Archive: March 29, 2018

keutamaan menuntut ilmu

Janji Allah Bagi Manusia Yang Menuntut Ilmu

Ilmu merupakan pengetahuan untuk kita, dengan ilmu kita akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Maka itu manusia yang tak berilmu bagai terjebak didalam kegelapan. Mereka tak tahu kemana mereka harus melangkah, bagaimana mereka harus berbuat. Dan terkadang kebodohan mereka membuat mereka melakukan kesalahan yang tak dapat dimaafkan. Disisi lain fikiran mereka tak dapat memilih mana yang baik dan buruk.

Menuntut ilmu itu salah satu ibadah. Dan tidak diragukan lagi bahwa menuntut ilmu merupakan perbuatan yang mulia. Menuntut ilmu sama halnya berjihad dijalan Allah, yang mana dijelaskan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yang berbunyi : “Barang siapa yang keluar untuk menuntut satu bab dari ilmu pengetahuan, ia telah berjalan fi sabilillah sampai ia kembali kerumahnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

keutamaan menunt

Dan sungguh Maha Besar Allah atas segala kekuasaan dan pengetahuanNya yang tidak dimiliki siapapun, maka banyak balasan bagi manusia yang mau menuntut ilmu. Dijelaskan dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Allah akan mengangkat derajat seseorang yang mau menuntut ilmu yang berarti: “ Allah  akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al-Mujadalah : 11).

 

Balasan Bagi Manusia Yang Gemar Menuntut Ilmu

Dijelaskan dalam sebuah hadits, bahwa sesungguhnya diwajibkan bagi laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Yang mana dapat mereka bedakan mana yang baik dan buruk bagi mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr , “ Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan.” (HR. Ibnu Abdil Barr).

Dan berikut balasan bagi orang-orang yang mau dan gemar menuntut ilmu :

  1. Memperoleh Kebahagiaan Didunia Dan Akhirat

Dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, bahwa seseorang yang ingin bahagia didunia dan akhirat hendaklah mereka menuntut ilmu.

“Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat), maka harus dengan ilmu”Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah.

  1. Investasi Masa Depan Dan Ladang Pahala

Ini merupakan renungan bagi kita, yang entah kapan malaikat pencabut nyawa akan mendatangi kita untuk menjalani kehidupan di alam lain. Bila masa itu tiba, tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menambah atau mengisi pahala-pahala kita,namun didalam hadits dijelaskan, bahwa “ Jika anak Adam meninggal dunia, amak terputuslah amalnya kecuali 3 perkara, yaitu sodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim) dari hadits tersebut terlihat jelas bahwa ilmu itu sangat penting untuk investasi masa depan kita. Disertai sodaqoh jariyah dan doa anak soleh yang dapat menambah pahala kita meski kita telah meninggal dunia.

  1. Dimudahkan Jalannya Menuju Surga

Janji Allah berikutnya bagi manusia yang menuntut ilmu ialah dimudahkan baginya jalan menuju surga, dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi, bahwa “ Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya kejalan menuju surga”. (HR. Tirmidzi)

  1. Semua Makhluk Memohon Untuk Ampunan Dosanya

Dijelaskan dalam sebuah hadits, yang dimana semua bintang hingga makhluk memohon ampunan dosa bagi orang yanb menuntut ilmu. Diriwayatkan oleh Ibnu Abdurrahman, bahwa, dari Anas r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : “menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang islam, karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai bintang-bintang yang ada di laut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu.” (HR. Ibnu Abdurrahman)

 

Menuntut Ilmu Dengan Acuan Alkitab Dan Al Hadits

Dizaman kini sangat banyak orang-orang yang tersesat dari jalannya. Menuntut ilmu namun menemukan guru yang salah, hendaklah kita mencari guru yang dikenal dengan keislaman dan ketaqwaannya kepada Allah. Yang dimana beliau mengeluarkan ucapan dan perilaku berdasarkan Al-Qur’an dan hadits shahih. Maka harus cermatlah kita dalam mencari seorang guru untuk menjadi pengajar yang mengajarkan kejalan yang benar.

Selain itu, tugas kita sebagai umat muslim yang berilmu atau mengetahui sesuatu walau tak banyak hendaklah kita sampaikan kepada mereka yang belum mengetahuinya. Mengamalkan ilmu, Sampaikanlah kepada umat muslim lainnya sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki masing-masing. Karena dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :

Dari Abdullah bin Amru, sesungguhnya Nabi SAW. Bersabda : “ Sampaikanlah olehmu (apa-apa yang telah kamu peroleh) dariku walaupun hanya satu ayat Al-Qur’an.” (HR. Buhkari). Dalam islam, menuntut ilmu hukumnya ialah wajib’ain bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Bahkan ayat Al-Qur’an yang turun adalah wahyu yang memerintahkan kita untuk membaca pada surah Al-Alaq 1-5 yang artinya :

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal arah,
  3. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar manusiad dengan Qalam,
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

wanita muslimah

19 Pintu Kebaikan Pembuka Jalan Bagi wanita

Wanita bagi pandangan Rasulullah ialah kaum hawa, yang dimana Rasulullah angkat derajatnya pada saat jaman jahiliyah. Dijaman tersebut wanita tidaklah memiliki martabat atau harga diri. Mereka tidak dianggap layaknya manusia atau seorang wanita yang harus dilemah lembutkan, dihormati, atau dihargai layaknya sekarang. Lalu Rasulullah datang dengan membawa kebenaran, ajaran-ajaran yang sesungguhnya untuk menyadarkan kaum yang berfikir.

