Archive: March 26, 2019

INILAH DOA YANG TAK TERTOLAK

Inilah Doa-Doa Yang Tidak Tertolak

Doa merupakan jalur penghubung seorang hamba kepada Tuhannya. Manusia lemah yang selalu butuh pertolongan Allah subhanahuwata’ala sang maha kuasa atas segala-galanya. Doa adalah suatu aktifitas yang tidak hanya bernilai ibadah tetapi doa tersebut juga sebagai salah satu koridor yang harus kita lewati menuju pintu pengharapan. Agama islam mengajarkan kita agar senantiasa berdoa didalam berbagai aktifitas.

Allah subhanahuwata’ala mengetahui segala isi keinginan, keluh dan kesah kita sebagai manusia, tanpa kita memberitahu. Namun, Allah ingin kita meminta kepadanya, memohon akan setiap doa-doanya terkabulkan. Karena, melalui doa seorang hamba yang ikhlas dan beriman maka pertolongan Allah subhanahuwata’ala turun kebumi.

Mengingat Allah tidak hanya ketika kita membutuhkannya saja, tapi ingatlah Dia ketika lapang, senang, sehat dan bahagia. Menyertakan Allah dalam setiap keadaan merupakan kenikmatan yang tidak ada bandingannya. Karena, Allah subhanahuwata’ala senang kepada hambanya yang selalu melibatkan-Nya dalam segala hal. Bandingkan saja ketika kita meminta kepada manusia? Pasti mereka tidak senang seperti merasa direpotkan dan lain sebagainya.

Sebagaimana perkataan seorang penyair :

الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

Artinya: “Allah murka kepada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah.”

 INILAH DOA YANG TAK TERTOLAK

Macam-Macam Doa Yang Tidak Tertolak

Doa-doa para alim ulama merupakan pengantar doa yang cepat terkabul, keimanan mereka tidak dapat kita ukur baik dalam hal apapun. Karena mereka penerus perjuangan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam untuk memperbaiki akhlak serta untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah subhanahuwata’ala.

Doa anak-anak yatim serta orang-orang yang terzalimi juga tidak boleh kita remehkan, karena doa mereka langsung menembus langit. Selain itu, ada beberapa macam doa tak tertolak, yakni:

  1. Doa Ketika Sahur Atau Disepertiga Malam

Allah subhanahuwata’ala turun ke langit dunia dimalam hari di sepertiga malam, di saat manusia terlelap dalam tidurnya. Allah subhanahuwata’ala memberikan tanda-tanda orang yang beriman dan bertaqwa kepadanya yakni orang-orang yang bangun pada malam tersebut untuk melaksanakan shalat tahajjud dan berdoa memohon ampunan. Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

Artinya: “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam) mereka berdoa memohon ampunan.” (QS. Adz-Dzariyat : 18)

  1. Saat Berbuka Puasa

Seperti yang diketahui, waktu berbuka puasa merupakan waktu yang penuh akan keberkahan, karena disini manusia yang tengah berpuasa merasakan kebahagiaan ibadah puasa, yakni dibolehkannya makan dan minum diwaktu ini. Sebagaimana hadits menjelaskan, yang artinya, “Orang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim no. 1151)

Keberkahan lainnya yang turun ketika berbuka puasa ialah dikabulkannya doa orang yang tekah berpuasa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, yang artinya, “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tormidzi no. 2528, Ibnu Majah no. 2405. Dishahihkan Al-Albani di Shahih At-Tirmidzi).

  1. Berdoa Diantara Adzan Dan Iqamah

Waktu doa berikutnya ialah saat jeda adzan dan iqamah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Artinya : “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. tirmidzi : 212. Hadits Hasan Shahih)

Namun, yang sering kita lihat ialah shalawat atau murottal qur’an yang didengar dijeda adzan dan iqamah ini. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tidak mencontoh hal tersebut melainkan Rasulullah menganjurkan untuk berdoa. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ketahuilah kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah slaing mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al-Qur’an, atau beliau berkata, ‘dalam shalat’,”. (HR. Abu Daud no. 1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

  1. Berdoa Dihari Jum’at

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Didalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang dia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari : 935, Muslim : 825, dari sahabat Abu Hurairah ra)

  1. Berdoa Ketika Turun Hujan

Hujan merupakan nikmat yang Allah turunkan. Diwaktu hujan dimanfaatkan untuk beroda dengan apa yang diinginkan. Sebagaimana sebuah hadits menjelaskan,

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Artinya: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim : 2534, dishahikan oleh Al-Albani di Shahih Al jami, 3078)

