendatangi tempat yang sudah ada kasus dari terjangkitnya virus corona. Dan lakukanlah physical distancing atau menajga jarak ketika tengah berinteraksi dengan orang lain.

Dan jangan lupa untuk terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah. Yakin kepada-Nya bahwa ini akan segera berakhir dan terus pancarkan pikiran yang positif. Karena dimana kekuatan hebat dari positif thinking akan menyalurkan ke seluruh badan dan ikukt berdampak baik dan pun sebaliknya bila kita berfikir negatif maka tubuh akan merespon sesuai dengan otak yang salurkan. Jazakallah Khair.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00