Lalu dijelaskan dalam surah An-Nisa ayat 19, agar selayaknya memperlakukan seorang wanita, sebagai berikut : “ Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara paput. Kemudain bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” ( QS. An-Nisa:19)

wanita muslimah

Dijelaskan juga pada suatu hadits Rasulullah SAW yang mengingatkan agar selalu menghargai dan memuliakan wanita. Dalam sabdanya : “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR. Muslim ). Dalam hadits lainnya dijelaskan pula untuk berbuat baik kepada istri, yang berarti, “ Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.”(HR. Tirmidzi)

Menjadi Wanita Yang Memiliki Kesadaran Akan Dosa

Namun, wanita juga merupakan suatu penyebab dosa bila seorang muslimah tidak mengetahui bagaimana seorang muslimah harus berperilaku dan berbusana. Karenanya wanita dapat menjadi fitnah bila wanita tersebut tidak dapat menjaga dirinya sendiri. Dalam suatu hadist dijelaskan dimana Rasulullah melihat penghuni neraka yang dimana mayoritas diisi oleh wanita. Dalam sabdanya :

“ Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyak istighfar. Sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka.” ( HR. Ibnu Majah). Dari hadits tersebut Rasulullah memerintah kita agar selalu banyak bersedekah. Karena sedekah dapat menjadi jalan bagi kaum wanita untuk memasuki surga. Berikut solusi sederhana menurut DR. Nawal Al’ied yaitu jenis-jenis sedekahnya :

  1. Senyum kepada sesama muslimah, suami serta anak-anak kalian merupakan bagian dari sedekah.
  2. Menahan diri dari sedekah merupakan sedekah.
  3. Shalat dhuha 2 rakaat setara dengan 360 sedekah .
  4. Menebarkan salam kepada orang yang ditemui, itu merupakan sedekah.
  5. Bersungguh-sungguh dalam memberikan bantuan baik itu secara moril atau materil.
  6. Memberikan air minum kepada seorang yang kehausan adalah sedekah.
  7. Memuliakan tamu yang lebih dari 3(tiga) hari maka ia adalah sedekah .
  8. Menyingkiran gangguan yang ada ditengah jalan, itu juga merupakan sedekah.
  9. Menghidangkan makanan kepada pelayan sama dengan apa yang kita makan merupakan sedekah.
  10. Memberi makan kepada hewan atau pun orang lain maka itu adalah sedekah.
  11. Setiap kita mencegah kemunkaran adalah sedekah dan memerintah kepada kebajikan adalah sedekah.
  12. Mengucapkan(berkata) dan mengirim kalimat-kalimat yang baik merupakan sedekah.
  13. Setiap membaca tahlil adalah sedekah.
  14. Setiap membaca takbir adalah sedekah.
  15. Setiap membaca tahmid adalah sedekah
  16. Setiap membaca tasbih adalah sedekah.
  17. Berharap pahala atas barang yang hilang atau dicuri adalah sedekah.
  18. Belajar, mengajarkan dan menyebarkan ilmu yang kita miliki adalah sedekah.
  19. Berperingai yang baik terhadap orang yang mencaci dan tidak menyukai kita dan bersedekah kepada mereka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang yang berperingai baik.

Menjadi Muslimah Yang Beriman Dan Bertaqwa Kepada Allah SWT

Wanita dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang dimana menjadi hak laki-laki disitu juga menjadi hak seorang wanita. Agama, kehormatan, harta bendanya, akal dan jiwa dijamin dan dilindungi oleh syariat islam sama seperti laki-laki. Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam beribadah dan mendapatkan pahala :

“ Barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” ( QS. An-Nisa : 124 )

Bahkan dalam suatu hadits dijelaskan dimana yang diutamakan untuk dihormati ialah wanita. Berikut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasaulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut  bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘kemudian ayahmu’.” (HR. Bukhari )

Semua syariat yang Allah tetapkan ialah dalam rangka menjaga dan memuliakan kaum wanita. Yang dimana dahulu pada jaman jahiliyah wanita diperlakukan begitu tidak adil, hanya sebagai objek untuk bersenang-senang, dan dianggap sebagai aib apabila lahir seorang anak perempuan. Bahkan orang tua mereka tak segan-segan mengubur hidup-hidup bayi perempuan mereka yang baru lahir tersebut.