Manfaat berdoa

Fadhilah-fadhilah yang didapatkan denngan berdoa begitu banyak. Dan berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Doa merupakan ibadah dan sebagai salah satu ketaatan kepada Allah subhanahuwata’ala. Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “ Doa adalah ibadah” (HR. Abu Daud bo. 1497, At-Tirmidzi no. 2969, Ibnu Majah no. 3828 dan Ahmad 4/267. Dari An-Nu’man bin Basyir)
  2. Doa sebagai peredam murka Allah. Sebab Allah tidak menyukai hambanya yang tidak meminta kepada-Nya dan dianggap sombong.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al-Albani mengatakan hadits ini hasan)

Penjelasan lainnya, Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang bersikap sombong dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir : 60)

  1. Berdoa menjadi sebab pencegah bencana.
  2. Berdoa sebagai bukti bahwa benarnya iman seseorang kepada Tuhannya. Mempercayai segala sesuatu dengan beribadah berarti meyakini akan adanya Allah subhanahuwata’ala. Dan menunjukkan bukti atas tawakkalnya seorang hamba meminta pertolongan kepada Allah subhanahuwata’ala.

 

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN

 

Al – Qur’anul Karim merupakan kitab terakhir yang Allah turunkan ke bumi. Dijadikan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang berfikir, bahwa kandungan dari kitab terakhir ini ialah petunjuk-petunjuk untuk umat muslim agar selalu berada dijalan yang benar (tidak sesat). Maka, jadikanlah Al – Qur’an sebagai pedoman hidup.

Hendaklah kita Mempelajari Al – Qur’an, lalu membaca nya, memahaminya serta mengamalkannya. Agar kita memperoleh manfaat dari ayat-ayat Al – Qur’an. Dijelaskan didalam suatu ayat Al – Qur’an,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya: “ Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shaad : 29)

Dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipat gandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf. Akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2915. Shahih oleh Al – Albani)

 

Keutamaan Lain Dari Membaca Al – Qur’an

Seperti yang telah disebutkan diatas, salah satu keutamaan membaca Al – Qur’an yakni setiap huruf yang kita baca bernilai pahala sepuluh. Dan sudah bisa dipastikan jika 1 kali mengkhatamkan Al-Qur’an berapa puluh kali lipat pahala yang akan kita dapatkan? Dari Imam Ibnu Katsir rahimahullah didalam tafsirnya, meriwayatkan dari Imam Mujahid rahimahullah berkata:

“Inilah jumlah huruf didalam Al – Qur’an, sebagaimana yang kami hitung, yaitu : 320.015.” Lalu yang apabila kita mengkhatamkan 1 kali Al-Qur’an kita mendapatkan berapa pahala kebaikan dikali sepuluh?

Berikut keutamaan lainnya

  1. Diangkat Derajatnya Oleh Allah SWT

Allah subhanahuwata’ala berjanji akan mengangkat dejarat orang-orang yang menuntut ilmu, begitu pula ornag-orang yang mempelajari dan membaca Al-Qur’an. Kemudian ia mengamalkannya.

Dijelaskan dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Al-Bukhari, yang artinya, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab Al-Qur’an dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an).” (HR. Bukhari)

 

  1. Mendapatkan Syafa’at Di Hari Kiamat

Dijelaskan dalam hadits, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya “Bacalah Al-Qur’an oleh kamu sekalian, karena bacaan AL-Qur’an yang dibaca ketika hidup didunia ini, akan menjadi syafa’at (penolong) bagi orang-orang yang membaca Al-Qur’an dihari kiamat nanti.” (HR. Muslim)

 

Lalu, masih pada periwayat yang sama,

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya: “ Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu’anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang telah membacanya.” (HR. Muslim)

 

  1. Mendapatkan Ketenangan Jiwa

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 

Artinya: “ Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra : 82).

 

Sebagaimana diterangkan dari surah diatas, Al-Qur’an diturunkan menjadi obat untuk segala penyakit. Apabila kita membacanya maka perasaan tenang dan risau didalam hidup akan hilang. Namun tidak untuk orang-orang yang zalim, mereka tidak bisa merasakan.

 

Hikmah Membaca Al-Qur’an

Maksud dan tujuan utama dari mempelajari AL-Qur’an ialah mengambil manfaat dan mengamalkannya. Dan adapun orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an namun tidak mengamalkannya, maka Al-Qur’an itu akan menuntut kita pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

Artinya: “Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu.” (HR. Muslim no. 223)

Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ

Artinya: “Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya) (QS. Al-An’an : 19)

Al-Qur’an pula menjadi peringatan. Didalam Al_Qur’an, Allah subhanahuwata’ala menjelaskan manakah yang haq(benar) dan bathil (salah). Allah subhanahuwata’ala telah menjelaskan manakah yang merupakan petunjuk dan manakah kesesatan. Maka, barang siapa yang mengamalkannya, merekalah oranng-orang yang berbahagia, namun barang siapa yang menyielisihnya, merekalah orang-orang yang celaka.

Allah subhanahuwata’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Artinya: “ Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaaha : 124).

Amalkan lah Al-Qur’an, tidak hanya membaca maupun menghafalnya. Bila tidak, Al-Qur’an akan menjadi musuh pada hari kiamat yang akan menarik kita ke dalam neraka.

Penyebab Kaum Muslimin Banyak Telat Shalat Subuh

Penyebab Kaum Muslimin Banyak Telat Shalat Subuh

Seperti yang telah kita ketahui bersama,  bila kita melihat masjid yang begitu megah-megah namun memiliki jamaah yang sedikit. Terutama, saat waktu shalat subuh. Ini merupakan kondisi kaum muslimin saat ini yang dimana tidak bisa didiamkan saja. karena sedikit kaum muslimin yang masih berselimut dengan tempat tidurnya akibat pekerjaannya atau kesibukannya didunia.

Bahkan mungkin ada yang lebih parah lagi yakni ada seorang muslim yang tidak shalat sama sekali dalam hidupnya padahal beridentitaskan agama islam, ada pula yang hanya shalat sekali seumur hidup, atau hanya shalat saat di hari raya lebaran saja. Padahal nikmat yang Allah turunkan tidak diputus walau kita tidak shalat atau bolong-bolong dalam beribadah.

Dari Ibnu Qayyim Al-jauziyah rahimahullah, mengatakan, bahwa “Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri dan minum-minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapatkan hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan didunia dan akhirat.” (Ash-Sholah hal. 7)

 

Penyebab Kaum Muslimin Banyak Telat Shalat Subuh

Sebab-Sebab Sering Telat Shalat Subuh

  1. Ditelinganya dikencingi oleh setan

Inilah bahayanya jika seseorang selalu tidur di malam hari hingga ia lalai shalat Shubuh. Seseorang terjaga dimalam hari untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau karena ketiduran. Sungguh bahaya karena orang ini disebut dikencingi oleh setan.

Dari Ibnu Mas’ud ia pernah berkata, “Di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan tentang seorang laki-laki yang tidur semalaman sampai datang pagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ – فِى أُذُنِهِ

Artinya: “Laki-laki itu telah dikencingi oleh setan pada kedua telinganya -dalam riwayat lain: di telinganya-” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 3270 dan Muslim no. 774). Al Qodhi ‘Iyadh memahami hadits ini secara tekstual. Demikianlah yang benar. Lalu dikhususkan kata telinga yang dikencingi karena telingalah pusat pendengaran untuk diingatkan. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 58).

 

Al-Qodhi ‘iyadh memahami hadits ini secara tekstual. Dikhususkan kata telinga yang dikencingi karena telingalah pusat pencengaran untuk diingatkan. Bahkan dari beberapa ulama menafsirkan arti dari orang yang tidur hingga pagi hari sampai luput shalat subuh yakni ia menunjukkan jeleknya orang yang tidak shalat subuh sampai-sampai dikencingi oleh setan.

 

  1. Sebab ketiduran

Dan seseorang yang tidak shalat subuh karena ketiduran, disegerakan untuk melaksanakan nya disaat dia sudah ingat. Dijelaskan dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah shalat ketika ingat.” (HR. Bukhari no. 597 dan Muslim no. 684).

Dan dijelaskan di riwayat lain yakni,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

Artinya: “Barang siapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya adlah ia shalat ketika ia ingat.”

  1. Sengaja menunda shalat sampai keluar waktu shalat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, “Bagaimana hokum orang yang meninggalkan suatu shalat dengan sengaja niat ia akan mengerjakan secara qadha ketika sudah habis waktunya? Apakah dosa besar.”

Beliau menjawab,

Ya, mengakhirkan shalat dari waktu shalat padahal ia wajib menunaikan di waktunya termasuk dosa besar. Bahkan Umar bin Khattab tadhiyallahu’anhu berkata,

الْجَمْعُ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ مِنْ الْكَبَائِرِ

Artinya: “Jamak antara dua shalat tanpa uzur termasuk dosa besar.”

Dan dijelaskan oleh Imam Tirmidzi secara marfu’ sampai pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Ibnu Abbas, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya : “Barang siapa menjamak dua shalat tanpa ada uzur, maka ia telah mendatangi salah satu pintu dosa besar.” Hadits ini dikatakn marfu’ – sampai pada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam-, walaupun pernyataan itu menuai kritikan. Imam Tirmidzi mengatakan,  “para ulama mengetahui akan hal ini dan atsar tersebut sangat ma’ruf. Para ulama menyebutkan dan menetapkannya, tidak mengingkarinya.”

Dan dalam kitab shahih, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya.”

semoga Allah subhanahuwata’ala melindungi kita dari godaan setan dan dari gangguan-gangguan lainnya yang datang pada kita untuk beribadah. Aamiin

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00