Semoga dengan sedikit pengetahuan ini dapat menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Aamiin aamiin Ya Robbal’aalamiin.

kejujuran dalam islam

Kejujuran… Harga Mahal Yang Harus Dibayar

Kejujuran merupakan salah satu sifat yang dimiliki setiap manusia. Kejujuran ialah mahal harganya. Kejujuran sendiri merupakan bagian dari kepercayaan. Orang yang telah kehilangan kejujuran pasti kehilangan kepercayaan,baik kepercayaan diri maupun kepercayaan dari orang lain. Manusia yang berbohong pada ucapannya pasti akan merasa gundah gulana dan hidupnya dipenuhi dengan ketidaktenangan.

Kejujuran erat kaitannya dengan berdusta? Kenapa? Iya, ketika kita tak lagi dapat menggenggam kejujuran disitulah kita mendapat dusta(kebohongan) alias tak jujur. Dijelaskan dalam sebuah surah yang menyatakan bahwa kita hendaklah bergaul dan menjadi manusia yang bertaqwa dan jujur. Yang artinya sebagai berikut : “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (QS. At-Taubah : 119)

Nabi Muhammad merupakan contoh tauladan yang baik kepada umatnya yang beriman. Beliau selalu jujur dalam perkataan maupun dalam perbuatannya. Maka tak dapat dielakkan Beliau dikenal dan diingat oleh seantero mekkah dan madinah bahkan hingga ke penjuru negeri. Karena kejujuran beliau yang amat dicintai manusia pada saat itu,beliau mandapat julukan “Al-Amin” yang artinya pribadi yang dapat dipercaya.

kejujuran dalam islam

Akibat Tidak Memiliki Atau Kehilangan Kejujuran

Sifat jujur ialah salah satu tanda sempurnanya keislaman yang seseorang  miliki pula tingkat iman seseorang tersebut. Karena itu, orang memiliki sifat tersebut akan mendapatkan kedudukan yang tinggi didunia dan diakhirat. Dengan kejujuran yang dimilkinya, seorang hamba akan mencapai derajat yang tinggi pula selamat dari segala keburukan yang akan datang.

Namun apa yang akan kita dapat bila kita menjadi orang yang berdusta? Berikut akibat dari berdusta dari  pandangan Allah dan Manusia :

  • Hilang Kepercayaan

Seseorang yang sudah berdusta(berbohong) maka dia tidak akan dipercaya lagi oleh orang disekitarnya. Karena mereka berfikir bahwa orang ini pasti akan berbohong lagi dan akan diacuhkan perkataannya.

  • Dijauhi Oleh Teman

Selain tak dipercaya lagi oleh orang terdekat nya, ia pasti akan dijauhi oleh teman-temannya. Karena pastinya mereka tidak ingin berteman dengan seorang pembohong.

  • Berdosa

Berdusta pasti mendapat dosa. Allah akan memberikan hukuman bagi manusia yang berdusta dan dia masuk kedalam golongan orang yang munafik. Dijelaskan dalam sebuah hadits yang berarti : “ Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Jika berbicara ia berbohong, Jika berjanji ia ingkar, Dan jika dipercaya ia berkhianat.” (HR. Muslim )

  • Hidupnya Dipenuhi Rasa Bersalah

Bagi manusia yang berdusta,dia akan dihinggapi rasa bersalah karena ketidakjujurannya terungkap. Dia menyesali apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Dan disini ia akan berusaha mengembalikan rasa percaya dari orang-orang terdekatnya.

Kejujuran Yang Membawa Keselamatan Diri Dan Orang Disekitarnya

Kejujuran merupakan sikap tulus dalam menjalankan amanat, baik amanat tersebut berupa ucapan, tanggung jawab ataupun harta benda. Karena seyogyanya, kejujuran merupakan salah satu aspek berhasilnya Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat islam. Kejujuran akan mandapatkan keridhaan dan cinta kasih sayang dari Allah. Sedangkan kebohongan akan menjerumuskan kita kedalam neraka sebagai orang yang berdusta.

Dari ringkasan kisah diatas dapat kita ambil hikmah kejujuran, bahwa kejujuran merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Kita sebagai seorang muslim haruslah mengedepankan kejujuran meskipun itu pahit,karena kejujuran akan membawa kita kesurga sedangkan kebohongan membawa kita ke neraka. Dijelaskan pada suatu hadist yang berbunyi :

“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis disisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalau berdusta, hingga akhirnya ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Semoga dengan mengetahui keutamaan yang tertanam dalam kejujuran dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Serta dapat menjalin tali silaturahmi yang baik kepada sesama manusia. Aamiin Ya Robbal’aalamiin.

Info Lengkap, Hubungi Kami

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Klik Chat di bawah ini.

customer Service

Nurul

Online

Nurul

Assalamu'alaikum. Ada yang bisa Kami bantu ? 00.00